Lifestyle

0 455
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Digilant merupakan upaya untuk menemukan kembali masa lalu dan masa depan. Digilant merupakan sebuah visi tentang bagaimana kehidupan sekarang dan di masa depan, seharusnya. Hammock menggambarkan naluri manusia untuk bermain dan bersenang-senang. Kursi menggambarkan perayaan masa lalu dan merangkul masa depan. Sementara warna yang digunakan memberi gambaran agar kita tidak khawatir tentang dunia yang mungkin saja bisa menjadi sangat keras dan suram. Bahan, tekstur, dan bentuk-bentuk yang digunakan dalam Digilant menyampaikan kepada kita bahwa kita adalah makhluk yang fleksibel, gesit, dan berakal; penerangan berbintang memberitahu kita untuk melihat hal-hal dari sisi terang atau baik.

0 566
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Cryptic mewakili gaya hidup kaum terpelajar yang memiainkan peranan besar dalam lingkungan. Seperti kita ketahui, bahwa bio-engineering memainkan peran yang besar dalam sebuah bentuk yang hybrid, dan dengan melibatkan Biomimicry, terciptalah material baru yang ramah lingkungan dan sehat. Produk Cryptic memiliki aura yang tidak biasa, namun menakjubkan dan inovatif.

0 547
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Vigilant merupakan perpaduan antara kearifan lokal dan teknologi tinggi yang telah membuahkan solusi global melawan kemiskinan dan menanggapi situasi darurat kemanusiaan. Kini, efisiensi dan kreativitas telah menjadi bentuk baru sebuah kemewahan di mana eksotisme bertemu dengan teknologi high-end.

0 500
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Archean terinspirasi oleh periode fotosintesis pertama di Bumi. Setelah masa kepunahan akibat ulah manusia, Archean merupakan pemikiran tentang bentuk-bentuk kehidupan awal manusia yang sederhana namun canggih, dan bahkan berkelanjutan hingga jutaan tahun. Archean merupakan upaya untuk mempelajari peradaban pada tingkatan organisme mikro dan untuk memahami lebih dalam tentang struktur Bumi; juga merupakan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.

0 497
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Desain booth Desainer Alvin Tjitrowirjo dengan brand-nya AlvinT selama Pameran Mozaik 2016 terinspirasi dari kunjungan sang desainer ke Kepulauan Alor, Nusa Tenggara Timur. Alvin mengunjungi Ternate yang terkenal dengan Tenun Ikatnya yang biasa dikeringkan di “Jemuran”. Alvin terinspirasi oleh ruang yang terbentuk dari untain kain yang dijemur. Selanjutnya Alvin memutuskan untuk mengubah bentuknya menjadi pembagi ruang modern: Anyaman dari rotan sintetis berpola modern dan berwarna. Lebih jauh, Alvin pun bereksperimen dengan ukuran dan skala yang menghasilkan tampilan visual dan spasial yang baru nan menawan.

0 444
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Bambu adalah material yang mudah tumbuh di Indonesia dan telah menjadi bagian yang penting dalam budaya Indonesia. Meski bambu merupakan material sederhana dan harganya murah, bila diolah dengan metode yang tepat, dapat menjadi sebuah instalasi modern dan unik: sebuah karya seni yang indah dan mewah.

The Wave, sebuah kreasi karya  Arch. Dipl. Ing. Cosmas Gozali, IAI dan dikonstruksi Mukoddas Suhada, ST., MT., IAI merupakan sebuah eksplorasi anyaman bambu yang mempresentasikan persatuan: Jika kita bersatu, kita akan mampu melawan gelombang globalisasi, bahkan menciptakan gelombang baru yang mampu menunjukkan jati diri kita di dunia internasional, tanpa menghilangkan kekhasan lokalitas.

Selama Mozaik 2016, the Wave juga menjadi “ruang pameran” untuk furnitur dan karya seni yang didesain oleh desainer dan seniman Indonesia. Keunikan dan bentuk otentik yang terealisasikan dalam setiap desain, digabungkan dengan bentuk organik bambu, menggambarkan kreatifitas dan kemampuan dari desainer untuk menciptakan karya yang baru. Sementara box hitam yang dinamis layaknya desainer baru yang sedang mencari identitas di tengah industri kreatif Indonesia. Perpaduan warna hitam, warna natural dari bambu, dan warna-warni furnitur menciptakan sebuah keseimbangan baru.

