Highlight

0 298
TekslFoto: Umi Key

Elegan dan diseimbangi dengan proporsi yang indah, koleksi keran kamar mandi Composed™ dari Kohler memiliki semuanya. Bertujuan untuk menampilkan desain yang detail dan cocok di dalam semua interior, koleksi ini adalah bagian dari komitmen Kohler untuk mengembangkan produk dengan desain kontemporer global. “Ketika kami merencanakan koleksi baru kamar mandi kontemporer, kami memanggil semua desainer global kami,” ucap Daniel Brohn, Vice President of Marketing dari Kohler Faucets. “Inspirasi untuk Composed™ datang dari para seniman dan desainer yang dengan tepat mengubah bentuk dasar menjadi sebuah puisi visual. Dan kami percaya bahwa hal ini sesuai dengan kepekaan desain para konsumen yang berkelas”.

Keran kendali tunggal, seringkali menjadi jenis keran yang paling sulit untuk dirancang, menjadi standar untuk koleksi Composed™. Setiap elemennya disempurnakan dan disesuaikan berulang kali untuk mencapai keseimbangan dan tujuan dari bentuk yang paling padu. Sebuah kontrol yang terpasang disamping diperkenalkan untuk menjaga keseimbangan visual sambil memberikan kemudahan aliran air dan pengaturan suhu. Model gagang pengaturannya memberikan kesan gagang yang lebih konvensional, tetapi tetap dengan memberikan detil hingga bagian terkecil.

Koleksi Composed™ terdiri dari ragam produk lengkap mulai dari keran, aksesoris dan shower trim yang didesain dengan tujuan untuk menjadi satu kesatuan dengan aliran ekspresi interior sebuah arsitektur kamar mandi modern. Composed™ tersedia dalam tiga pilihan: Polished Chrome, French Gold dan Titanium yang baru dari Kohler. Sama seperti semua keran Kohler, Composed™ pun terbuat dari bahan-bahan premium untuk daya tahan prima dan ditambah dengan finishing physical vapor deposition (PVD) dari Kohler yang telah dipatenkan yang tahan terhadap korosi dan pemudaran.

KEINDAHAN YANG TAK LEKANG OLEH WAKTU
Tak lekang oleh waktu dan penuh makna, keran Composed™ memamerkan unsur-unsur sederhana yang indah dari sebuah desain minimalis. Dengan mengeliminasi detail yang tidak diperlukan, keran Composed™ memancarkan keindahan sejati.

VARIASI HALUS
Keran Composed™ didesain dengan dua pilihan gagang tunggal, dimana keduanya memancarkan estetika yang minimalis. Pure handle menawarkan kesederhanaan desain dengan sentuhan halus yang mengejutkan, sementara Lever handle memberikan aspek elegan untuk pernyataan visual yang khas.

WIDESPREAD FAUCETS
Ketika sebuah pernyatan desain yang substansial diperlukan, atau ketika ada preferensi untuk fungsi yang lebih luas, keran Composed™ menawarkan desain widespread yang terdiri dari tuas klasik dan berbagai pilihan gagang.

MANDI
Dengan menawarkan keran deck-mount dan free standing, Composed™ memungkinkan Anda untuk mempertahankan kesederhanaan estetika yang menjadi inti dari desain ini di dalam kamar mandi secara menyeluruh. Hand showers dipasangkan dengan keran deck-mount sangat sesuai untuk desain yang simpel.

SHOWERING
Katup trim Composed™ menciptakan keseimbangan antara kesederhanaan dan fungsi. Hal tersebut berkoordinasi dengan berbagai ragam shower heads dan hand shower dari KOHLER untuk melengkapi tampilan kamar mandi.

AKSESORIS
Koleksi Composed™ terdiri dari berbagai variasi aksesoris yang berkomitmen sama dalam menjaga kesederhanaan kontemporer dari desain keran.

FLEKSIBILITAS
Desain paling sederhana pun sangat fleksibel untuk dipadu padankan dalam desain. Keran gagang tunggal Composed™ menawarkan tiga pilihan ukuran tinggi untuk melengkapi rangkaian wastafel dan desain yang anggun.

