Architecture

0 1638
Nakula House, a Modern Natural Design
Teks: RA Larastio l Foto: Mario Wibowo

Memiliki rumah tinggal bergaya modern dan menyatu dengan alam tropis merupakan impian masyarakat urban masa kini yang mendambakan suasana indoor-outdoor pada lahan yang terbatas. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk merangkul lingkungan di luar ke dalam rumah hunian. Rumah yang memiliki sebutan “Nakula House” di jalan Nakula, Bandung ini memiliki luas bangunan 385 m2, tidak jauh beda dengan ukuran luas lahan yang ada.
Ide rancangan karya Arsitek Halim Agung dan Ruben Hardjanto yang memiliki Biro Kontraktor Bangun Prima Dimensi ini terkesan sangat tropikal, natural dan modern. Yang menjadi dasar dalam mendesign adalah ruangan yang mengalir dengan memasukkan ruang luar menjadi ruang dalam sehingga dengan ukuran masing-masing ruangan yang dipadatkan (dengan bukaan yang besar) masing-masing ruangan tersebut tetap bisa merasakan kesinambungan dengan ruang luar.
Ciri khas yang sangat menonjol dari rumah ini adalah pemanfaatan lebar site (untuk taman) di samping area ruang keluarga, dengan bukaan yang besar membuat luas tapak yang tidak terlalu lebar menjadi maksimal. Atap bangunan bergaya tropis dengan bukaan jendela yang sangat banyak, dapat membantu mengontrol temperatur udara di dalam rumah. Beberapa area juga diberikan kanopi yang lebar untuk mengatasi curah hujan yang besar.Bagian bangunan ini lebih transparan dengan deretan jendela lebar dengan disekat oleh taman depan rumah dan kanopi di tengah bangunan yang menaungi pintu masuk utama. Taman depan diolah menjadi zona pendukung untuk melengkapi tampilan fasad hunian… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #012/2015)

0 1614
Tjipta House, Synergized Tropical House
Teks: RA Larastio l Foto: Bambang Purwanto

Rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal suatu keluarga, tetapi juga dapat mencerminkan karakter pemiliknya melalui desain yang tercipta. Sebuah hunian harus senyaman dan seramah mungkin bagi orang-orang yang tinggal dan berada di dalamnya. Karena impian setiap orang akan rumah idaman tidak selalu sama. Namun ada satu hal yang sama di setiap desain, yaitu keinginan untuk mendapatkan rasa nyaman dan aman di griya tempat mereka beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.
Itulah yang dilakukan seorang Arsitek Gerard Tambunan dari Wahana Architects pada rumah seluas 450 meter persegi yang berlokasi di Modern Land ini. Dibangun oleh Biro Kontraktor Dimigo Pratama, prinsip yang dipegang sang arsitek pada rumah yang dinamakan Tjipta House ini adalah membuat rumah baru dengan penambahan fungsi ruang baru dari rumah lamanya. Bentuk sederhana namun cukup mewakili semua aktivitas sehari-hari seluruh keluarga merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh pemilik rumah.
Latar belakang konsep adalah penyesuaian karakter pemilik yang sederhana dengan mengimplementasikan arsitektural yang dieksplor secara sederhana pula. Dengan menangkap kekuatan dari lingkungan sekitar juga. Ide berangkat dari keinginan pemilik rumah yang tidak ingin terlalu mengeksplorasi bentuk bangunan secara ekspresif. Rumah yang terdiri dari dua lantai ini dibuat sekompak dan seefektif mungkin. Bagian-bagian rumah dibuat sangat fungsional untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Dengan pembagian zona ruangan yang terbagi menjadi tiga bagian. Antara lain area privat yaitu kamar dan ruang belajar yang ditempatkan di lantai teratas, sedangkan lantai 2 untuk area publik (ruang bersama) dan area servis yang terdiri dari basement ditambah dengan ruang hobby… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #012/2015)

0 922
Lavender House, a Modern Tropical Touch
Teks: RA Larastio l Foto: Bambang Purwanto