0 812
Teks: Annisa Billa l Foto: Koleksi OCK Designs

Budiman Ong, Pendiri Ong Cen Kuang Designs, selalu tertarik pada pencahayaan – sebuah elemen yang selalu dibutuhkan dan tidak tergantikan di setiap rumah. Selanjutnya, karena ketertarikannya untuk mengeksplorasi karakter unik setiap bahan, dan karena ketertarikannya terhadap desain modern, Budiman Ong menciptakan Ong Cen Kuang pada tahun 2008. Di studionya di Bali, Budiman merancang dan membuat kerajinan tangan perlengkapan pencahayaan. Setiap karyanya dibuat secara manual satu per satu, sehingga memungkinkan setiap karakter unik dari bahan-bahan yang digunakan “berbicara sendiri” menjadi sebuah kreasi yang inovatif. Sementara sentuhan tradisional dalam unsur modern pada setiap karyanya menghidupkan cerita dan jiwa sebuah karya. Jiwa ketimuran Budiman menginspirasi dalam desain-desain Budiman, sementara pendidikan dari Barat – Lulusan dari Gray School of Art, Robert Gordon University di Skotlandia – membentuk estetika dan pengetahuannya dalam mendesain. “Bagi saya, desain adalah sebuah proses. Saya tidak selalu tahu ke mana ide membawa saya hingga saya mengeksplor bahan di tangan saya. Selannjutnya saya bermain dengan imajinasi saya sampai menjadi sebuah karya baru,” ungkap Budiman Ong.

Alur

Seri kap lampu ini dibuat dengan bahan ritsleting yang memanifestasikan ‘patah-simetri’. Alur merupakan representasi terbaik dari misi Ong Cen Kuan Designs: barang kerajinan pencahayaan puitis namun elegan dengan pilihan material yang tak terduga.

Lipat

Dilipat dari lembaran kain, kap lampu berbentuk & bertekstur geometris ini merupakan gambaran kecintaan Budiman di masa kecil dalam teknik melipat kertas.

Thistle

Terinspirasi dari bunga nasional Skotlandia dan seni origami, Thistle merupakan penghormatan Budiman atas kenangannya di Skotlandia. Sekilas kap lampu ini bak menusuk cahaya melalui pola geometrisnya, menciptakan permainan dinamis dan menarik dari cahaya dan bayangan.

Bulat

Teknik aplikasi kertas tradisional dipertemukan dengan bahan linen Skandinavia. Potongan-potongan yang rumit dari bentuk geometris tiga dimensi menjelma bak tekstur alami sarang lebah.

Rubic

Karya ini mampu mengangkat ruangan yang kurang terlihat. Jalinan garis beraturan yang menghasilkan permainan bayangan merupakan penghargaan Budiman terhadap estetika.

0 701
Interpreted by: Annisa Billa l Source: impressiveinteriordesign.com

Dengan menerapkan beberapa tips berikut untuk merancang dapur luar ruangan, kita dapat menggabungkan banyak ide bagus yang akan membuat dapur kita menyenangkan dan menakjubkan.

Lokasi

Karena kita sedang berbicara tentang dapur luar ruangan, sangatlah penting untuk mempertimbangkan angina dan jumlah sinar matahari yang bakal terjadi di sebuah lokasi tertentu. Kita juga perlu melihat jalur akses ke fitur seperti rumput atau kolam renang. Sering kita membangun dapur luar ruangan dekat dengan rumah utama, karena hal ini mempermudah kita ketika membutuhkan sesuatu yang ada di rumah utama.

Ruang Penyimpanan yang Memadai

Dapur luar ruangan bekerja dengan cara yang sama seperti dapur dalam ruangan, yaitu  membutuhkan banyak ruang penyimpanan untuk menempatkan semua alat dan bahan. Tempat penyimpanan harus terbuat dari bahan yang tahan lama dan tahan air, karena mereka berada di luar.

Penerangan

Terkadang kita lupa bahwa meskipun dapur ini di luar ruangan, penerangan tetaplah diperlukan, sehingga kita dapat memasak dan menyajikan makaanan dengan sempurna. Meskipun begitu, tak kalah penting adalah  ketika dekorasi dapur luar ruangan yang juga biasanya berfungsi sebagai ruang makan. Pilihan lampu hias dapat meningkatkan suasana. Sangatlah dianjurkan untuk menggunakan lampu yang dimmable dan adjustable.