FINISHES
Selain polished chrome, koleksi kamar mandi Composed menawarkan Finish Vibrant® yang baru yaitu Titanium, sebuah logam yang unik dan menarik yang menempati ruang antara polished chrome dan tungsten yang lebih berat. Composed tersedia dalam pilihan finish Polished Chrome (CP), Vibrant French Gold (AF) dan Vibrant Titanium (TT).

0 367
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Hari Jumat (07/10/2016), Yayasan Design+Art Indonesia kembali mempersembahkan festival seni dan desain: Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD). Festival tahunan ini menjadi penyelenggaraan yang ke-7, sejak ICAD kali pertama dilaksanakan pada 2009. ICAD 2016 adalah persembahan dari Yayasan Design+Art Indonesia, didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), Artura Insanindo, Mesa Hotel and Resorts, dan grandkemang Hotel Jakarta. ICAD 2016 hadir lebih besar, lebih luas , serta melibatkan kolaborasi dengan berbagai kelompok pelaku kreatif dan pusat kebudayaan. ICAD 2016 berlangsung selama dua bulan dari 7 Oktober hingga 7 Desember 2016 dan bertempat di grandkemang Hotel, Jakarta, serta mengusung tema ‘Seven Scenes’.

ICAD 2016 menampilkan 7 proyek kolaborasi yang digerakkan oleh 7 insan kreatif dari berbagai disiplin: Agung Kurniawan (seni rupa), Budi Pradono (arsitektur), Eko Nugroho (seni rupa), Hermawan Tanzil (desain grafis), Oscar Lawalata (desain tekstil), Tita Salina (urban play), dan Tromarama (videografi). Sebagai penggerak proyek, ketujuh seniman ini bekerja sama dengan seniman dan desainer muda dalam menginterpretasi dan merefleksikan perubahan kota – khususnya area Kemang – yang telah mempengaruhi cara hidup dan relasi-relasi sosial masyarakat saat ini. Dalam kuratorialnya, Hafiz Rancajale menyebutkan, 7 fragmen gagasan yang dihadirkan dalam Pameran ICAD 2016, Seven Scenes, merupakan cara untuk membaca berbagai perubahan dalam konteks kawasan dan relasi sosial.

Selain 7 proyek kolaborasi, ada juga instalasi fesyen kontemporer yang melibatkan empat seniman dan desainer, yaitu Anton Ismael (fotografi), Felicia Budi (fesyen), Marishka Soekarna (seni rupa), dan Tommy Ambiyo (fesyen). Bertindak sebagai ko-kurator adalah Ika Vantiani. ICAD 2016 juga menampilkan produk kreatif pada zona Artists’ Merchandises. Tergabung dalam zona ini adalah produk dari Ary Indra, Arya Panjalu, Atelir TE, Dian Utami Ningrum, DGTMB, Fatchurohman, Gembong Wi, Harry Purwanto, Itjuk, Michelle Sonya Koeswoyo, Oscar Lawalata, Permanasari Herawaningsih, PoLkAA Goods, dan Rukuruku. Sedangkan karya dari ACG (arsitektur, Indonesia), Jakarta Vintage (desain interior, Indonesia), Fondazione Vico Magistretti (arsitektur, Italia), dan Tero Annanolli (seniman visual, Finlandia) dipamerkan sebagai Special Appearance.

Sebagai sebuah festival kreatif, ICAD juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan lain yang bertujuan untuk menginspirasi dan mendekatkan seni kepada publik. Selama periode festival, diadakan lima konvensi tentang desain, seni, kriya, dan film yang diselenggarakan di grandkemang Hotel. Selain itu ada juga kegiatan kolaborasi dengan sentra-sentra kreatif di Kawasan Kemang berupa pemutaran film restorasi dan diskusi film di Kinosaurus Jakarta, dan juga bedah buku di CoffeeWar di kawasan Kemang Timur.

