Design

0 343
Teks: Annisa Billa l Foto: Koleksi Equip-Bathrooms Company

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bathrooms sanitary, baik dari segi desain maupun kualitas, maka Equip-Bathrooms Indonesia, salah satu spesialis distributor bathrooms sanitary di Indonesia, memberikan pilihan tampilan desain sanitari yang berbeda dari Eropa. Seperti halnya untuk desain free-standing bathtub dari Victoria+Albert (UK) yang dapat dipadukan dengan iB Rubinetti Marmo Series free-standing bathtub filler dari desain Italia. Perpaduan kedua produk ini mampu memberikan sentuhan style yang unik dan menarik untuk kamar mandi kita. Kedua produk sanitari ini memiliki keunggulan masing-masing, baik dari segi kualitas, maupun desain. Victoria+Albert bathtub memiliki kualitas yang terjamin, karena bathtub terbuat dari material Vulcanic Limestone dan tersedia dalam banyak pilihan model desain, mulai dari desain klasik hingga modern. Sementara itu, iB Rubinetti Marmo Series free-standing bathtub filler terbuat dari marbel pilihan dengan kualitas terbaik dari Italia. Marmo merupakan koleksi sanitary fitting yang menggabungkan desain, pengetahuan, dan keahlian dari batu terbaik yang dipilih, dipotong, dan dipoles untuk mendapatkan hasil yang tipis dan permukaan yang tahan lama.

Dengan beragam keunggulan yang dimiliki, Equip-Bathrooms Indonesia yakin akan mampu bersaing dengan distributor sanitari lainnya, baik dari segi spesifikasi, desain, kualitas, dan – sudah tentu juga – dengan harga yang competitive. Wujudkan segera impian desain kamar mandi kita di Equip-Bathrooms Company atau kunjungi www.equip-bathrooms.com

0 443
Teks: Annisa Billa l Foto: Koleksi Equip-Bathrooms Company

Seiring dengan perkembangan desain bathrooms sanitary, Equip-Bathrooms Indonesia –  salah satu spesialis distributor bathrooms sanitary di Indonesia – menawarkan tampilan desain sanitari yang terlihat klasik serta dapat memberikan arti yang kuat pada ruangan kamar mandi kita. Equip-Bathrooms Indonesia mempersembahkan produk iB Rubinetti, Victoria+Albert, and Vitruvit. Ketiga produk tersebut merupakan produk dengan desain dari Eropa. Seperti halnya untuk keran klasik washtafel dan aksesoris kamar mandi dari produk iB Rubinetti, yaitu Hermes Series dan Belmondo Series yang dapat dipadukan dengan desain klasik dari produk Vitruvit dan Victoria+Albert yang khusus untuk sanitary ware, wash basin, toilet, dan bathtub.

Perpaduan ketiga produk ini akan menampilkan nuansa tersendiri dan menarik untuk kamar mandi kita. Ketiga produk sanitari ini memiliki keunggulannya masing-masing, baik dari segi kualitas ataupun desain. Sehingga setiap kamar mandi dan setiap sudutnya dapat menciptakan keunikan tersendiri.

Dengan beragam keunggulan yang dimiliki, Equip-Bathrooms Indonesia yakin mampu bersaing dengan distributor sanitari yang lainnya, baik dari sisi spesifikasi, design, kualitas dan sudah tentu juga dengan harga yang competitive. Dapatkan segera impian design kamar mandi anda di Equip-Bathrooms Company.

0 436
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Digilant merupakan upaya untuk menemukan kembali masa lalu dan masa depan. Digilant merupakan sebuah visi tentang bagaimana kehidupan sekarang dan di masa depan, seharusnya. Hammock menggambarkan naluri manusia untuk bermain dan bersenang-senang. Kursi menggambarkan perayaan masa lalu dan merangkul masa depan. Sementara warna yang digunakan memberi gambaran agar kita tidak khawatir tentang dunia yang mungkin saja bisa menjadi sangat keras dan suram. Bahan, tekstur, dan bentuk-bentuk yang digunakan dalam Digilant menyampaikan kepada kita bahwa kita adalah makhluk yang fleksibel, gesit, dan berakal; penerangan berbintang memberitahu kita untuk melihat hal-hal dari sisi terang atau baik.

