HomeDiary - Majalah Arsitektur dan Interior
Teks l Foto: Umi Key

Angin Segar Pertumbuhan Ekonomi Makro Tahun 2022 Menunjang Pertumbuhan Sektor Properti

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2021 berhasil tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy) atau 1,55% (qtq), melanjutkan pertumbuhan positif sebelumnya dari Triwulan II-2021. Respon cepat Pemerintah dalam mengendalikan lonjakan kasus varian delta pada awal Triwulan III-2021 dapat memperkuat kembali momentum pemulihan ekonomi nasional. Pulihnya kepercayaan masyarakat secara cepat dalam melakukan aktivitas ekonomi, menjadikan momentum pemulihan di sisi demand dan supply tetap terjaga. Selanjutnya, situasi pandemi yang mulai terkendali telah mendorong peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 1,03% (yoy) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh sebesar 3,74% (yoy) sejalan dengan meningkatnya kapasitas produksi dunia usaha. Pemulihan permintaan global dan meningkatnya harga komoditas global juga mendorong aktivitas perdagangan internasional Indonesia. Ekspor tumbuh sebesar 29,16% (yoy) dan impor tumbuh sebesar 30,11%(yoy) pada Triwulan III-2021.

Pulihnya berbagai sektor usaha di Triwulan III-2021 juga mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja.  Per Agustus 2021, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat menjadi 67,80% dan Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 6,49%, lebih baik dibandingkan tahun 2020. Sektor Industri Pengolahan menjadi sektor usaha yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja paling besar. Selain itu, keyakinan dunia usaha untuk mulai merekrut pegawai juga tercermin dari peningkatan persentase komposisi penduduk bekerja di kegiatan formal sebesar 1,02% (dibandingkan Agustus 2020).

Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa untuk prospek ke depan, sejalan dengan konsistensi penurunan kasus harian Covid-19 yang terus terjadi, Pemerintah melakukan pelonggaran PPKM secara lebih luas namun tetap dalam pengawasan dan penerapan protokol Covid-19 secara disiplin. Kondisi yang kondusif ini memungkinkan permintaan bertumbuh dan perekonomian terus mengalami pemulihan. Hal ini diharapkan akan berdampak positif pada beberapa indikator utama yang menunjukkan prospek baik bagi ekonomi.

Meninjau perkembangan ekonomi makro Indonesia pada tahun 2022, pertumbuhan ditargetkan dapat mencapai kenaikan sebesar 5,2%. Proyeksi ini diprediksikan dapat dicapai dengan catatan kondisi kesehatan yang stabil dan nilai ekspor naik secara besar akibat harga komoditas yang sedang tinggi. Menko Airlangga juga mengatakan “Momentum ini harus dilihat dalam enam bulan pertama dulu untuk bisa memutuskan kebijakan selanjutnya,” jelasnya dalam agenda Refleksi Pencapaian 2021 dan Outlook Ekonomi 2022, Kamis (30/12).

Selain itu, menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi di 2022 tetap akan bergantung pada keberhasilan pengendalian pandemi yang didukung kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, menjalankan vaksinasi, dan membatasi kerumunan, kemudian respons kebijakan ekonomi yang tepat dari sisi fiskal dan moneter serta penciptaan lapangan kerja dan kesiapan bertransformasi. Menurutnya, jika dari APBN capaiannya maksimal, maka dari segi investasi bisa memenuhi target, dan dari konsumen serta sektor industri juga akan pulih.

Geliat dan daya beli mayarakat juga dirasakan hampir di semua sektor industri, salah satunya adalah sektor properti, dimana sejak Triwulan-III 2021 grafiknya sudah dapat dirasakan semakin bertumbuh naik. Hal ini juga ditegaskan oleh General Manager Skandinavia Apartment, Hene Putro, pada Open House, Sabtu, 05 Februari 2022, “daya beli maupun traffic sewa yang terjadi di Skandinavia Apartment ini naik lebih dari 50%. Sejak Oktober 2021 hingga Februari 2022, tercatat dapat memenuhi target penjualan 15 unit per bulannya, dan tercatat penyewaan aktif baru mencapai 70 unit setiap bulannya. Ini berarti kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan mobilisasi masyarakat yang membutuhkan sewa apartemen sudah meningkat,” jelasnya. Sedangkan dari sisi pengembang, progress penambahan fasilitas untuk menambah nilai jual properti terus dilakukan. “Setelah Kos Leisure Room, yakni sarana co-working space dan game room yang terletak di lantai 5 apartemen, kami sudah memasuki pembangunan fasilitas baru lainnya yakni area al-fresco dining yang  terletak di dekat lobby hunian sehingga semakin memberikan pilihan dan kemudahan bagi penghuni dalam memenuhi kebutuhan FnB,” imbuhnya. 

Selain itu, masuk di tahun yang baru, pengembang memberikan berbagai penawaran menarik baru pengembang seperti  pilihan cara bayar KPA Developer hingga 100x cicil dan deposito properti senilai 7% dari nilai harga jual yangdibayarkan kepada konsumen di awal pembelian unit. Tak hanya itu, cukup dengan membayar 10 Juta rupiah, pembeli juga sudah bisa langsung serah terima dan menghuni unit apartemen, serta berkesempatan menarik pohon angpao dimana pembeli dapat berkesempatan membawa pulang hadiah serta potongan langsung mulai dari emas 5gr, kulkas 1 pintu, voucher menginap Novotel dan voucher-voucher menarik lainnya yang dilaksanakan selama Open House. Sebagai pilihan investasi, Skandinavia sendiri memiliki banyak keunggulan yang tak diragukan, karena sudah didukung dengan fasilitas yang sudah aktif mulai dari swimming pool, fitness center, kids playground hingga game room. Letaknya yang bersebelahan dengan Tangcity Mall dan Novotel Hotel serta berlokasi hanya 20 menit dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, menjadikan Skandinavia memiliki pangsa yang besar dan mudah untuk disewakan.

 

homediary