Diana Nazir, Direktur Festival, menyampaikan bahwa sejak penyelenggaraan pertama, ICAD dimaksudkan sebagai ajang kolaborasi berbagai lintas disiplin di dunia kreatif. Salah satu misi ICAD adalah menjadikan seni dan desain lebih dekat dan lebih relevan bagi masyarakat. Diharapkan dengan perluasan area festival di Kawasan Kemang dan perkembangan aktivitas pengisi festival, ICAD 2016: Seven Scenes dapat menginspirasi publik untuk membaca ruang dan kota sebagai suatu gagasan, di mana seni dan desain dapat menjadi medium untuk mengekspresikan gagasan tersebut.

0 920
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Luthfi Hasan, interior dan furniture designer yang juga pendiri Jakarta Vintage,  bersama penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) meluncurkan buku keduanya yang berjudul: ART DESIGN VINTAGE (ADV) (19/09/2016). Buku yang sangat visual ini menampilkan art dan design karya Luthfi yang terinspirasi oleh dan menggunakan barang-barang vintage dan bekas atau reclaimed. “Melalui buku ini saya ingin berbagi kepada masyarakat bahwa art dan design bisa tampil menarik dan kontemporer sekalipun dari barang bekas dan vintage,” kata Luthfi.

Buku ADV juga menampilkan karya kolaborasi Luthfi dengan artis-artis muda seperti Aqil Prabowo, Irene Saputra, Sarkodit, dan Atreyu Moniaga. Selain itu, ditampilkan pula koleksi art dari Luthfi yang amat beragam, mulai dari karpet dinding, piringan hitam, komik, sampai boneka kain. Satu benang merah dari koleksi Luthfi adalah semangat dan aura happy yang konsisten dalam semua artwork-nya. “Art bagi saya adalah sebuah harapan akan dunia yang lebih menyenangkan, di mana bahkan monster pun tampak lucu menggemaskan, serta mimpi buruk pun menjadi indah dan berwarna, ” demikian Luthfi menjelaskan pandangannya tentang art. “Pilihlah art yang membuat kita senang setiap kali kita melihatnya,” tambah Luthfi.

James de Rave, seorang promotor dan konektor seni, melihat buku ADV ini sebagai sebuah angin segar. “Benar-benar membuka mata saya. Saya tertegun dan sekaligus terhibur dengan grafis di buku ini. Only a bold individual can embrace eclecticism and turn it into a signature style.  Only a sophisticated observer can appreciate a clear statement of personal style,” ujar James. Sementara itu Fabianus, HK. MSn., Ketua Jurusan Program Studi Interior Design Institut Kesenian Jakarta menilai buku ini sebagai sebuah dokumentasi tentang urban craft yang cukup jarang di Indonesia. “Luthfi ini seorang urban crafter yang membangun design dan art dari simbol-simbol urban. Buku ini wajib dimiliki oleh para penikmat art dan design, termasuk mahasiswa,” papar Fabianus.

Bagi KPG, isi buku ini menawarkan sesuatu yang baru, yang belum pernah diterbitkan sebelumnya. “Buku ini sangat personal, kaya akan grafis yang bold dan text yang witty. Uniknya tetap relevan untuk khalayak. Saya yakin pencinta art dan design akan menyambutnya dengan baik,” kata Pax Benedanto, Direktur KPG. Buku ADV berukuran 16x22cm, full color, hard cover, 238 halaman dengan harga jual Rp 185,000. Dijual di jaringan took Gramedia di seluruh Indonesia.

0 309
Teks & Foto: Koleksi HARRIS Hotels

HARRIS Hotels, merek hotel perdana milik TAUZIA Hotel Management – operator hotel Indonesia peraih penghargaan, kini sudah mengoperasikan 21 hotel serta secara aktif mengusung gaya hidup sehat. Mulai tanggal 10-12 September 2016, HARRIS Hotels akan berpartisipasi dalam Jakarta Mega Wedding Festival (JMWF) di JIExpo PRJ Kemayoran Booth D1. Event ini diperkirakan akan menarik lebih dari 15.000 partisipan. “Objektifnya sangat jelas. Kami hendak menggarap pasar yang masih belum familiar dengan merek hotel kami yang berkapasitas lebih dari 2.000 orang sekaligus, serta menawarkan konsep pesta pernikahan kami yang sangat beragam,” kutip Fridi Harini, Corporate Director of Sales – TAUZIA Hotel Management.

