S HOUSE

S HOUSE

0 533
Foto: Mansyur Hasan Wahyudi l Teks: Dewi Sasmita

Setiap rumah tinggal memiliki problematika yang berbeda dilihat dari luas tanah dan bangunan, karakter, dan kebutuhan ruang penghuni. Di sinilah kejelian seorang arsitek diuji, karena arsitektur tidak hanya berbicara tentang bangunan saja, namun juga kaitannya dengan ruang dalam, lansekap, perlakuannya terhadap iklim, hubungannya dengan lingkungan sekitar, dan yang tidak kalah penting adalah pengaruh bangunan terhadap para penghuni.

Arsitek Nikko Lendra menyadari benar bahwa faktor kenyamanan merupakan hal yang paling utama dari sebuah rumah tinggal. Setelah seharian berada di luar untuk melakukan rutinitas pekerjaan yang cukup menguras energi, maka kembali ke rumah dengan lingkungan yang nyaman dan mendapatkan energi positif, tentunya merupakan dambaan setiap orang. Untuk itulah Arsitek Nikko Lendra memprioritaskan desain dari ‘dalam ke luar’. Bersamaan dengan beberapa permintaan dari pemilik, Arsitek Nikko Lendra mengetahui besaran porsi ruangan-ruangan yang akan digunakan oleh penghuni rumah, fleksibilitas ruang, kombinasi materialnya, dan sisi perawatannya, sehingga rumah tersebut mampu memenuhi unsur-unsur fungsional, kenyamanan, kekuatan struktur, serta keindahan .

Start

Terletak di sebuah kluster perumahan di Surabaya Barat yang desainnya didominasi oleh desain rumah standar monoton dua lantai, kehadiran desain rumah ini diharapkan juga dapat membawa ‘suasana segar’ dan menjadi inspirasi bagi yang lainnya.

Sementara bagi sang arsitek, proyek rumah tinggal ini membawa kesan tersendiri bagi pencapaian pribadi arsitek karena pemilik rumah sangat kooperatif untuk menerima masukan serta memberikan kepercayaan penuh kepada sang arsitek untuk mendesain konsep dan keseluruhan detail bangunannya. Hal ini jarang didapatkan di proyek sebelumnya.

Small

Berada di lahan berluas 190 meter persegi dan luas bangunan sekitar 295 meter persegi dengan kebutuhan ruang yang cukup banyak, merupakan tantangan besar bagi sang arsitek untuk menerjemahkan keinginan pemilik rumah tanpa mengorbankan kenyamanan maupun kualitas ruang di dalamnya. Menimbang luasannya, maka prioritas utama adalah tatanan layout ruang yang open plan dengan mereduksi sekat-sekat guna menambah fleksibilitas ruang gerak para penghuni rumah. Ketinggian antar lantai sengaja didesain menjadi 4 meter, sehingga ketinggian langit-langit rumah dapat dimaksimalkan dengan pengolahan drop ceiling untuk mendapatkan ketinggian sekitar 3 hingga 3,2 meter dari lantai. Pengolahan ketinggian langit-langit rumah ini sangat berpengaruh terhadap sirkulasi udara di dalam ruangan. Strategi lainnya adalah dengan memaksimalkan pencahayaan alami dari desain bukaan jendela yang lebar setinggi 3 meter . Dengan banyaknya cahaya alami yang masuk, maka ruangan terasa lebih luas.

Sementara untuk pembagian ruang dibagi ke dalam zona private (kamar tidur anak dan  kamar tidur utama) yang diletakkan di lantai atas dan zona semi publik di lantai bawah. Di lantai bawah juga ditambahkan ruang serbaguna yang dapat berfungsi sebagai ruang kerja ataupun kamar tamu jika dibutuhkan. Area servis sengaja diletakkan di sisi depan bangunan yang memiliki jalur sendiri, sehingga tidak mengganggu aktifitas pemilik rumah.

Selain memperhatikan sirkulasi udara, pengaturan layout ruangan pun memperhitungkan arah pergerakan sinar Matahari guna memperoleh intensitas cahaya dan panas yang lebih nyaman. Pada sisi timur bangunan diletakkan taman utama yang berfungsi untuk menjaga aliran sirkulasi udara di dalam bangunan. Sedangkan ruang-ruang servis diletakkan di sisi barat. Open plan and compact layout sebagai ciri khas arsitektur modern dipilih dengan mempertimbangkan usia dan aktifitas penghuni rumah.

Simple

Warna ruangan yang didominasi oleh warna putih menjadikan ruangan terasa lebih luas, sekaligus berfungsi sebagai kanvas yang dapat dikombinasikan dengan material dan furnitur yang telah direncanakan. Pemilihan kombinasi material sederhana pada eksteriornya dan unsur kayu pada interiornya menghadirkan kesan hangat dan nyaman meski berpenampilan modern. Pada beberapa bagian rumah ini, yaitu pada bagian fasade bangunan, area tangga utama, pintu-pintu, serta built in furniture, sang arsitek berhasil mengolah material yang relatif terjangkau harganya menjadi material alternatif yang memiliki tampilan dengan nilai estetika tinggi. Semua material yang dipilih adalah material murah dan yang biasa digunakan dalam dunia konstruksi pada umumnya, namun yang menjadi nilai tambah adalah bagaimana sang arsitek mengolah material tersebut secara  terencana sehingga terlihat menjadi material bernilai seni tinggi.