0 546
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Cryptic mewakili gaya hidup kaum terpelajar yang memiainkan peranan besar dalam lingkungan. Seperti kita ketahui, bahwa bio-engineering memainkan peran yang besar dalam sebuah bentuk yang hybrid, dan dengan melibatkan Biomimicry, terciptalah material baru yang ramah lingkungan dan sehat. Produk Cryptic memiliki aura yang tidak biasa, namun menakjubkan dan inovatif.

0 515
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Vigilant merupakan perpaduan antara kearifan lokal dan teknologi tinggi yang telah membuahkan solusi global melawan kemiskinan dan menanggapi situasi darurat kemanusiaan. Kini, efisiensi dan kreativitas telah menjadi bentuk baru sebuah kemewahan di mana eksotisme bertemu dengan teknologi high-end.

0 486
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Archean terinspirasi oleh periode fotosintesis pertama di Bumi. Setelah masa kepunahan akibat ulah manusia, Archean merupakan pemikiran tentang bentuk-bentuk kehidupan awal manusia yang sederhana namun canggih, dan bahkan berkelanjutan hingga jutaan tahun. Archean merupakan upaya untuk mempelajari peradaban pada tingkatan organisme mikro dan untuk memahami lebih dalam tentang struktur Bumi; juga merupakan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.

0 473
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Desain booth Desainer Alvin Tjitrowirjo dengan brand-nya AlvinT selama Pameran Mozaik 2016 terinspirasi dari kunjungan sang desainer ke Kepulauan Alor, Nusa Tenggara Timur. Alvin mengunjungi Ternate yang terkenal dengan Tenun Ikatnya yang biasa dikeringkan di “Jemuran”. Alvin terinspirasi oleh ruang yang terbentuk dari untain kain yang dijemur. Selanjutnya Alvin memutuskan untuk mengubah bentuknya menjadi pembagi ruang modern: Anyaman dari rotan sintetis berpola modern dan berwarna. Lebih jauh, Alvin pun bereksperimen dengan ukuran dan skala yang menghasilkan tampilan visual dan spasial yang baru nan menawan.

0 424
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Bambu adalah material yang mudah tumbuh di Indonesia dan telah menjadi bagian yang penting dalam budaya Indonesia. Meski bambu merupakan material sederhana dan harganya murah, bila diolah dengan metode yang tepat, dapat menjadi sebuah instalasi modern dan unik: sebuah karya seni yang indah dan mewah.

The Wave, sebuah kreasi karya  Arch. Dipl. Ing. Cosmas Gozali, IAI dan dikonstruksi Mukoddas Suhada, ST., MT., IAI merupakan sebuah eksplorasi anyaman bambu yang mempresentasikan persatuan: Jika kita bersatu, kita akan mampu melawan gelombang globalisasi, bahkan menciptakan gelombang baru yang mampu menunjukkan jati diri kita di dunia internasional, tanpa menghilangkan kekhasan lokalitas.

Selama Mozaik 2016, the Wave juga menjadi “ruang pameran” untuk furnitur dan karya seni yang didesain oleh desainer dan seniman Indonesia. Keunikan dan bentuk otentik yang terealisasikan dalam setiap desain, digabungkan dengan bentuk organik bambu, menggambarkan kreatifitas dan kemampuan dari desainer untuk menciptakan karya yang baru. Sementara box hitam yang dinamis layaknya desainer baru yang sedang mencari identitas di tengah industri kreatif Indonesia. Perpaduan warna hitam, warna natural dari bambu, dan warna-warni furnitur menciptakan sebuah keseimbangan baru.