Tujuh hotel akan ikut meramaikan acara ini sekaligus mewakili jaringan hotel TAUZIA. Di antaranya HARRIS Hotel & Conventions Malang, HARRIS Hotel & Residences Sunset Road Bali, HARRIS Hotel Tebet Jakarta, HARRIS Hotel Sentul City Bogor, HARRIS Hotel & Conventions Denpasar, HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung, dan HARRIS Hotel & Conventions Ciumbuleuit Bandung. Pada event kali ini, HARRIS Hotels telah menyediakan promo cash back hingga Rp 6 juta untuk pemesanan di hari yang sama untuk masa berlaku hingga bulan Desember 2017.

HARRIS Hotels telah berhasil melayani lebih dari 100 kebutuhan pesta pernikahan sepanjang tahun 2015. Dengan makin banyak jaringan HARIIS Hotels ke depannya serta dukungan pemerintah untuk program pariwisata domestik, HARRIS Hotels menargetkan akan dapat meningkatkan setidaknya 5%. Kenali HARRIS Hotels lebih dalam lewat www.harrishotels.com & @harrishotels di media sosial!

0 653
Dinterpretasikan oleh: Annisa Billa l Foto: Koleksi Fondazione Studio Museo Vico Magistretti & Bambang Purwanto

Kedutaan Besar Italia dan Italian Cultural Institute Jakarta kembali menyelenggarakan pameran menarik. Kali ini mengambil judul Vico Magistretti: A Traveling Archive. Sebuah tribute yang ditujukan kepada sang arsitek dan desainer legendaris, Vico Magistretti. Pameran dibuka oleh Duta Besar Italia untuk Indonesia, HE Vittorio Sandalli pada tanggal 8 September 2016 dan dibuka untuk umum mulai 9 September hingga 7 Oktober 2016.

Pada pameran ini, Studio Vico Magistretti di Milan direka ulang oleh Arsitek senior Arch. Dipl. Ing. Cosmas D. Gozali, IAI. “Merupakan suatu kehormatan dan sekaligus tantangan bagi saya untuk memperkenalkan lebih jauh sang maestro Arsitek Vico Magistretti kepada Masyarakat Indonesia,” Arsitek Cosmas Gozali menyampaikan dalam sambutannya. Dalam membuat instalasi untuk pameran ini, Arsitek Cosmas Gozali mengangkat konsep dari esensi karakter yang kuat sang maestro. Instalasi ini berbentuk kotak pipa plastik berwarna dominan putih yang menciptakan ruang abstrak dan modern. Instalasi dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah replika studionya yang menghadap ke salah satu Piazzas Milan tetapi terinterpretasi lebih abstrak. Studio tersebut merupakan ruang kerja di mana Magistretti berkreasi di sepanjang karirnya. Dinding studio dipenuhi dengan sampel bahan kertas favoritnya, sketsa yang digambar di halaman koran, gambar yang dibuat untuknya oleh cucu-cucunya, surat korespondensi dengan teman dan kolega, serta foto-foto keluarga. Sementara di sisi lain, dipajang desain produknya yang juga diatur berdasaarkan urutan tahun, sehingga pengunjung dapat mengenali karya-karyanya dengan cara yang lebih mudah.

Lebih lanjut, Pameran Vico Magistretti: a Traveling Archive juga akan menyampaikan gambaran yang lebih mendalam tentang karya arsitek dan desainer Milanese yang semasa hidupnya telah menerima beberapa penghargaan penting dalam bidang desain, termasuk di antaranya Penghargaan Compasso d’Oro (tiga kali) dan Hadiah Pertama dari Triennale dari Milan. Pameran ini menyoroti kreativitas Magistretti dan karya-karyanya dengan beberapa perusahaan yang paling menonjol dalam desain di Italia di antaranya Artemide, De Padova, Flou, Oluce, Schiffini, dan Cassina yang ditunjukkan melalui sketsa, gambar, catatan, surat, dan faks, serta pilihan kreasi yang paling penting: Eclisse, Dalu, lampu Atollo, sofa Maralunga, rak buku Nuvola Rossa, dan dapur Cinqueterre. Selama pameran juga disuguhkan serangkaian video, termasuk wawancara berdurasi 40 menit, dalam bahasa Italia dengan teks bahasa Inggris, di mana Vico Magistretti menjelaskan teori tentang desain; video Stefano Boeri dan Patricia Urquiola yang menjelaskan pendapat mereka tentang Vico Magistretti.

