Leisure

0 419
Teks: Reki Desma Tri Putra l Foto: Bambang Purwanto & Koleksi Mexicola

Terletak di kawasan Seminyak – Bali, Mexicola mengangkat konsep motel-resto bergaya otentik Mexico. Warna-warna cerah, desain quirky dan nikmatnya kuliner khas Mexico akan menemani kita saat mengunjungi tempat ini. Dari tampak depannya saja, terlihat jelas gaya desain interior dan bangunan yang menyerupai gaya urban Mexico. Sangat disarankan untuk menelusuri setiap sudut bangunan karena kita bisa menemukan berbagai keunikan etnik yang jarang ditemukan, seperti furnitur, gantungan foto, gambar lukisan, botol-botol, hingga komposisi warna-warnanya yang amat menarik hati. Desain dibentuk menyerupai museum penyimpanan artwork dan sangat menyenangkan untuk didatangi, dan tentunya tidak akan lengkap kunjungan kita ke sini tanpa berfoto-foto. Keunikan tempat ini turut memperkaya Bali sebagai salah satu tujuan wisata untuk semua orang.

Kalau sudah sampai kesini, rasanya tidak akan lengkap jika tidak mencoba makanan yang disajikan. Berbagai menu tradisional Mexico disajikan dengan modifikasi agar rasanya bisa diterima semua orang.      Tacos, Tostadas, dan Quesadillas menjadi hidangan penggugah selera sambil ditemani oleh Tequila selagi kita menikmati suasana pesta malam yang ramai dan hingar bingar. Jika ingin sedikit santai, naiklah ke lantai dua yang terasa lebh cozy selagi memperhatikan orang-orang yang berpesta di bawah… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #013/2016)

0 1289
Teks: Reki Desma Tri Putra l Foto: Bambang Purwanto

Ide membangun restoran berkonsep pesawat terbang ini sebenarnya sudah tercetus dari tahun 2011 dan bisa terealisasi berkat kerjasama dengan salah satu perusahaan penerbangan tanah air. Setelah itu dipilihlah area wisata Ancol yang dianggap tempat untuk memaksimalkan pengalaman ekslusif ini. Konsep utama dari tempat ini adalah menghadirkan suasana kuliner di dalam pesawat sehingga segala dekorasi dan pernak-pernik yang ada haruslah sesuai dengan apa yang ditemukan di dalam sebuah kapal terbang. Untuk itu, dipilihlah sebuah pesawat penumpang yang dimodifikasi sedemikian rupa untuk menjadi sebuah restoran, dengan tingkat keaslian interior dipertahankan 60%. Furnitur-furnitur di dalamnya lalu dimodifikasi supaya pengunjung bisa lebih mudah menikmati makanannya, seperti custom kursi di dalam dengan roda serta melepas seatbelt kursi karena sudah tidak dibutuhkan. Meja kayu dihadirkan sebagai meja makan utama yang menambah kesan hangat serta bepadu dengan sempurna dengan interior pesawat.

Untuk kuliner, Rumah Kayu Air mengusung menu yang tentunya memiliki kualitas terbaik. Makanan khas Nusantara yang disajikan menjadi pengantar yang sempurna untuk sekedar bersantai atau pertemuan private di atas meja yang berkapasitas maksimal 4 orang. Hidangan lain yang menjadi unggulan adalah seafood frozen atau segar –  yang bisa dinikmati setiap saat disini. Sebagai penutup jamuan, minuman tradisional atau bernuansa barat bisa dipesan… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #013/2016)

 