Soul

Konsep desain dari sang arsitek adalah dengan mencairkan batas antara ruang luar dengan ruang dalam. Posisi taman berdimensi 2 x 8 meter persegi sengaja diletakkan pada sisi timur bangunan yang selalu mendapat pancaran sinar Matahari. Pemilihan jenis vegetasi, dimensi, & posisi pohon juga diperhitungkan dari awal, sehingga seminimal mungkin tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari, namun semakin lama akan menjadi menyatu dengan S House, semisal Pohon Tabebuia yang berfungsi sebagai focal point dihadirkan di area taman. Taman dan Pohon Tabebuia ini akhirnya ikut memberikan nyawa pada kualitas ruang-ruang di dalam rumah ini.

Stripes

Bentuk massa bangunan pada sebagian besar rumah di area kluster cenderung seragam dan terkesan flat. Dari pihak pengembang-pun tidak mengizinkan permainan massa yang terlalu ekstrim. Mensiasati hal ini maka sang arsitek akhirnya mendesain kisi-kisi secondary skin yang fungsinya selain untuk estetika bangunan itu sendiri juga berfungsi memperluas bidang massa bangunan agar tidak terlalu flat. Kisi-kisi material besi plat yang dibentuk secara manual ini dipilih sebagai material alternatif daripada kayu solid yang harganya mahal untuk outdoor, dan berat beban materialnya sendiri jauh lebih ringan dibandingkan dengan kayu solid.

Jika diperhatikan, desain kisi-kisi ini tidak ada yang sama dimensinya antara satu dengan yang lain. Hal ini ditujukan agar penampilan bangunan secara keseluruhan tdk monoton dan terkesan flat, walaupun dibutuhkan waktu dan tingkat pengerjaan yang presisi dan ekstra. Kombinasi kisi-kisi vertikal dengan aksen jendela tipis plat besi horisontal pada tampak depan memberikan tampilan bangunan tropis modern yang tetap hangat.

Stripes lainnya dapat kita temukan pada tangga utama. Selain fungsinya sebagai guard rail dari segi keamanan, susunan vertical stripes dari besi beton berdiameter 16 milimeter ini juga membangun aksen unik di area ruang keluarga.

Struggle

Proyek rumah ini ternyata menyita banyak perhatian dari pemilik, arsitek, kontraktor, mandor, serta para tukang untuk mewujudkan bangunan seperti tampilannya sekarang ini.

Proses trial and error terhadap perlakuan beberapa material selama masa pembangunan menunjukkan bahwa untuk menghasilkan karya arsitektur yang terlihat simple ternyata rumit. Arsitek harus meluangkan waktu dan pemikiran lebih dalam mencari material alternatif dan berkoordinasi dalam mencari solusi untuk setiap permasalahan yang terjadi selama proses pembangunan. Pemilik harus rela menunggu  lebih lama untuk mendapatkan tampilan bangunan yang membutuhkan presisi dan ketelitian. Pihak kontraktor juga harus rela menyesuaikan waktu dan biaya agar durasi pekerjan tidak terlalu lama dan kualitas pekerjaan yang tetap terjaga.

Namun setelah melalui semua pengorbanan itu, hasilnya sebanding dengan yang diharapkan. Tampilan bangunan yang sesuai dengan desain arsitek, penggunaan material alternatif yang akhirnya menghasilkan keunikannya sendiri, sirkulasi dan pencahayaan alami yang baik, layout ruang yang fleksibel, pengalaman meruang yang unik, serta biaya pembangunan yang tidak terlalu besar adalah buah dari kesabaran dan kerjasama semua pihak.

Special

Nama S House merupakan kependekan dari Special House. Nama ini sebenarnya merupakan rangkuman dari seluruh pengalaman pemilik rumah, Arsitek Nikko Lendra, Desainer Interior Meyliza Kotama, kontraktor (PT. Barito Anugrah Sejati pimpinan Bapak Leo Purnomo), Kontraktor Interior Bapak Haryanto Admodjo, mandor, dan para tukang selama pembangunan proyek rumah tinggal ini, yaitu special atau istimewa. Rumah ini special karena pemilik rumah memiliki visi yang sama dengan desainer dalam melihat dan memperlakukan sebuah karya arsitektur. Pemilik juga sangat kooperatif dalam menerima pendapat dan saran dari desainer ataupun kontraktor di lapangan.

Apresiasi tinggi ditujukan tidak hanya kepada pemilik rumah, namun juga kepada desainer interior, kontraktor, mandor, dan seluruh tukang yang telah bekerja dengan hati yang istimewa pula. Mereka berbesar hati dan mengikuti detail proses desain hingga tercipta karya arsitektur yang terbangun seperti sekarang.

HomeDiary – Majalah Arsitektur dan Interior Langkah kami memang baru, namun komitmen kami memuaskan serta memanjakan Anda dalam menikmati dan memahami duni Interior, Arsitektur, Desain, serta Gaya Hidup tentu akan menjadikan majalah ini sebagai referensi Anda. Kami akan mengunjungi Anda setiap bulan dengan menyuguhkan artikel-artikel serta foto-foto indah menarik seputar hunian, desain produk maupun gaya hidup Jalan Damai V No. 3 Cipete Utara – Jakarta Selatan 12150 Telp: +62 (0)21 92636391 / 92479767

SIMILAR ARTICLES

0 1389

0 1758