Pameran Vico Magistretti: a Traveling Archive juga akan digelar pada Kegiatan Seni Kontemporer Indonesia dan Desain yang diselenggarakan pada tanggal 7 Oktober sampai 11 November 2016 di Grand Kemang Hotel Jakarta dan juga akan terbuka untuk umum.

Pameran ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Fondazione Studio Museo Vico Magistretti, Italian Cultural Institute Jakarta, Cosmas Gozali Atelier, Budi Pradono Architects, Arch. Luigi Cipolla, Seni Kontemporer Indonesia dan Desain, Ambiente, dan Moie.

0 1152
Teks & Foto: Studio IAAW

Buku ini memuat 50 karya arsitektur terbangun yang telah diseleksi dari dan oleh para arsitek alumni Universitas Trisakti. Karya-karya yang terpilih menyajikan pendekatan arsitektur yang beragam, juga gaya desain arsitektur yang kaya. Dilengkapi deskripsi singkat, foto, dan denah di setiap karyanya, para pembaca dapat mengikuti keragaman konsep dan eksekusi desain di balik ke-50 karya arsitektur ini.

Menampilkan 24 rumah tinggal, 18 bangunan publik, dan 8 karya desain interior, buku ini mengupas berbagai style, konsep, dan pendekatan desain dari para arsitek kenamaan Indonesia, di antaranya Hendyanto Lim, Her Pramtama, Danny Wicaksono, Imelda Akmal, Timmy Anggara Arthawardhana, Sukendro Sukendar Priyoso, dan Sontang M. Siregar. Karya-karya arsitektur tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari kota Padang hingga Sorong, bahkan melintasi negara menuju Singapura dan Kanada.

Buku ini menjadi salah satu bentuk komunikasi dan kepedulian para alumni Arsitektur Trisakti akan pencapaian mereka yang telah lulus dari almamaternya dan meniti karier di dunia arsitektur, sekaligus juga menjadi bukti nyata yang menunjukkan sumbangsih mereka kepada masyarakat luar. Buku ini siap meramaikan kancah dunia literatur, goresan bukti nyata akan peran arsitek yang menempuh pendidikan di tanah air ini.

Spesifikasi Buku

Judul: 50 IDE / KARYA / ARSITEK l  Oleh: Ikatan Alumni Arsitektur Trisakti dan Studio IAAW l Penerbit: PT. Imaji Media Pustaka l Cetakan: 1 l Tahun Terbit: 2016 l Ukuran/tebal: 19×24 cm // 232 halaman l Cover: softcover l Bahasa: Indonesia l ISBN: 978-602-9260-32-8

Tentang Studio IAAW

Studio Imelda Akmal Architecture Writer adalah satu-satunya studio penulisan arsitektur dan interior di Indonesia. Studio ini didirikan oleh Imelda Akmal, seorang arsitek yang telah menempuh pendidikan master dalam bidang kritik, teori, dan sejarah yang mendedikasikan dirinya sebagai penulis arsitektur dan desain interior.

Hingga kini, Studio IAAW telah menerbitkan lebih dari seratus judul buku yang banyak diantaranya menjadi best-seller. Mulai dari serial bulanan, coffe table book, hingga monograf. Sejak tahun 2010, Studio IAAW menghasilkan buku dwibahasa, Indonesia dan Inggris, untuk didistribusikan ke wilayah Asia. Hal ini sejalan dengan komitmen awal Studio IAAW untuk memperkenalkan arsitektur dan desain interior Indonesia ke mata dunia.