0 620
Oasis Restaurant, the Art of Culinary
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Faktor historical attraction benar-benar dimanfaatkan sebagai pesona yang kuat di Oasis. Bangunan asli tahun 1928 peninggalan zaman kolonial Belanda yang dahulunya dikenal sebagai rumah pribadi F. Brandenburg van Oltsende, sang jutawan rempah rempah, masih berdiri kukuh menyambut penikmat kuliner fanatik yang mengerti akan seni dan prestise.
Sebagai salah satu dari resto tua terkemuka di Ibukota, Oasis memang memiliki kekhususan tersendiri. Ia dikenal sebagai resto berkelas yang seringkali menerima kedatangan tamu-tamu resmi negara maupun pesohor dunia. Rancang arsitektur tempo dulu dipertegas dengan dekorasi interior berhiaskan sederet furnitur dan unsur dekoratif antik yang bernilai seni tinggi, berkelas premium, dan dipastikan original. Seperti museum hidup. Karenanya, hanya kalangan tertentulah yang mengagumi value bersantap di sini, yang akan rela berlama-lama duduk, rileks, berdiskusi seni seraya menyantap menu premium. Pengalaman bersantap yang sungguh berbeda.
Ketika didirikan pada tahun 1979 konsep culinery of art memang telah dicanangkan. Oasis ingin mengangkat inspirasi kekayaan budaya pada pengalaman berkuliner. Didukung oleh interior ruang yang berkarakter Indonesia, menu makanan tradisional menjadi sesuatu yang berkelas, disajikan semenarik mungkin, dan yang teristimewa adalah pelayanan ala rijsttafel yang menjadi andalan resto. Ritjsttafel merupakan cara makan yang pertama kali muncul saat era kolonial Belanda. Arti kata itu sederhana saja, meja nasi, tapi menu yang terhidang lebih dari nasi. Di Oasis, setiap tamu yang memesan ala ritsttafel mendapat selusin jenis makanan yang berbeda, jadi membutuhkan waktu cukup lama untuk mengkonsumsi semuanya… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #012/2015)

0 598
Teks: Chandra Sumawinatal Foto: Bambang Purwanto

Kemana pun kita terbang jauh mengelilingi dunia, tanah kelahiran tetaplah magnet kerinduan yang selalu membuat kita ingin kembali, sulit tergantikan. Made Yunus Gani, owner Dandelion Cafe Nature & Culture punya cerita khusus soal ini. Sejak usia 22 tahun ia telah meninggalkan Bali dan traveling menjejakkan kaki nyaris di 32 negara. Selama berpindah dari satu negara ke negara lain, di kurun waktu itu ia biasanya hanya menetap 8 bulan di Bali untuk kemudian melanjutkan kembali profesinya sebagai waiter di banyak negara. Hingga akhirnya pada tahun 2013 ia memutuskan pulang kampung dan membuat bisnis resto ini.

Pengalaman berkeliling dunia tak mengikis rasa cinta pada budaya lokal, sebaliknya justru semakin memperdalam keinginan pemilik untuk turut melestarikan kekayaan khazanah seni budaya Nusantara. Di resto ini, nuansa Bali dan Jawa terasa kental. Di atas lahan sekitar 6 are dengan luas bangunan 90 meter persegi, ditambah outdoor area seluas 300 meter persegi, Dandelion hadir dengan karakter bangunan berkonsep joglo. Lokasi resto di Jalan Raya Batu Bolong nomor 9, 500 meter sebelum echo beach kian mempesona dengan tambahan view sawah yang tertangkap mata kala bersantap. Natural nan menyejukkan.

Pilihan nama Dandelion sendiri memiliki arti khusus. Kendati nama ini merupakan pemberian ide dari seorang kenalannya, bagi Yunus, nama Dandelion memiliki filosofi yang tinggi. Bunga rumput liar berwarna putih itu memang hanyalah tanaman liar dan  jauh dari kesan indah jika tumbuh berdiri sendiri, tetapi ketika tumbuh berkumpul dan berkembang, ia akan mempesona pada waktunya walaupun tidak dipelihara. Makna keindahan itulah yang ia refleksikan bagi restonya…  (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #012/2015)

0 492
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Merupakan sensasi tersendiri rasanya menikmati barisan-barisan bambu yang meliuk-liuk membungkus dinding dan langit-langit ruang yang tinggi dan lapang Vin + Wine Shop & Restaurant di Seminyak, Bali. Decak kagum pun terselip karena keelokan wujud yang nyatanya merupakan karya desain sendiri sang owner. Pecinta wine yang dulunya pernah memiliki kebun anggur di negeri Prancis itu lalu tergiring untuk meramaikan kawasan jantung Seminyak dengan mendirikan resto yang  homey, nyaman, dan santai bagi para tamu yang ingin menikmati wine bak di rumahnya sendiri. Desain mumpuni ini berhasil menyita perhatian dan merebut penghargaan sebagai Best Restaurant, Bar, and Cafe Award 2015 versi Majalah Now Bali.

