Highlight

0 404
Teks: Melda Aprilla l Foto: Koleksi Istimewa

Homedec 2015, pameran untuk solusi desain interior & produk dekorasi rumah yang telah memenangkan banyak penghargaan dari Malaysia resmi dibuka oleh Andri Hermawan sebagai Sales Director Homedec Indonesia, Francis Surjaseputra sebagai Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII)  Pusat, dan Rina Renville sebagai Ketua Panitia Kongres HDII 2015. Pameran Homedec 2015 mengambil tempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, dan berlangsung hingga 4 Oktober 2015. Lebih dari 80 merk lokal dan internasional berpartisipasi mengisi lebih dari 200 booth. Setiap peserta pameran menawarkan produk-produk terbaik yang meliputi kategori terlengkap dengan kualitas tinggi dan mempunyai cita rasa desain terkini, semisal kitchen cabinet, home appliances, furniture, & furniture, hingga konsultasi desain interior gratis. Juga produk-produk untuk dinding rumah, bermacam produk untuk lantai, beragam produk untuk jendela, pintu, pemanas solar, penjernih air, hingga perlengkapan kamar tidur. “Tujuan kami adalah untuk memperkenalkan Homedec  sebagai pameran yang dirancang khusus untuk solusi desain dan dekorasi rumah. Homedec akan menjadi “wadah” untuk ide dan tren terkini, juga menjadi sumber inspirasi dan referensi untuk renovasi, redekorasi, dan memperbarui rumah. Para peserta pameran Homedec menawarkan diskon dan potongan harga selama 4 hari penyelenggaraannya. Kami mengundang setiap pemilik rumah untuk merasakan pengalaman belanja segala kebutuhan rumah dalam satu tempat,” ujar Andri Hermawan.

0 1376
Teks & Foto: Istimewa

Eco House atau ‘rumah ekologis’ adalah rumah yang dibangun berwawasan lingkungan, dengan memanfaatkan potensi alam secara maksimal. Konsep yang sudah diterapkan pada arsitektur tradisional tersebut kini bangkit kembali untuk menjawab kebutuhan hunian kontemporer. Melalui eco house, arsitek maupun penghuni dapat berkontribusi untuk menjaga kelestarian alam di bumi.

Rumah panggung merupakan bangunan tradisional yang merespons Iklim tropis Indonesia dengan baik. Namun, rumah panggung yang bermaterial kayu tidak lagi menjadi solusi dimana kemajuan teknologi sudah menyentuh sendi terkecil kehidupan.

Buku ini menampilkan sebelas rumah dengan prinsip desain ekologis yang menjadi solusi cerdas antara kemajuan teknologi, alam, dan modernisasi jaman karya arsitek Indonesia yaitu Oky Kusprianto, Adi Purnomo, Andra Matin, Budi Faisal, Budi Pradono, Gregorius Supie Yolodi & Maria Rosantina, Eko Prawoto, Ketut arthana, Tony Wirawan, dan Yu-Sing. Rumah-rumah tersebut tersebar di kota-kota besar Indonesia yaitu Jakarta, Bogor, Bali, Bandung, dan Yogyakarta.

Para arsitek tersebut dapat membawa prinsip desain ekologis kedalam desain rumah modern masa kini, dengan menerapkan material ramah lingkungan seperti batu bata dan bambu, efisiensi energi dengan memperbaiki keseimbangan lingkungan, kontekstualitas desain terhadap tapak dengan beradaptasi terhadap perilaku alam dan menghindari eksploitasi yang berlebihan. Solusi desain tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga etis.

Beragam konsep rumah ekologis dengan visualisasi foto yang menawan dan apik dilengkapi gambar denah dan potongan disajikan dalam buku setebal 160 halaman ini. Sangat cocok untuk referensi membangun rumah ramah lingkungan di tengah isu pemanasan global yang semakin tahun semakin meningkat. Buku ini menyadarkan kita, bahwa manusia sudah saatnya kembali kepada alam, merawat dan menjaga bumi mulai dari hal terkecil, yaitu rumah.

0 574
Teks: Annisa Billa l Foto: Bambang Purwanto

Formwell Product yang merupakan pemain andal di bisnis aluminium frame profile, display & storage systems, high pressure laminate, dan high gloss acrylic sheet & panel di Indonesia, secara konsisten ekspansi bisnis berdasarkan hasil research dan pengembangan bisnis yang dilakukannya. Formwell terus mengepakkan sayap, menjadi bagian terbaik dalam perkembangan dinamis dunia properti Indonesia.
Formwell selalu berusaha menyodorkan yang terbaik bagi para customer-nya. Formwell menjemput customer mulai dari Barat Indonesia, seperti Medan, Jakarta, Jawa Tengah, dan Surabaya juga Bali hingga Timur Indonesia, meliputi Palu dan Manado melalui road show, pameran, dan open house. Belum lama ini Formwell mengemas acara Formwell Products Presentation & Gathering untuk loyal customer-nya di Kota Surabaya, tepatnya di Shangri La Hotel, Bekerjasama dengan Majalah Home Diary, Formwell lebih mendekatkan diri serta menjaga kualitas hubungan bisnis dengan para customer. Acara berlangsung hangat dan memberi warna tersendiri demi terbangunnya kolaborasi bisnis selanjutnya yang kian berkualitas.

