Idea

0 452
Foto: Indianapolis Museum of Art

Ketika kita melakukan banyak kegiatan gathering di kediaman kita, tentunya kita membutuhkan ruangan yang mampu membangun suasana terkait yang lebih kondusif, baik itu suasana formal yang produktif atau suasana kekerabatan yang hangat. Ruang kerja atau ruang pertemuan pada umumnya, terkadang berasa cepat membosankan. Sementara ruang pertemuan berikut, conversation pit, mungkin terlihat seperti ruang tamu yang rendah atau tenggelam, tetapi setelah mengamati lebih dekat dan menapaki ke dalamnya, pit berubah menjadi jauh lebih menarik. Lubang percakapan ini dijamin mampu mengangkat gathering kita ke tingkat berikutnya. Semakin dalam pit-nya, semakin menarik suasana yang terbangun. Ide ini patut dicoba lo…

desktop-1412356011
Foto: Home Designing

GFAB Architects
Foto: GFAB Architects

Villa Nilpi
Foto: Villa Nilpi

0 364
Harmonization of Architectural Concept and Color Accuracy
Teks & Foto: Dany Galuh

Harmonisiasi konsep arsitektur adalah keseimbangan beberapa peran berbeda untuk pencapaian yang ideal dari suatu desain. Konsep arsitektur pada hakekatnya adalah proses perencanaan dan perancangan terhadap gubahan massa bangunan dan ruang dengan beberapa pola bentuk simetris, asimetris, geometris, matematis; jenis material yang digunakan; pengaplikasian pada bagian-bagian bangunan yang akan ditonjolkan; serta berhubungan erat dengan aplikasi warna yang diterapkan. Tema warna yang bertujuan untuk berkorelasi dengan konsep arsitektur memadukan unsur unsur material pada eksterior dan interior itu sendiri, diperkuat oleh pemilihan warna yang tepat, baik dari segi kualitas, daya tahan terhadap cuaca, dan karakter pancaran warna.

Bagi para pembaca yang ingin bertanya tentang tips membangun, merenovasi, atau tentang disiplin ilmu arsitektur, interior, desain, konstruksi, dan properti silahkan berinteraksi dengan Ir. Dany Galuh, pengasuh Rubrik Idea, dengan mengirim pertanyaan melalui email home.diary1@gmail.com. Untuk pertanyaan yang menarik, akan ditayangkan pada edisi rubrik berikutnya akan mendapat bingkisan dari pengasuh rubrik atau sponsor. Ikuti juga kuis periodik dengan hadiah Rp200.000 untuk tiap pemenang, dengan mengikuti akun Twitter @homediarymagz dan @danygaluh atau akun Facebook Home Diary – Majalah Arsitektur dan Interior… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #009/2015

0 813

Nuansa vintage dan sentuhan feminin menjadi kunci tatanan yang mengalir pada tata saji dan dekor ruang yang menghangatkan suasana gathering bersama keluarga.

Menyajikan tata hidang untuk momen istimewa bisa diekspresikan dalam berbagai sentuhan sesuai cita rasa gaya. Atmosfer feminin yang didukung oleh perangkat dan aksesoris vintage bernuansa pink hadir sebagai pilihan menawan mengawali tahun baru.

MIX & MATCH

Penghuni yang juga pemilik Biro Konsultan Interior Rumah Sabine ini kebetulan memang gemar memadumadankan tatanan interior. Perlakuan yang sama ia lakukan pada tata saji yang terinspirasikan oleh suasana Natal yang telah berlalu, tetapi masih tetap hangat ditampilkan bagi keluarga yang masih ingin membawa suasana itu di awal tahun… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #008/2015)

Inspirasi suasana Natal yang masih hangat di awal tahun tetap up to date bagi acara perjamuan bersentuhan vintage dan feminin.

Area duduk dihias dalam balutan tatanan yang mengalir in line harmonis untuk perjamuan spesial mengawali tahun baru.

