News

0 866

Pertumbuhan penduduk Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat setiap tahunnya dan secara otomatis menyebabkan kebutuhan akan rumah tinggal, apartment, ruko (rumah & toko), rukan (rumah & kantor), perkantoran dan segala bentuk properti lainnya semakin meningkat pula. Pesatnya perkembangan di bidang bisnis properti dewasa ini, khususnya di kota-kota besar di Indonesia membuka peluang yang menjanjikan bagi para pengembang. Oleh karena itu, Grand City Convex, sebagai salah satu penyelenggara pameran terbesar di Surabaya, kembali menggelar Surabaya Property Expo (SPX). Pameran yang digelar pada tanggal 17 hingga 26 Januari 2014 merupakan SPX ke-3. Pameran ini diikuti sejumlah pemain besar dalam bisnis properti, semisalnya Pakuwon Group, Ciputra Group, Inti Land, Agung Podomoro Group, Jayaland Group, pengembang top Jawa Timur lainnya dari berbagai lokasi properti seperti dari Surabaya dan Sidoarjo, juga pengembang besar dari Balikpapan, Bali, Jakarta, hingga Singapura.    Selengkapnya di Majalah Home Diary edisi ke-2 

0 856

Dalam rangka memvisualisasikan kegiatan dan program Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) ke tengah masyarakat perkotaan, khususnya Jakarta yang kurang terinformasi tentang hal ini, maka mengusung tema “Bakti SIKIB untuk Negeri Menuju Indonesia Sejahtera”, SIKIB EXPO 2014 digelar di Senayan City Jakarta pada tanggal 21 hingga 26 Januari 2014. Pada acara pembukaan pameran hadir pula ibu Herawati Boediono dan beberapa tamu penting lainnya, seperti beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, istri para Gubernur, tokoh-tokoh perempuan, Pimpinan Rumah Pintar se-Jabodetabek, Perguruan Tinggi, dan perwakilan anak-anak sekolah SD, SMP, dan SMA.

Visualisasi tema dituangkan ke dalam bentuk kapal layar yang melambangkan rumah bersama bagi bangsa Indonesia yang diibaratkan sedang mengarungi samudera luas. Kapal layar ini juga menjadi panggung performances dan juga kegiatan workshop selama acara berlangsung. 14 stand yang terbagi di sayap kanan dan kiri ditambah dengan bentangan lautan biru, menara mercusuar, dan juga hutan bakau membuat suasana “Desa Sejahtera” yang bernuansa bambu ini menjadi semakin hidup.  Selengkapnya di Majalah Home Diary edisi ke-2 

0 605

Biennale Desain dan Kriya Indonesia 2013 yang digagas oleh Direktorat Pengembangan Seni Rupa, Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan kegiatan biennale yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Kegiatan ini digelar di Galeri Nasional Indonesia sejak 19 Desember 2013 selama sebulan.

Mengacu kepada fakta bahwa di masa sekarang sudah tidak ada lagi kebenaran tunggal (yang dulu identik dengan kebenaran yang berasal dari Barat) serta bangsa Indonesia memiliki lebih dari 600 kelompok etnik dengan beragam ciri dan karakternya – menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki jumlah dan ragam kelompok etnik terbesar di seluruh dunia – maka GeoEtnik merupakan pilihan tema yang tepat untuk menjadi roh kegiatan Biennale kali ini. Beragam etnik yang dimiliki bangsa ini sangat potensial untuk dikaji dan digali agar pengembangan desain dan industri kreatif anak bangsa dapat diperkaya. Biennale Desain dan Kriya ini melibatkan 93 peserta    Selengkapnya di Majalah Home Diary edisi ke-2 

0 496

The Legend of Hercules —anak manusia setengah dewa— tidak habis-habisnya menjadi inspirasi film sejak lama. Pada awal tahun 2014 mendatang kisah tentang putra Zeus ini kembali diangkat ke layar lebar oleh sutradara Renny Harlin. Sutradara dan produser asal Finlandia yang sudah berkecimpung sejak tahun ’80-an ini terkenal dengan film-film, diantaranya 5 Days of War, 12 Rounds, Cleaner, Deep Blue Sea, dan Die Hard 2.

0 570

Ben Stiller menyutradarai dan sekaligus membintangi film The Secret Life of Walter Mitty yang diadaptasi dari kisah klasik milik James Thurber di tahun 1939. Berkisah tentang seorang penghayal yang berusaha melepaskan diri dari kehidupan rutinnya dan menghilang ke dunia impiannya yang penuh kisah kepahlawanan, romantis dan petualangan. Film yang turut dibintangi oleh Adam Scott, Sean Penn, Patton Oswalt dan Shirley Maclaine ini sebenarnya sudah pernah dibuat di tahun 1947 dengan bintang utamanya Danny Kaye. Film bergenre drama komedi ini memiliki cerita yang sangat sederhana dengan pesan moral yang mendalam. Stiller sengaja mengemasnya ke dalam tampilan yang modern sesuai kehidupan masa kini.