Imelda Akmal juga berkontribusi dalam publikasi lokal dan internasional, serta pernah memandu siaran televisi, seminar, workshop, dan talkshow tentang arsitektur dan desain interior untuk masyarakan awam, pelajar, dan profesional.

0 486
Teks & Foto: Bambang Purwanto

SCG Cement-Building Materials, pemimpin inovasi semen di Thailand, pada tahun 2014, memulai bekerja sama dengan tiga arsitek terkemuka Thailand untuk merancang dan membangun A Place We Stand Showcase at Bangsaen, ruang terbuka untuk publik di Pantai Bangsaen. A Place We Stand Showcase terdiri dari 3 bangunan modern yang berbasis bahan bangunan SCG dan lingkungan sekitar. Proyek ini didanai oleh Kotamadya Saensuk di Chonburi, dan telah dibuka untuk umum. Bangunan landmark ini membantu menginspirasi para arsitek muda dan juga para pengunjung, serta memberikan ruang yang indah dan bermanfaat bagi para penduduk Thailand agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Live for Reading Room

Perpustakaan ini dirancang oleh Duangrit Bunnag. Bangunan ini berdiri dalam harmoni dengan alam dan memungkinkan pengunjung untuk mendapatkan pengetahuan dan berbagi pikiran sepanjang hari diiringi suara deburan ombak, pemandangan dari pepohonan yang teduh, dan sensasi hembusan angin sejuk. Struktur bangunan ini terbuat dari SCG Marine Cement yang merupakan tipe lain dari semen Portland yang diformulasikan secara khusus untuk konstruksi dekat atau di dalam laut dikarenakan karakteristik semennya yang dapat menahan sulfat dan membantu mencegah permeabilitas klorida. SCG Translucent Sheet digunakan sebagai atap dan dinding untuk menyebarkan cahaya natural guna menciptakan atmosfir membaca yang nyaman dan hemat energi.

The Labyrinth

Taman bermain yang dirancang oleh Pitupong Chaowakul untuk anak-anak dan orang dewasa. Ide desainnya adalah untuk memungkinkan anak-anak dan orang dewasa untuk berolahraga bersama dan secara bersama menikmati lingkungan alami. Struktur kuat terbentuk dengan menggunakan SCG Marine Cement. Dengan ditambahkan cat berwarna merah, semen tersebut dibuat di tempat untuk memastikan kekuatan dan keamanan pengguna. Bagian modular dan tangga kemudian dibangun. Berjalan di sekitar ruang tersebut akan membakar 10 kalori, sehingga dinamakan 10-Calorie Tower. “The Labyrinth” memenangkan penghargaan dari AR Emerging Architecture Awards 2015 di Inggris, yang merupakan penghargaan dunia paling popular dan bergengsi untuk para arsitek.

 The Flow

Paviliun serba guna yang dirancang oleh Twitee Vajrabhaya Teparkum. The Flow dapat mengakomodasi segala jenis aktivitas. Didesain dengan lantai yang lebih tinggi dan dibuat mirip dengan tekstur seperti kertas untuk menciptakan ruang tempat aktivitas berlangsung. Ruang ini dapat digunakan untuk duduk sambil menikmati pemandangan, atau menjadi tribun dan panggung kecil. Paviliun ini benar-benar ruang serbaguna bagi masyarakat. Strukturnya menggunakan SCG Marine Sheet, sedangkan atapnya dibentuk dari lembaran-lembaran kecil dari SCG Translucent Sheet dan  SCG Smartboard (papan semen fiber) dalam pengaturan spasi untuk memfasilitasi arus keluar cepat dari udara panas dan memberikan keteduhan berlubang mirip dengan pohon besar. The Flow memenangkan hadiah pertama dari Blueprint Awards 2015 di Inggris dan runner-up dari World Architecture 2015 (WAF Awards) di Singapura; Kedua penghargaan ini adalah kompetisi desain yang diakui secara internasional.

