HomeDiary - Majalah Arsitektur dan Interior
TekslFoto: Umi Key

200 unit Skandinavia Lagom diluncurkan dengan harga 850 jutaan

Jakarta : Bertempat di Ballroom Novotel Hotel, Tangerang City,  pengembang apartemen Skandinavia, PT. Pancakarya Griyatama Tangerang, meluncurkan produk terakhirnya yaitu Skandinavia Lagom pada hari Jumat,  ( 20/9). Skandinavia Lagom  merupakan produk penghabisan, yang tersisa hanya 200-an unit dengan luasan semigross 44,81m² yang terbagi menjadi dua tipe, yaitu  tipe1 bedroom suite dan tipe 2 bedroom junior yang menjadi unggulan pengembang, dengan fasilitas yang sudah lengkap seperti swimming pool, guests room, fitness center dan terletak persis disebelah Tangcity Mall.

Saat ini kondisi global penuh dengan ketidak pastian, sehingga situasi ekonomi global mengalami kecemasan, masa perang dagang Cina dan AS yang masih berlanjut, membuat pelemahan ekonomi kian bergejolak. Kondisi tersebut bahkan berpotensi menimbulkan risiko resesi ekonomi global. Pada peresmian pembukaan Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda lndonesia, diprediksi oleh para pakar bahwa perang dagang masih kerap menghantui ekonomi indonesia dan kemungkinan potensi resesi pada 1 tahun hingga 1,5 tahun yang akan datang.

Mengantisipasi gejolak tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan kinerja ekspor di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) agar tetap efisien. Pemerintah juga mengajak indonesia untuk mempertahankan diri agar tidak terkena dampak, apalagi lndonesia diuntungkan dengan terjadinya revolusi konsumen. Berdasarkan keterangan Presiden, sebanyak 141 juta penduduk naik kelas menengah dan kelas atas, ini menguntungkan karena akan menarik investasi dari luar ke dalam negeri, juga investasi di dalam negeri.

Investasi di beberapa elemen pun sudah mengalami kenaikan, misalnya pada emas dan properti. Harga emas terus naik bahkan menembus rekor. Sektor properti juga mengalami hal yang sama, kelas atas yang memang telah memahami antisipasi resesi, akan memilih investasi pada elemen-elemen yang aman, salah satunya properti. Ditambah lagi dengan rencana pemerintah untuk menghapus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang selama ini dianggap menjadi salah satu penghalang masuknya investasi ke Indonesia. Kelonggaran untuk pelaku usaha di sektor properti diberikan yakni seperti pemangkasan Pajak Penghasilan (PPh) 22 untuk penjualan hunian sangat mewah dari 5% menjadi 1%. Tarif itu berlaku pada rumah beserta tanahnya dengan harga jual lebih dari Rp 30 miliar atau luas bangunan lebih dari 400m². Tarif juga berlaku pada apartemen, kondominium, dan sejenisnya dengan harga jual di atas Rp 30 miliar dengan luas diatas 150m². Dengan kata lain, hanya hunian mewah yang meliputi rumah, apartemen, kondominium, town house, atau sejenisnya yang bernilai diatas Rp 30 miliar yang dikenakan PPnBM sebesar 20%. ” Ini otomatis merangsang pertumbuhan properti, dengan kelonggaran IMB akan mendorong masuknya investasi dari luar ke dalam negeri yang dapat menjadi modal pengembang guna mempercepat penyediaan produk bagi konsumen,” pungkas Norman Eka Saputra, Direktur Skandinavia.

“Unit-unit di Skandinavia telah siap ditempati, lebih dari 650 unit telah siap diserah terimakan kepada pembeli. Ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi mereka yang ingin investasi dalam waktu yang singkat. Dengan produk yang sudah ready, kami perhitungkan Return of lnvestment (ROI) bisa didapatkan hanya dalam waktu 7 tahun. Apalagi  pada Skandinavia Lagom yang dimulai dengan harga 850 jutaan unfurnished, akan mendapat bonus desain interior dan gambar kerja karya interior  consultant kami Bitte Design Studio yang sudah banyak mengerjakan berbagai proyek yang memenangkan banyak award seperti diantaranya Artotel Haniman Ubud, Mr. Fox, Beer Hall dan banyak lagi. Konsumen dapat menggunakan bonus interior desain ini untuk memfurnished unitnya dengan waktu yang lebih efisien hingga kemudian dapat segera disewakan atau ditinggali. Kami yakin tanggapan pasar akan baik,” tambahnya.

Pengembang yakin dalam momentum peralihan dan kenaikan investasi terhadap properti yang sedang terjadi, dan juga keunggulan-keunggulan yang dimiliki pada produk ini akan semakin menarik minat konsumen. ” Skandinavia Lagom yang mempunyai arti seimbang atau tidak berlebihan/tidak kekurangn ini adalah produk pencapaian yang sesuai rencana yang di targetkan, dan kami optimis produk ini akan habis pada akhir tahun 2020,” lanjut Norman Eka Saputra (umi)

homediary