0 701

Memilih area makan di kediaman sendiri sebagai saksi penting kebersamaan Anda dengan orang-orang istimewa pun dapat menciptakan momen yang tak mudah dilupakan. MOIE di Pacific Place, Jakarta ini mempresentasikannya penuh pesona. Ekspresi nan elegan di sini merupakan hasil kolaborasi menawan antara tatanan berbagai elemen dekoratif dengan aneka perangkat berkelas. Hijau eksotik unsur tanaman menjadi aksentuasi berbeda di tengah-tengah setting perangkat hidang berkelas dengan brands ternama. Pilihan berkualitas yang tak diragukan itu menghadirkan antara lain piring-piring Zens, Pintinox untuk perangkat cutlery, ataupun glassware and tableware Pasabache. Perangkat-perangkat itu tak semata bervariasi dalam hal fungsi, tetapi juga atraktif secara desain. Nuansa putih yang elegan pada piring serta vas aneka tanaman dekoratif terasa ideal dan menyatu di tengah nuansa hijau dan gold yang tampil sebagai fokus ekspresi warna. Variasi tableware lain yang (Lihat Sparkling Western Concept selengkapnya di Majalah Home Diary #007/2014)

0 467
Idea-Wonderful-Times-Memorable-Dishes
Teks : Widya Prawira | Foto : Bambang Purwanto

Seiring dengan waktu, ekspektasi orang akan sebuah hidangan semakin tinggi. Penggunaan perangkat makan dan minum berkelas yang memiliki nilai histori,  akan meningkatkan tampilan hidangan. Meski tanggal 1 Syawal sudah berlalu, namun masih ada kesempatan selama satu bulan ke depan untuk berhalal bihalal dengan sahabat,  yang mungkin belum sempat dilakukan karena sebagian dari kita disibukan oleh kegiatan mudik. Desainer interior Sakundria Satya Murti Wardhana, berbagi inspirasi tentang tatanan perjamuan untuk acara halal bihalal…  (Lihat selengkapnya Wonderful Memory, Memorable Dishes di Majalah Home Diary #006/2014)

0 804

Rekreasi bisa dilakukan dimana saja, termasuk di halaman rumah yang kental dengan nuansa alam. Aplikasi furnitur, pernak-pernik,dan elemen tanaman secara tepat, akan mendukung atmosfer kedekatan dengan alam.

Beruntung sekali jika memiliki halaman belakang yang luas dan asri, yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk rekreasi dan santai bersama keluarga, seperti yang ditemukan di kediaman Ibu Theresa Lo yang terletak di Jakarta Selatan ini. Jika selama ini tempat bersantai identik dengan gasebo lewat varian model berbentuk joglo atau pendopo, berbeda dengan keluarga ini yang memilih rumah Jineng, asal Lombok. Jineng adalah salah satu model rumah panggung yang umumnya berfungsi sebagai lumbung tempat penyimpanan padi. Belakangan, Jineng mulai banyak mengalami modifikasi dan populer difungsikan sebagai tempat bersantai bersama keluarga.

Jineng di rumah ini disebut oleh Theresa sebagai Rumah Kebun. Beragam aktifitas dilakukan disini, mulai dari sekedar bersantai bersama keluarga, atau menjamu tamu untuk minum teh bersama. Rumah Kebun berlantai dua ini disokong oleh 4 buah saka (tiang penyangga) terbuat dari kayu merbau, serta memiliki lantai atas yang terbuat dari kayu yang telah diserut halus. Lantai bawah dibiarkan terbuka tanpa dinding, difungsikan sebagai tempat duduk-duduk dan berkumpul. Adapun di lantai atas, biasanya digunakan untuk anak-anak belajar, duduk-duduk santai, sambil mencari inspirasi.

NATURAL

Halaman belakang yang sarat dengan hijaunya rerumputan, makin lengkap dengan kehadiran Rumah Kebun yang terasa menyatu dengan lingkungannya. Suasana natural dipertegas dengan material yang dipakai, seperti atap jerami, Selengkapnya di Majalah Home Diary edisi 5

0 913

Tata saji masa kini berspiritkan setting dimensi ruang Betawi masa lalu semarakkan ulang tahun Kota Jakarta. Mengesankan dan festive.

Merayakan hari jadi Kota Jakarta bisa dituangkan dengan berbagai cara yang semarak. Kali ini desainer Fajar Juniadi dari Rumah Kampung Elite Decor mengekspresikannya dengan mengusung benang merah yang mengolaborasikan suasana khas Betawi tempo dulu dengan tata saji masa kini bernuansa warna-warni. Memori suasana Betawi masa lalu agar tetap dapat dinikmati generasi muda saat ini.