Suasana alami, nyaman, sejuk dan mewah yang tercipta dalam sebuah hunian dapat memberikan inspirasi untuk membangun rumah tinggal bergaya modern bertaman tropis. Seolah-olah kita bukan berada di tengah kota metropolitan. Seperti yang terpampang pada sebuah rumah tinggal besutan Arsitek Djoni Salim dan Yerianto Imaryanto, serta Biro Kontraktor Dimigo Desain yang berlokasi di Alam Sutera ini. Pemilik rumah ini menginginkan elemen-elemen natural dapat diaplikasikan di dalam rumahnya. Bangunan rumah tinggal dengan luas tanah 450 meter persegi ini berada di kavling sudut. Ketertarikan pemilik rumah terhadap rumah tropis yang dekat dengan alam tercermin pada keberadaan pepohonan yang dipertahankan di samping bangunan. Menjadi salah satu elemen yang memperkuat konsep desain tropis tersebut.
Dekorasi eksterior sekitar rumah tak selalu harus dengan detail yang beragam. Detail sederhana pun sudah dapat membuat suasana nyaman. Pengaplikasian material alam sudah dapat mewakili unsur kenyamanan tersebut. Dinding dari terakota Bali yang dipotong menyerupai ukuran batu bata merupakan aksen utama dari bangunan tersebut secara keseluruhan. Sedangkan pada bagian fasad depan rumah, dinding batu karangasem yang paling menonjolkan karakter natural.
Elemen hardscape dan softscape pada area kolam renang menjadikan eksterior rumah terasa sejuk dan menyegarkan. Deck kolam renang dari bahan kayu ulin dengan warna natural serasi dengan border kolam renang dari bahan batu andesit. Kesan teduh dari ruang keluarga dengan adanya kolam renang diperkuat dengan tanaman rambat pada dinding pembatas dengan tetangga… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #012/2015)

0 884
A Memorable House
Teks: Widya Prawira l Foto: Bambang Purwanto

Sebuah hunian yang humble dan menyatu dengan lingkungan ini dapat dijumpai di Kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Hamparan rumput hijau di halaman depan dan belakang, dengan vegetasi pohon-pohon rindang yang menyejukkan, melengkapi keindahan rumah ini. Lingkungan sekitar rumah yang masih asri, memberikan keuntungan tersendiri. Terlebih, pemilik rumah adalah seorang pencinta tanaman, sehingga kehadiran tatanan tanaman terhampar tak hanya sebagai elemen vegetasi yang memberi keteduhan, tapi juga menjadi elemen estetika.
Tampilan rumah dua lantai seluas 700 meter persegi ini jauh dari kesan angkuh. Sebaliknya, ada pesan tersirat yang mendorong untuk mengulik lebih mendalam, karena sejatinya rumah ini menyimpan banyak cerita. Dari mulai pemilihan arsitek oleh pemilik rumah yang melewati beberapa tahap, hingga akhirnya terpilihlah arsitek muda berbakat Realrich Sjarief dari Raw Architecture untuk menangani desainnya. Juga tentang material dari rumah lama yang sebagian ikut dipindahkan ke sini, ataupun tentang kepingan memori di rumah lama yang ingin diwujudkan. Pemilik rumah menghendaki adanya memori rumah lama yang diusung di rumah baru ini. Pilihannya adalah sebagian material kayu yang memang kondisinya masih bagus. Railing, lambrisering, pintu, dan parket herringbone di rumah lama sengaja diusung ke rumah ini. Beberapa material direkondisi ulang, seperti pintu utama yang nampak kokoh dan anggun… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #011/2015)