Outlet

Kita tentunya memerlukan tenaga listrik untuk peralatan dan penerangan di dapur luar ruangan kita. Dengan menempatkan outlet yang dekat dengan tempat memasak, maka kita akan memiliki listrik yang cukup untuk memasak baik itu siang atau malam hari.

Bermain Dengan Ambiance

Dalam dapur luar ruangan, kita dapat memasak dan menyantap hidangan kita dengan cara yang menyenangkan dan menjadi momen yang indah bersama dengan anggota keluarga dan teman-teman.

0 630
Interpreted by: Annisa Billa l Source: home-designing.com

Ada beragam cara untuk mengaplikasikan exposed concrete walls atau dinding beton exposed. Tetapi dekorasi interior nampaknya terkadang bukan yang pertama muncul dalam pikiran kita. Sesungguhnya hal ini dapat menjadi begitu sederhana, tetapi menarik dan sangatlah berguna dalam desain interior seperti halnya dalam dunia konstruksi. Maintenance exposed concrete walls tidak semudah drywall, tetapi dinding beton exposed memiliki beberapa pilihan menarik, yaitu dinding beton memiliki tekstur yang kuat serta indah dan dapat dipadukan dengan warna apapun yang dapat kita bayangkan, sehingga terciptalah tatanan yang menawan! Gambar-bambar berikut menunjukkan beberapa pendekatan yang berbeda sehingga kita dapat menemukan sentuhan yang cocok untuk dengan gaya kita. Semoga menginspirasi:

  • Exposed concrete walls yang bertekstur berpadu dengan baik bersama langit-langit yang tinggi. Untaian rangkaian pipa di langit-langit sebagai sentuhan gaya industrialis, tetapi tidak mengacaukan getaran tatanan chic di bawahnya.
  • Memainkan fantasti terang dan gelap exposed concrete walls menawarkan tampilan yang inspirasional. Warna gelap menyingkirkan perasaan “kosong” dan membuat rumah terasa lebih intim dan nyaman. Lukisan pun langsung menarik pandangan mata. Exposed concrete walls membuat latar belakang menjadi indah.
  • Memadukan warna coklat, kuning, biru, serta furnitur kayu, atau tekstil bukanlah sesuatu yang mahal untuk diupayakan dalam menyulap ruangan agar berkesan segar dan menarik.
  • Exposed concrete walls  di kamar mandi membuat marmer terlihat lebih dramatis.
  • Exposed concrete walls juga dapat diaplikasikan di kamar tidur. Variasi penempatan jendela dan skylight membantu untuk mengisi ruangan kamar tidur.

0 419
Teks: Reki Desma Tri Putra l Foto: Bambang Purwanto & Koleksi Mexicola

Terletak di kawasan Seminyak – Bali, Mexicola mengangkat konsep motel-resto bergaya otentik Mexico. Warna-warna cerah, desain quirky dan nikmatnya kuliner khas Mexico akan menemani kita saat mengunjungi tempat ini. Dari tampak depannya saja, terlihat jelas gaya desain interior dan bangunan yang menyerupai gaya urban Mexico. Sangat disarankan untuk menelusuri setiap sudut bangunan karena kita bisa menemukan berbagai keunikan etnik yang jarang ditemukan, seperti furnitur, gantungan foto, gambar lukisan, botol-botol, hingga komposisi warna-warnanya yang amat menarik hati. Desain dibentuk menyerupai museum penyimpanan artwork dan sangat menyenangkan untuk didatangi, dan tentunya tidak akan lengkap kunjungan kita ke sini tanpa berfoto-foto. Keunikan tempat ini turut memperkaya Bali sebagai salah satu tujuan wisata untuk semua orang.

Kalau sudah sampai kesini, rasanya tidak akan lengkap jika tidak mencoba makanan yang disajikan. Berbagai menu tradisional Mexico disajikan dengan modifikasi agar rasanya bisa diterima semua orang.      Tacos, Tostadas, dan Quesadillas menjadi hidangan penggugah selera sambil ditemani oleh Tequila selagi kita menikmati suasana pesta malam yang ramai dan hingar bingar. Jika ingin sedikit santai, naiklah ke lantai dua yang terasa lebh cozy selagi memperhatikan orang-orang yang berpesta di bawah… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #013/2016)