Di lokasi premium tersebut, lahan seluas kurang lebih 1000 meter persegi lalu dieksplor sedemikian alamiah dan romantis. Permulaan bisnis yang sekadar retail produk wine kemudian berkembang sampai membangun resto dan cafe lounge. Sesuai dengan namanya, Vin+ menawarkan kelengkapan ragam wine impor mulai dari kelas dengan harga terjangkau hingga premium, termasuk di antaranya new world wine (dari Australia, New Zealand, Chili, Argentina, Amerika, Afrika Selatan) dan old world wine ( dari Prancis, Italia, Jerman, Spanyol, dan Austria).

Inspirasi sebagai destinasi khusus penggemar fanatik wine membuat Vin+ cukup sukses menjaring banyak wisatawan. 40% di antaranya merupakan tamu asal Australia, sedangkan 60% mix dari lokal Jakarta dan Bali, juga turis asing Eropa dan Asia, meliputi Singapura dan Hongkong. Penggemar khusus ini biasanya sudah tahu apa yang mereka cari, datang langsung dengan menyebut brand, jenis anggur, atau harga yang dimaksud… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #012/2015)

0 441
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Fernando Gomulya

Di Grand Aston Benoa Resto, sejurus mata memandang yang tertangkap memang kesan segar. Konsep fresh tropical yang kini mendekorasi resto di kawasan Benoa – Bali ini benar-benar telah menyulap rancang bangunan existing yang dulunya bernuansa agak gelap. Suasana menjelma menjadi fresh, terang, dalam dominasi putih. Atmosfer tropis sarat direpresentasikan oleh kehadiran replika batang-batang pohon, alhasil ruang pun menjadi terasa sangat tropical. Menjajaki ruang demi ruang seperti melalui prosesi yang menyuguhkan kejutan demi kejutan. Desainer Cosmas Gozali menyebutnya sebagai illusion, bagian yang senantiasa tak lupa ia sisipkan ke dalam setiap karya desainnya. Di sini ia hadirkan pula gazebo bale bengong khas Bali yang dirancangnya lebih bergaya modern. Kain-kain motif kotak-kotak hitam putih yang menghias ceiling bak melambai-lambai menyapa pengunjung yang datang. Ekspresi ini sengaja dihadirkan untuk membawa suasana outdoor ke dalam ruangan. Bagian ruang tertentu yang sejatinya secara keseluruhan berupa dinding kini semua berganti menjadi cermin… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #011/2015)

0 566
B’ Steak, when Homey & Industrialist Styles Meet
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Suasananya jauh dari kesan monoton. Luas bangunan yang mencapai 1200 meter persegi menawarkan kenyamanan yang memberi kesempatan sepenuhnya pada pengunjung untuk memilih spot mana saja yang mereka sukai. Kendati tidak berlebihan, setiap sudut resto bak menciptakan kejutan-kejutan nuansa alamiah kayu nan menyegarkan. Performa baru resto ini tidak terlepas latar belakang pembangunan yang hendak menghadirkan image baru restoran cabang ke-3 B’ Steak Grill n Pancake supaya menarik kunjungan lebih banyak lagi pecinta kuliner menghabiskan waktu senggang di sana. Di atas lahan seluas 1600 meter persegi, klien meminta bangunan dikemas berkesan modern, tetapi tetap bernuansa homey dan cozy agar resto terasa welcome untuk semua kalangan, baik sebagai tujuan bersantap keluarga maupun spot hang out kaum muda. Arsitek Jefri Buntoro dari Jetta Living Architecture & Interior Design Studio merealisasikannya menjadi seperti yang bisa Anda nikmati saat ini.
Jangan lupa untuk mencicipi beberapa menu andalan B’ Steak yang di antaranya meliputi Chocolate Pancake dengan Oreo Crumb dan Cream Cheese Frosting dengan topping Homemade Ice Cream; Australian Prime Tenderloin steak topped dengan saus blue cheese… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #011/2015)