0 557
Teks & Foto: Bambang Purwanto

SCG Cement-Building Materials menampilkan inovasi bahan bangunan dan teknologi hunian dengan konsep Discover Your Next by SCG Experience selama Pameran Thailand Architect Fair 2016. Di booth SCG, para pengunjung dapat menemukan berbagai produk perlengkapan rumah dan hunian dengan desain terkemuka kelas dunia. Juga berbagai inovasi produk untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen. Thailand Architect Fair 2016 diselenggarakan pada tanggal 26 April hingga 1 Mei, di Challenger Hall, Impact Muang Thong Thani.

Berkolaborasi dengan salah satu arsitek terkemuka Thailand yang diakui oleh industri arsitek dunia, Studio Super Machine, SCG mampu menembus batasan dalam inovasi semen dengan membangun SCG Y-BOX Pavilion, 21st C. Cave, sebuah struktur semen pertama di ASEAN dengan pencetakan tiga dimensi (3D printing) setinggi tiga meter. Bangunan ini menggabungkan dua tipe teknologi 3D printing: Powder-bed Inkjet Head Printing dan Extrusion Printing, sehingga menghasilkan desain yang melampaui batasan dalam kaidah arsitektur tradisional.

SCG telah menghabiskan lebih dari dua tahun untuk mengembangkan Semen Portland khusus yang menggabungkan teknologi 3D printing, untuk konstruksi. Selain itu, SCG juga memberikan formula khusus pada berbagai tipe semen yang berbeda. SCG membawa imajinasi dan ide baru untuk dekorasi dinding dan lantai melalui beragam produknya yang inovatif, seperti Terrazzo Glow in the Dark yang ditampilkan dalam lingkungan khusus.

Produk-produk SCG yang ditampilkan selama pameran terbilang luar biasa dalam hal fungsi, desain, dan inovasi. Produk unggulan SCG di antaranya adalah SCG Smartwood Modeena Series, kayu semen fiber yang dibuat dengan teknologi extrusion yang mampu menambah corak unik serta dimensi pada rumah; SCG Cement Boards, kombinasi sempurna antara semen dan kayu. Produk ini kuat serta tahan lama seperti semen, namun fleksibel seperti kayu, sehingga sesuai untuk permukaan atau mengganti semen polos yang telah dipoles; SCG Neustile X-Shield HeatBLOCK, genteng beton yang diproduksi dengan teknologi canggih, sehingga membuat warna tahan lebih lama dan mampu menahan panas dari luar rumah.

Untuk mengantisipasi para lansia, di bagian Whole House Friendly Elderly Living Environment, SCG mengenalkan SCG Eldercare Solution yang mampu mencegah para lansia jatuh di dalam rumah (Fall Prevention). Di bagian ini juga ditunjukkan cara pemilihan produk dan peralatan rumah yang tepat, berikut pemasangannya – untuk kamar mandi, kamar tidur, tangga, dan jalan setapak di luar rumah itu sendiri.

SCG juga menampilkan Geoluxe, yaitu marmer buatan dengan corak seindah marmer nyata. Koleksi Paetchwork yang merupakan hasil kolaborasi SCG dengan desainer Italia terkenal, Piero Lissoni, ditampilkan untuk pertama kalinya di sini. Koleksi tersebut dipamerkan dengan konsep “kesederhanaan yang berkelas” dan menawarkan desain sederhana yang dirancang dengan matang, canggih, dan unik.

0 456
Teks & Foto: Bambang Purwanto

COTTO semakin memantapkan posisinya sebagai produsen ubin dan sanitary ware kelas dunia. Berkonsep Bathroom Happiness Inspired by You, COTTO telah menjadi salah satu dari sedikit merek dunia yang menawarkan rangkaian produk yang komprehensif untuk kamar mandi dengan standar kualitas dan desain internasional. COTTO merupakan hasil dari investasi substansial dalam mempelopori teknologi produksi dan riset yang mendalam, sehingga COTTO dapat lebih memahami dan merespon perilaku serta budaya konsumen. COTTO selalu berupaya untuk memberikan kebahagiaan dari kamar mandi.

