HomeDiary - Majalah Arsitektur dan Interior
Ki - ka: Hermawan Tanzil (Le.Bo.Ye) Budi Pradono (Budi Pradono Architecture) Andra Matin (Andra Matin Architecture) Danny Wicaksono (Studio Dasar)

BINTARO DESIGN DISTRICT III MENYELENGGARAKAN ANNUAL FESTIVAL DESIGN MENGAMBIL TEMA “BERBAGI MASA DEPAN”

Jakarta, Diawali dengan pertemuan informal para pendirinya (Andra Matin, Budi Pradono, Danny Wicaksono, dan Hermawan Tanzil) saat acara London Design Biennale di Inggris tahun 2016,  maka terbentuk Yayasan Bintaro Design District (BDD), yaitu perkumpulan yang bersifat nirlaba dan non politik yang lahir dari kebersamaan dan kolaborasi berbagai bidang kreatif di wilayah Bintaro di Tangerang Selatan dan sebagian Jakarta selatan yang berbatasan dengan Bintaro. Dilanjutkan  dengan kegiatan sharing desain dan kumpul-kumpul di wilayah bintaro selayaknya pertemuan pemuda karangtaruna memicu semangat meningkatkan apresiasi masyarakat pada dunia desain lewat pameran dan diskusi – diskusi informal membahas tentang karya karya terbaru, mengadakan open house dan kritik karya. Yayasan Bintaro Design Distrik resmi didirikan pada tahun 2018 bersamaan penyelenggaraan festival Bintaro Design District yang pertama. Dengan mengangkat tema permeable society.
BDD merupakan sebuah wadah bagi para pecinta/pemerhati/ pelaku desain dan seni yang menjadi bagian dari budaya Indonesia, juga sebagai wadah untuk mengembangkan bakat dan potensi para anggotanya dalam mendesain dan responsif pada desain dan masalah – masalah urbanitas yang berkaitan dengan desain dan arsitektur, serta berkaitan dengan aspek kebudayaan secara menyeluruh. Berdasarkan rasa tanggung jawab dan kesadaran dari para anggotanya,  maka BDD turut berperan serta melestarikan dan mengembangkan seni desain dalam bagian kebudayan bangsa. BDD dalam kegiatannya mengajak dan bermitra dengan organisasi/kumpulan sejenis, pemerintah daerah dan pusat, institusi-institusi dalam dan luar negeri yang memiliki kesamaan bidang.
Jumlah anggota BDD saat pameran pertama kali adalah 70 desainer & kelompok desainer.
( arsitek, interior, dkv/ grafis, photography, film, music)
Pada Tahun 2019 Bintaro Design Distrik telah memecahkan rekor menyelenggarakan acara BDD selama 10 hari dengan 116 acara / event. Sehingga mendapatkan hadiah Good Design Indonesia dari kementrian perdagangan.
VISI DAN MISI BDD adalah :
Menjadikan Desain bagian dari masyarakat Indonesia yang kreatif, memasyarakatkan wacana desain dan pemahaman arsitektur urbanitas dalam konteks lingkungan dan berbudaya sesuai khasanah bangsa Indonesia, mendorong start-up kreatif muda yang sedang merintis studio studio baru. Memberikan wacana yang berbeda dengan menginter- pretasikan suatu masa dan kejadian dengan mengangkat tema – tema utama yang relevan pada situasi terkini di dunia maupun lokalitasnya.
“Masa depan” adalah sebuah keadaan yang akan datang serentak kepada kita semua. Dalam pikiran-pikiran yang kita miliki tentangnya, ada sebuah pikir yang membuat hidup hari ini gelisah, namun terselip dalam semua kerja kita ada harap-harap kecil yang terus diupayakan agar masa depan tidak jadi sesulit yang kita kira akan tiba. Setiap dari kita sedang mengupayakan masa depan untuk kita tinggali. Namun seperti halnya hari ini, di masa depan nanti pun kita tidak akan tinggal sendiri. Kita akan tinggal bersama-sama dengan mereka yang beberapa kita kenal, dan banyak lainnya lagi yang masih menanti untuk berpapasan.
” Dalam Bintaro Design District kali ini, kami ingin mengumpulkan pikiran dan gagasan, dari teman-teman yang berpartisipasi, mengenai masa depan kita bersama. Tentang cita-cita kecil, dugaan-dugaan logis atau spekulasi solusi dalam beragam skala yang menjadi mimpi tentang masa depan yang lebih baik.” Jelas Danny Wicaksono pada awak media di acara press confrence pada hari Rabu, 14/9 bertempat di Kopi Manyar Bintaro Jakarta Selatan, bertepatan dengan adanya pameran 18 Desainer Grafis Perempuan yang berlangsung mulai tanggal 14 – 24 September 22.
” Kami ingin membagikan bermacam pikiran dari teman-teman ini, kepada khalayak yang lebih luas. Semata agar realisasi dari pikiran-pikiran ini dapat memiliki kesempatan untuk bisa diupayakan bersama, dan menjadi awal dari masa depan yang lebih menyenangkan untuk kita semua.” lanjut Danny.
Melihat semua yang telah terjadi dalam beberapa waktu ke belakang, jelas sekali ada begitu banyak keadaan kurang baik, dalam hidup kita bersama saat ini. Keadaan-keadaan  yang perlu disikapi agar solusi realistisnya dapat dipikirkan dengan segera, dan realisasinya dapat menjadi tujuan gerak kita dalam menuju masa depan.
Di awal pandemi ada pandangan pesimistis pada diri kita, dalam melihat masa depan. Seakan ada awan gelap yang menyelimuti langit dan hujan akan segera turun. Kita semua harus berdiam di rumah dan secara sadar menjadi tahanan bagi diri kita sendiri (prisoner of ourselves) sambil berharap-harap cemas, akan masa depan yang tidak pasti. Dan ini berlangsung selama dua tahun penuh.
Di sela itu kita disadarkan akan hubungan kita dengan alam yang perlu diperbaiki. Hubungan yang nyaris tidak sinkron dan bahkan tidak dekat sama sekali. Tidak jauh dari itu, perang di Eropa kemudian menyebabkan ketidakseimbangan baru, yang turut mempengaruhi keseharian hidup kita. Krisis yang bertubi-tubi ini menyebabkan kita harus selalu waspada dalam menghadapi masa depan.
Visi BDD adalah membangun komunitas yang lebih baik dan mendorong teman teman kreatif untuk selalu responsif pada nilai nilai aktual saat ini dan juga mendorong generasi muda untuk lebih sensitif sekaligus kreatif dengan insting dan ketajaman dalam membaca fenomena terkini yang tidak hanya self distancing, independen, hibrid mandiri dan spiritual saja tetapi juga eco critic & metaverse.
Kita mendorong kolaborasi yang lebih inklusif baik dari masyarakat, pengembang korporasi, maupun pemerintah untuk berkolaborasi secara  gotong royong untuk masa depan.
“Berbagi Masa Depan” menjadi tema yang sangat relevan, bahkan tidak mudah untuk usang. Tema ini akan membungkus, mendokumentasikan dan juga memamerkan karya-karya terkini dan pemikiran-pemikiran terbaru dalam menghadapi dunia baru pasca pandemi yang dinamis, spiritual dan penuh kewaspadaan. Dapatkan kita memiliki sensitivitas ini?  ” Kami harap teman-teman sama antusiasnya dengan kami, dalam menyambut terselenggaranya Bintaro Design District kali ini”. Tambah Andra Matin.

homediary