Lifestyle

0 466
Saphir Ceramic on White Sleek Bathroom | Foto : Koleksi Kartell / LAUFEN AMBIENCE / Desainer : Ludovica dan Roberto Polomba / Lokasi : Milan

Kolaborasi bahan material dan teknologi yang tepat menghadirkan sebuah inovasi desain yang menawan.

Koleksi Kartell by Laufen untuk desain kamar mandi karya Ludovica dan Roberto Polomba, desainer interior asal Itali, yang dipamerkan di Milan Furnitu!re Fair 2013 lalu bergaya minimalis yang elegan. Ruang kamar mandi terasa meneduhkan dengan garis desain yang sederhana dan jujur. Dominasi warna putih pada hampir semua elemen dipercantik dengan suguhan furnitur plastik transparan. Bubuhan warna furnitur membuat tampilannya tidak terlalu ‘dingin’ memiliki emosi. Ini memberikan pengalaman meruang yang menyenangkan di kamar mandi.
Keistimewaan desain ini diperoleh lewat kolaborasi beberapa karya, yakni Kartell untuk furnitur plastik polikarbonatnya dan Laufen yang memproduksi perangkat sanitasi berbahan saphirkeramik. Produk keduanya tepat digabungkan karena memiliki kesamaan hasil akhir yang mulus tanpa sambungan.

1 687

Apa jadinya jika citarasa masakan terenak dari dua negara yang berbeda bertemu di dalam satu hidangan? Sudah terbayang rasa makanan yang dobel lezatnya dan ini bisa didapatkan hanya di satu tempat, Suntiang Restaurant.

Masakan Jepang bukan hal yang asing lagi di negara ini. Beragam jenis gerai makanan Jepang tersebar di penjuru kota, dari yang bercitarasa otentik hingga jenis fast food yang sudah sangat disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Bisa dikatakan makanan Jepang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perkotaan masa kini.
Meski begitu, masih banyak yang kurang bisa menikmatinya, terutama bagi mereka yang suka makanan yang berbumbu dengan rempah-rempah yang kuat.

0 1158

Apa yang akan terjadi dengan kondisi hunian di Indonesia pada tahun 2030 nanti?
Atap Jakarta mencoba untuk menghadirkan sebuah studi dengan bekerjasama dengan para pakar dari Jepang yang terlebih dahulu sudah menyelenggarakan House Vision tahun ini.

Keberangkatan beberapa pakar arsitek dan desainer Indonesia yang diundang ke acara House Vision di Jepang pada 18 Maret 2013 yang lalu menjadi titik tolak sebuah gerakan dan aktivitas yang kemudian dikenal dengan Atap Jakarta. Ahmad Djuhara, Sigit Kusumawijaya, Francis Surjaseputra & Lim Masulin diundang untuk memaparkan sudut pandang mereka tentang masa depan hunian di Indonesia. Dari kunjungan mereka itu kemudian terwujud kerjasama antara Indonesia dan Jepang dalam organisasi non profit Atap Jakarta – House Vision Indonesia untuk menyelenggarakan serangkaian diskusi, simposium, workshop, dan riset yang hasil akhirnya nanti akan dipamerkan seperti House Vision di Jepang.
Dengan didukung oleh para ahli di Jepang seperti Kenya Hara & Sadao Tsuchiya, serangkaian diskusi tentang masa depan hunian di Jakarta dan Indonesia diselenggarakan, sekaligus mengangkat beberapa topik yang juga menjadi fokus questionnaire secara online di website https://www.atap-jakarta.org/en/.
Ada enam topik yang menjadi poros pengembangan Atap Jakarta – House Vision Indonesia yaitu ‘compact’, ‘energi’’, ‘komunitas dan publik’, ‘mobilitas’, ‘renovasi’, serta ‘eksterior’ atau ‘interior’.