Koleksi Grande

Ubin Koleksi Grande merupakan ubin terbesar yang pernah diproduksi oleh sedikit produsen di dunia. Ubin ini berupa lempengan porselen berukuran sebesar 160×320 cm dengan ketebalan 6 mm dan 12 mm. Ukuran besar ini memungkinkan pengaplikasiannya dalam dari lantai, dinding dalam dan luar, serta countertops. Ubin Koleksi Grande diproduksi dengan teknologi canggih dari Italia. Ubin ini memiliki berkekuatan fisik yang tinggi; tahan terhadap panas, es, asam, serta goresan; tidak membutuhkan banyak perawatan. Extra Large, Extra Possibilities!

Koleksi Italia

COTTO bekerja sama dengan beberapa produsen Italia menghadirkan Ubin Koleksi Italia yang menawarkan keindahan untuk berbagai tempat. Ubin Koleksi Italia ini tersedia dalam berbagai ukuran dan desain.

Koleksi Tunio

Koleksi terbaru kamar mandi pintar yang mendukung kesehatan ini mendapat penghargaan dari German Design Council berkat teknologi pintar yang mengoptimalkan penggunaannya berdasarkan konsep Digital Lifestyle dengan tiga fungsi utama: Tunio Integrated Toilet, yaitu toilet dengan Aesthetic Integrated Intelligence, yang khusus dirancang untuk menyesuaikan tempat duduk memanjang dengan bentuk ramping yang memberikan kenyamanan dengan sensor siram (flush) otomatis; Tunio Entertainment Faucet yang memberikan kemudahan kontrol hanya dengan sentuhan layar untuk merasakan fungsi hiburan seperti radio dan sistem Bluetooth; Tunio Shower Panel yang menyediakan berbagai fungsi dengan desain sempurna yang menerapkan teknologi sentuhan digital untuk memudahkan penggunaan hanya dengan jari. Setiap fungsi tersebut saling menyatu dalam satu panel dan memberikan empat mode shower: Rain Shower, Waterfall Shower, Hand Shower, dan Hydro Massage.

Koleksi Xpano

Koleksi Xpano memungkinkan penggunanya dapat menikmati saat-saat mandinya dengan caranya yang disukai. Inovasi sistem Modular memungkinkan untuk mandi dalam enam cara, yaitu Rain, Soft, Waterfall, Mist, Laminar, dan Dance.

0 374
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Diselenggarakan oleh Reed Panorama Exhibitions bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Megabuild Indonesia 2016, pameran yang didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah pameran yang didekasikan bagi para arsitek, interior desainer, konsultan, profesional di bidang konstruksi, pengembang properti, distributor, pemilik bangunan, dan berbagai profesi terkait lainnya hingga home owner. Sementara Jakarta Design Week 2016 merupakan perhelatan akbar khusus bidang arsitektur yang diisi dengan beragam konferensi, seminar, workshop, maupun forum bagi arsitek Indonesia dengan topik utama the Future of Cities.

Megabuild Indonesia 2016 merupakan acara yang penting dan berdampak positif bagi industri bahan bangunan dan konstruksi.  Pada sambutan pembukaan Megabuild Indonesia, Keramika, dan Jakarta Design Week 2016, Menteri Perindustrian Saleh Husin menyampaikan, “Ajang Pameran Megabuild Indonesia, Keramika, dan Jakarta Design Week 2016 merupakan salah satu momentum yang tepat, karena merupakan  tempat bertemunya pemerintah selaku regulator,  pemasok, produsen, pengusaha, penyedia jasa, dan pengguna jasa untuk bertemu dan bertukar pikiran serta menemukan solusi untuk berbagai tantangan yang akan dihadapi dalam industri bangunan dan konstruksi, serta arsitektur.” Selain peserta dari dalam negeri, pameran diikuti oleh lebih dari 230 perusahaan dari 19 negara, di antaranya: Korea, Jepang, China, Itali, Malaysia, Singapore, India, Australia, Austria, Jerman, Turki, dan Thailand.

Selama kegiatan yang berlangsung pada tanggal 17 hingga 20 Maret 2016 di Jakarta Convention Center dan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 21.00, pihak penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung yang datang ke pameran mencapai 35.000 orang dan terdiri dari para buyer dan masyarakat umum.