BERSINERGI

Kepiawaian membawa suasana zaman dulu direalisasikan dengan memanfaatkan media ruang yang agak vintage. Penggunaan meja antik kolonial berdesain khas dengan top table marmer merupakan salah satu contohnya. Ditambah juga gramophone yang menguatkan aura Betawi zaman dulu. Eksistensi Jakarta masa kini diwakili oleh perangkat bermateri kaca, seperti toples kaca, yang memberi kesan ringan untuk mengimbangi penggunaan elemen dekoratif yang bersifat masif. Selengkapnya di Majalah Home Diary edisi 5

0 623

Memaksimalkan Ruang pada Lahan Kecil

Berbicara mengenai rumah mungil, jangan sampai keterbatasan lahan membatasi ruang gerak dan fungsi di dalamnya. Kreatiflah menyiasati setiap sudut rumah, untuk memastikan kenyamanan di dalamnya dan manfaatkan setiap inchi nya. Membangun trick/ tipuan visual sangat diperlukan untuk memberikan efek ruang yang lebih luas.

0 771
Feature - Warna Putih Dalam FengSui
Feature - Warna Putih Dalam FengSui | Foto: Koleksi Ivon Xue

Warna Putih adalah warna yang sangat akrab dengan kehidupan kita. Warna Putih merupakan suatu representasi kehadiran dari seluruh warna dasar yang ada di dalam keadaan maksimum dengan proporsi yang sama besar.

WHITE COLOR in FengSui, Dalam ilmu FengSui, warna putih memiliki suatu kekuatan yang setara dengan kekuatan Chi, yaitu energi positip. Oleh karena itu disarankan untuk menganalisisa dan menyelaraskan kembali dari sudut pandang keseimbangan antara energi – Yin dan Yang di dalam penggunaan warna putih ini.

Warna putih merupakan bagian dari unsur Logam yang melambangkan suatu terang, kemurnian, kebersihan, kesucian, kesederhanaan, kesegaran, duka dan bersifat klasik. Penempatan warna putih dalam suatu rumah tinggal sebaiknya di sisi barat dan barat laut. Warna putih bisa diwakili dengan pemakaian warna perak atau warna abu-abu muda.

Putih dalam filosofi Cina dapat melambangkan kematian sebagai penutup tahap siklus suatu kehidupan, Terkadang dianggap sebagai warna berkabung tetapi juga melambangkan suatu iman reinkarnasi dan kelahiran baru kembali. Oleh sebab itu warna putih merupakan suatu warna transformasi dan kesucian.  Selengkapnya di Majalah Home Diary edisi ke-2 

0 1152

Apa yang akan terjadi dengan kondisi hunian di Indonesia pada tahun 2030 nanti?
Atap Jakarta mencoba untuk menghadirkan sebuah studi dengan bekerjasama dengan para pakar dari Jepang yang terlebih dahulu sudah menyelenggarakan House Vision tahun ini.

Keberangkatan beberapa pakar arsitek dan desainer Indonesia yang diundang ke acara House Vision di Jepang pada 18 Maret 2013 yang lalu menjadi titik tolak sebuah gerakan dan aktivitas yang kemudian dikenal dengan Atap Jakarta. Ahmad Djuhara, Sigit Kusumawijaya, Francis Surjaseputra & Lim Masulin diundang untuk memaparkan sudut pandang mereka tentang masa depan hunian di Indonesia. Dari kunjungan mereka itu kemudian terwujud kerjasama antara Indonesia dan Jepang dalam organisasi non profit Atap Jakarta – House Vision Indonesia untuk menyelenggarakan serangkaian diskusi, simposium, workshop, dan riset yang hasil akhirnya nanti akan dipamerkan seperti House Vision di Jepang.
Dengan didukung oleh para ahli di Jepang seperti Kenya Hara & Sadao Tsuchiya, serangkaian diskusi tentang masa depan hunian di Jakarta dan Indonesia diselenggarakan, sekaligus mengangkat beberapa topik yang juga menjadi fokus questionnaire secara online di website https://www.atap-jakarta.org/en/.
Ada enam topik yang menjadi poros pengembangan Atap Jakarta – House Vision Indonesia yaitu ‘compact’, ‘energi’’, ‘komunitas dan publik’, ‘mobilitas’, ‘renovasi’, serta ‘eksterior’ atau ‘interior’.