0 914
Tropical White Living
Teks : Widya Prawira l Foto : Fernano Gomulya

Banyak tantangan dalam desain yang sifatnya renovasi. Tidak sekedar mempertahankan fungsi, namun juga bagaimana membuatnya menjadi satu kesatuan dengan bangunan lama dan tetap menekankan pada kaidah arsitektural serta elemen estetika. Di tangan Arsitek Cosmas Gozali, segalanya menjadi lain. Lahan pengembangan berada di belakang rumah existing, namun posisinya tidak persis berbelakangan, alias agak bergeser. Menyatukan dua lahan yang hanya overlap sekitar 6 meter, bukan suatu hal yang mudah. Sebagian rumah lama tetap dipertahankan fungsinya, hanya dilakukan perubahan fasad dan perlakuan desain untuk menyatukan dengan bangunan baru. Adapun di lahan pengembangan dilakukan perombakan total dengan menempatkan area privat seperti kamar tidur utama, kamar anak, dan ruang keluarga. Sebagai pengikat area depan dan belakang dibuatlah sebuah massa bangunan tersendiri, yang berfungsi sebagai ruang makan dan pantry. Desain bangunan ini tampil clean, simpel dan transparan dengan dinding kaca yang melingkupinya.
Terletak di Jakarta Barat, dengan total luas lahan 500 meter persegi, dibuatlah desain rumah dua lantai seluas 300 meter persegi. Dilihat dari luasan lahan bukan tergolong luasan yang besar, namun desain rumah ini mampu menciptakan tata letak yang optimal, fungsional, dan yang penting membuat betah penghuninya. Bagi Arsitek Cosmas Gozali, menciptakan desain yang membuat penghuni betah tinggal di dalamnya adalah tujuan utama setiap mendesain rumah. Jika penghuni betah, artinya nilai kenyamanan sudah pasti digenggam… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #011/2015)

0 1787
Arjuna Kota Batu, A Breathing Hotel
Teks: Widya Prawira l Foto: Mansyur Hasan Wahyudi

Desain yang memiliki soul dan mengusung semangat lokalitas ditampilkan pada bangunan Hotel Arjuna Kota Batu yang terletak di Jl. Panglima Sudirman, Kota Batu, Malang. Didesain oleh Biro Arsitektur KsAD (www.ksa-add.com) pimpinan Yuli Kalson Sagala, dibantu oleh Tim Arsitek Putri Herlia dan Pandu, serta Tim Interior Meladias, Devi, Wulan dan Erieta, bangunan Hotel Arjuna Kota Batu tampil apik dan terkonsep. Berdiri di atas lahan seluas 1.408 meter persegi dengan luas bangunan 1.800 meter persegi, hotel ini menerapkan konsep green building, melalui pendekatan site respect. Pemilihan konsep ini bukan tanpa alasan. Kota Batu yang berada di ketinggian 680-1.200 meter dari permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 15-19ºC, menjadi potensi yang dimanfaatkan semaksimal mungkin. Salah satunya dengan membuat konsep bangunan tanpa pendingin buatan (AC) pada beberapa area, terutama pada area lobby di ground floor dan kamar-kamar.
Bangunan tampil dengan bentukan kotak yang tidak terkesan masif. Massa bangunan tidak dibuat dalam satu massa bangunan di tengah-tengah lahan yang masif dan balky, namun dipecah seperti banyak massa. Upaya ini menghasilkan banyak sequence, banyak pengalaman meruang, dan massa bangunan terlihat lebih ramping. Hal ini diperkuat dengan sirkulasi vertikal yang dibuat dengan ramp bukan tangga. Diharapkan blok massa-massa yang ramping ini lebih mendekatkan imaginasi tampil seperti candi-candi, sebuah intuitive experiment. Fasad bangunan menghadirkan tampilan rustic lewat penggunaan material dan detil-detilnya. Penempatan jendela yang tidak monoton, menjadi kekuatan fasad. Lubang-lubang jendela dikomposisikan dalam variasi ukuran yang mengisi tidak hanya pada satu bidang dinding. Desain ini membuat bangunan leluasa “bernafas”, dengan terciptanya banyak pori-pori… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #011/2015)

0 1033
Charming Modern House
Teks: Widya Prawira l Foto: Bambang Purwanto

Outstanding tanpa terlihat arogan adalah impresi yang disampaikan oleh rumah ini. Berlokasi di Kota Balikpapan, desain rumah tampil menarik layaknya bangunan modern yang terletak di kota-kota besar di pulau Jawa. Sebuah rumah yang menyematkan konsep modern tropis, hasil rancangan Arsitek Erwanto dari Esperta Architecture-Interior, Jakarta. Rumah ini memiliki bentuk lahan yang cukup unik, karena merupakan penggabungan dari dua lahan berbeda bentuk dan ukuran, yang posisinya saling berbelakangan. Lahan diapit oleh dua jalan lingkungan, yaitu di sisi depan dan belakang, dengan lebar bagian depan lahan lebih sempit daripada belakangnya. Berawal dari kesempatan untuk memiliki lahan yang berada tepat dibelakang rumah lama, maka rumah baru mulai dibangun di lahan perluasan. Namun dengan beberapa pertimbangan, akhirnya rumah lama turut direnovasi total, sehingga menyatu dengan rumah baru… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