0 784
Teks: Annisa Billa l Foto: Koleksi OCK Designs

Budiman Ong, Pendiri Ong Cen Kuang Designs, selalu tertarik pada pencahayaan – sebuah elemen yang selalu dibutuhkan dan tidak tergantikan di setiap rumah. Selanjutnya, karena ketertarikannya untuk mengeksplorasi karakter unik setiap bahan, dan karena ketertarikannya terhadap desain modern, Budiman Ong menciptakan Ong Cen Kuang pada tahun 2008. Di studionya di Bali, Budiman merancang dan membuat kerajinan tangan perlengkapan pencahayaan. Setiap karyanya dibuat secara manual satu per satu, sehingga memungkinkan setiap karakter unik dari bahan-bahan yang digunakan “berbicara sendiri” menjadi sebuah kreasi yang inovatif. Sementara sentuhan tradisional dalam unsur modern pada setiap karyanya menghidupkan cerita dan jiwa sebuah karya. Jiwa ketimuran Budiman menginspirasi dalam desain-desain Budiman, sementara pendidikan dari Barat – Lulusan dari Gray School of Art, Robert Gordon University di Skotlandia – membentuk estetika dan pengetahuannya dalam mendesain. “Bagi saya, desain adalah sebuah proses. Saya tidak selalu tahu ke mana ide membawa saya hingga saya mengeksplor bahan di tangan saya. Selannjutnya saya bermain dengan imajinasi saya sampai menjadi sebuah karya baru,” ungkap Budiman Ong.

Alur

Seri kap lampu ini dibuat dengan bahan ritsleting yang memanifestasikan ‘patah-simetri’. Alur merupakan representasi terbaik dari misi Ong Cen Kuan Designs: barang kerajinan pencahayaan puitis namun elegan dengan pilihan material yang tak terduga.

Lipat

Dilipat dari lembaran kain, kap lampu berbentuk & bertekstur geometris ini merupakan gambaran kecintaan Budiman di masa kecil dalam teknik melipat kertas.

Thistle

Terinspirasi dari bunga nasional Skotlandia dan seni origami, Thistle merupakan penghormatan Budiman atas kenangannya di Skotlandia. Sekilas kap lampu ini bak menusuk cahaya melalui pola geometrisnya, menciptakan permainan dinamis dan menarik dari cahaya dan bayangan.

Bulat

Teknik aplikasi kertas tradisional dipertemukan dengan bahan linen Skandinavia. Potongan-potongan yang rumit dari bentuk geometris tiga dimensi menjelma bak tekstur alami sarang lebah.

Rubic

Karya ini mampu mengangkat ruangan yang kurang terlihat. Jalinan garis beraturan yang menghasilkan permainan bayangan merupakan penghargaan Budiman terhadap estetika.

0 851
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Kaca patri diciptakan pada abad X hingga XI di Eropa. Di Indonesia sendiri, seni kaca patri mulai diaplikasikan pada bangunan besar mulai pertengahan tahun 1800. Namun sejak perang dunia ke-2, produksi kaca patri secara perlahan mulai terkikis, mulai hilang, dan terlupakan karena Pemerintah Kolonial Belanda berhenti membangun koloninya. Eztu Glass Art, milik pengusaha ternama Brian Yaputra, lahir sebagai pelopor seni kaca patri Indonesia sejak 1981. Beliaulah yang telah membangkitkan kembali karya seni kaca patri berkualitas tinggi yang sempat hilang dan dilupakan di negeri ini. Eztu Glass Art memfokuskan diri di bidang kaca, selain kaca patri. Eztu Glass Art bahkan telah mampu memproduksi dalam ukuran besar. Sampai akhir 2013 karya Eztu Glass Art telah menghiasi sekitar 200 rumah ibadah yang tersebar di Nusantara, Saudi Arabia, Dubai, Afrika Selatan, Singapura, Jepang dan sekitar 30 buah di Hongkong. Juga puluhan proyek monumental, meliputi Istana Bukit Khayangan di Brunei Darussalam, Disney Land Hong Kong, dan Smith’s Museum of Stained Glass Window di Navy Pier, Chicago IL, USA… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)