0 871
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Ingin bersantap romantis di pinggir pantai? The Beach House lah jawabannya. Suasana yang memanjakan mata kontan tertangkap saat memasuki resto ini yang tidak cuma menyajikan menu masakan dan minuman istimewa, tetapi juga “menjual” eksotika kemasan konsep green dan birunya view laut dan langit. Teriknya suhu sekitar dan sinar matahari seperti teredam oleh tatanan taman dan pepohonan tropis yang rimbun di lahan seluas dua hektar. Di area makan outdoor terlihat furnitur, gazebo, dan kursi rotan ditata secara acak beratapkan pepohonan yang memberi keteduhan, menyatu dengan suara debur ombak dan pasir pantai yang putih. Lampu-lampu gantung menghias dahan-dahan pohon. Di sini pengunjung diberi kesempatan duduk berlama-lama sambil bersantap tanpa harus khawatir dikenakan limit waktu. Menu makanan bercita rasa lezat yang disajikan pun sangat lengkap, mulai dari Indonesian food, Chinese food, sea food sampai makanan western untuk ekspatriat yang banyak bekerja profesional di Balikpapan. Live music sengaja tidak perform supaya suara khas angin laut dan deburan ombak saja yang menemani para tamu, sehingga suasana alam pantai semakin kental terasa. Spot yang hanya berjarak lima kilometer dari pusat Kota Balikpapan ini menjadikan momen bersantap di tepi pantai ini opsi berkuliner yang ramai dikunjungi kalangan berkelas yang ingin dimanjakan… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

0 872
Hanei Sushi, Abstract Wooden Resto
Teks: Chandra Sumawinata Foto: Bambang Purwanto & Koleksi Istimewa

Dari kejauhan pun, rasanya mata sudah tertuju pada tampilan Resto Hanei Sushi yang eye catching. Berukuran mungil 111 meter persegi, atmosfer cozy kayu tampak berbaur dengan desain inovatif yang diadaptasi dari interior gaya jepang.

2Konsep desain resto gaya Jepang tak terlepas dari dominasi penggunaan material kayu. Nuansa natural serta warm light environment dan cozy ambience dikawinkan dengan tatanan furnitur berdesain simpel minimalis dan fungsional. Termasuk tentunya pilihan warna natural, hitam, off white, serta cokelat kayu yang merupakan color scheme interior gaya Negeri Sakura. Gaya boleh modern, tetapi filosofi mengedepankan jiwa green design tetap ditonjolkan.

3Desainer Erwanto, Ir., MT dari Biro Esperta Architecture – Interior menguliknya menjadi sebuah value menarik yang antara lain diekspresikan lewat penggunaan bahan material kayu bekas dan potongan kayu bekas restoran lama yang dipakai ulang… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #009/2015)

4

0 726
Fitplus, Industrial Look for Health
Teks: Chandra Sumawinata Foto: Bambang Purwanto

Sederet produk peralatan fitness tampak berjajar di ruang Fit Plus seluas 90 meter persegi. Tak nampak kesan keras dan kaku. Sebaliknya yang terasa adalah suasana welcoming bak berada di sebuah rumah. Industrial look melalui penonjolan besi-besi dan expose ceiling terlihat berkolaborasi dengan penggunaan material kayu-kayu meneduhkan.

3

Fit Plus sengaja membawa konsep ini demi mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain besar dalam pengadaan produk-produk peralatan fitness. Imajinasi dan kreasi Desainer Erwanto, Ir., MT dari Biro Esperta Architecture – Interior berhasil mengawinkan konsep desain dan ketersediaan alat olah raga ke dalam gaya hidup masa kini. Di sinilah belanja perlengkapan fitness dalam gerai bersuasana friendly dan penuh kenyamanan akan memuaskan kebutuhan Anda… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #009/2015)2