 

0 755
Limitation is Not a Limit
Teks: Widya Prawira l Foto: Fernando Gomulya

Tingginya harga tanah dan keterbatasan lahan mendorong rumah-rumah di perkotaan cenderung memiliki lahan tidak terlalu luas. Bagi kebanyakan orang, besaran lahan yang tidak luas seringkali membatasi desain rumahnya. Kebutuhan ruang yang cukup banyak membuat hunian menjadi kurang nyaman karena minimnya penghawaan alami. Namun berbeda dengan kediaman yang terletak di Kawasan Sunter, Jakarta Utara hasil rancangan Arsitek Cosmas D. Gozali, dari Biro Atelier Cosmas Gozali, ini. Rumah dua lantai yang berdiri di atas tanah seluas 245 meter persegi ini tidak saja mampu menampilkan kelapangan dan kenyamanan, namun juga ramah lingkungan serta hemat energi. Dalam mendesain, Cosmas sangat menekankan adanya ventilasi silang karena hal ini menjadi kunci kenyamanan dalam rumah. Menyatukan manusia dengan alam, membawa bagian dalam keluar dan membawa yang luar ke dalam, sebagai perwujudan konsep Yin Yang… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

 

0 611
An Everlasting Modern Classic Style
Teks: Widya Prawira l Foto: Bambang Purwanto

Berdiri di atas lahan seluas 1500 meter persegi di kawasan Alam Sutera, Serpong Tangerang, rumah seluas 500 meter persegi ini leluasa memainkan pola massa bangunan. Tim arsitek dari Biro Arsitektur Dimigo Design yang terdiri dari Ir. Rudy Gunawan pada konsep, serta Ir. Djoni Salim dan Esti Jurniati, ST untuk detailed design, berhasil mewujudkan keinginan pemilik rumah untuk memiliki hunian bergaya modern classic yang simpel namun elegan. Lahan yang luas memungkinkan pengolahan massa rumah sehingga terasa membumi dan menyatu dengan alam. Penempatan carport yang terpisah dari bangunan utama, juga menjadi upaya pengolahan massa dan organisasi ruang, sehingga tatanan ruang jauh dari kesan sesak. Penyatuan bangunan dengan alam dapat dirasakan dengan keberadaan elemen vegetasi yang tertata dengan apik pada tatanan lansekapnya. Jalan setapak, taburan batu koral, tanaman tropis, semak, serta hamparan rumput tak hanya mampu menyejukkan pandangan mata, namun juga melengkapi fasad bangunan… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

 

0 705
Natural Friendly Neoclassical Style
Teks: Widya Prawira Foto: BambangPurwanto

Dalam perancangan rumah tinggal, faktor lokasi lahan sangatlah berperan. Lingkungan sekitar yang masih hijau, merupakan potensi lahan yang harus dioptimalkan.

2Tak hanya untuk suplai oksigen ke dalam rumah, namun juga sebagai sajian visual yang menyenangkan. Demikian pula untuk lahan dengan posisi hook, yang sayang jika dilewatkan tanpa dilakukan eksplorasi desain.

3Seperti kediaman Bapak Budiman Iskandar yang terletak di Alam Sutera, Serpong, yang dirancang oleh Arsitek Rudy Gunawan, Djoni Salim, dan Hendy Kurniawan dari Dimigo Design, serta dibangun oleh Kontraktor Dimigo Pratama. Lokasi rumah yang terletak di lahan hook memberi kesempatan pada arsitek untuk mengeksplorasi desain yang bertujuan untuk menangkap view to site. Tampak rumah menampilkan dua muka, dilengkapi kehadiran taman tepat di sudut lahan, serta kolam ikan di samping rumah… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #009/2015)

4