0 565
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Design Week 3.2 yang diselenggarakan keenam kalinya oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta sejak tahun 2013, membawa tema HUT Jakarta yang diterjemahkan dalam berbagai seminar dan talks show tentang berbagai desain yang ada di Kota Jakarta. Kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi profesi arsitek dan juga sebagai sarana membangun jaringan serta melting point berbagai stakeholder dalam membangun Kota Jakarta agar menjadi kota yang lebih baik. Acara ini bertepatan dengan Pameran Karya Mahasiswa UPH, Triennale Arsitektur 2015 UPH, di Gedung Cipta Niaga. Design Week 3.2 kali ini juga didukung oleh pihak PT. KAI yang menyediakan Stasiun Jakarta Kota sebagai venue utama kegiatan ini. Perwakilan PT.KAI juga menjadi pembicara dengan topik arsitektur konservasi dan revitalisasi. Topik lainnya yang tak menarik adalah mengenai Arsitektur Betawi. Publik diajak mengunjungi Situ Babakan, Kampung Betawi yang sudah dikonservasi dan ditata kembali.
Design Week 3.2 menghadirkan pameran karya pemenang sayembara masjid, pemenang sayembara kawasan pusaka, hasil workshop Mahasiswa Binus terkait Situ Babakan, dan karya mahasiswa dari 14 kampus yang ada di Jakarta. Topik menarik lainnya adalah Forum Biro dengan tema mendirikan biro arsitektur, talkshow BIM, dan talkshow investasi rumah pertama. Design Week 3.2 ditutup dengan acara Designers Night sebagai ajang sosialisasi antara arsitek, designer, kontraktor, produsen dan vendor; visi dan misi calon ketua umum Ikatan Arsitek Indonesia periode 2015–2018; peluncuran 2 kegiatan IAI Jakarta yang akan diadakan dalam waktu dekat, yaitu IAI Jakarta Awards dan Jakarta Architecture Triennale 2015.

0 557
Teks: S. Pranoto l Foto: Koleksi Istimewa

Untuk menggali potensi industri MICE (Meetings, Incentives, Convention and Exhibitions) yang berkembang pesat di Indonesia, Sinar Mas Land dan Kompas Gramedia melalui perusahaan joint venture yaitu PT. IIE (Indonesia International Expo) telah mengembangkan Gedung convention and exhibition, Indonesia Convention Exhibition (ICE) – sebuah proyek prestisius berskala internasional yang dikembangkan bersama di atas lahan seluas 22 hektar , di kawasan BSD City, Tangerang Selatan. Bangunan seluas berkisar 220.000 m2 ini dilengkapi beragam aspek yang memberikan keunggulan tersendiri untuk mendukung kesuksesan berbagai gelaran event, baik berskala nasional maupun internasional. Ishak Chandra, Direktur PT. IIE menjelaskan, ICE ditunjang dengan beragam fasilitas dan infrastruktur bertaraf internasional dengan kapasitas venue yang mampu menampung serta memanjakan ratusan ribu pengunjung. Untuk arena pertunjukkan musik, ICE telah teruji sukses melalui konser Michael Buble dan Katy Perry beberapa waktu lalu
Selama perayaan peresmian grand opening ICE, 31 Juli – 30 Agustus 2015 akan digelar acara akbar bertajuk All Eyes to ICE. Beragam acara menarik ditampilkan untuk memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat, mulai dari penampilan Teater Koma, Nanta cooking show dari Korea Selatan, konser Afgan dan Raisa, hingga Magenta Orchestra bersama Ari Lasso serta beragam penyanyi papan atas di tanah air.

0 541
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Jurusan Arsitektur Universitas Pelita Harapan kembali menggelar pameran karya mahasiswa Arsitektur UPH yang ke-3, yaitu Triennale Arsitektur 2015 UPH dengan tema “Waktu adalah Ruang”. Pameran diselenggarakan di Gedung Tjipta Niaga, Kota Tua Jakarta, pada tanggal 25 Juli 2015 – 8 Agustus 2015. Selain pameran, juga digelar rangkaian diskusi arsitektur “Waktu Adalah Ruang “.
Setiap kita datang ke Kota Tua, kita tidak hanya merasakan atmosfer ruang, tapi juga atmosfer waktu. Sejarah ratusan tahun terekam pada bangunan di Kota Tua. Kota Tua menyadarkan bahwa arsitektur memiliki aspek ruang dan waktu. Ruang dan waktu tidak dapat dipisahkan. Manusia membagi waktu di muka bumi ini berdasarkan pembagian garis bujur. Waktu dispasialkan. Sementara untuk mengukur jarak antara dua tempat, kerap kali kita menggunakan ukuran waktu. Ruang ditemporalitaskan! Pengertian dan hubungan antara dua hal itu sangat beragam.
Triennale Arsitektur 2015 UPH mengangkat beberapa hal tentang waktu. Melalui zona waktu, akan diungkap hal-hal yang berhubungan antara waktu dan ruang dalam arsitektur. Selain itu, ada beberapa zona lain sebagai pendukung tema, yaitu: Zona Lorong Laju untuk menyadarkan pengunjung akan peran waktu melalui tempo gerak dan bunyi; Zona Transisi untuk menyadarkan tempo dan durasi melalui gerak interaktif; Zona Ruang Luang untuk karya pamer yang tidak langsung berhubungan dengan waktu dan terakhir Zona Tugas Akhir untuk menunjukkan ujung dari proses belajar mahasiswa di universitas.

0 482
Teks: Annisa Billa l Foto: Bambang Purwanto

Cosentino APAC 50 Summit 15 merupakan sebuah kegiatan pertemuan seluruh distributor Cosentino di Asia Pasifik untuk berbagi informasi, lebih berkoordinasi, dan saling memberikan dukungan yang lebih baik. Selain berdiskusi tentang strategi pemasaran, selama kegiatan juga digelar acara peluncuran produk baru Cosentino. Indonesia, atau tepatnya Bali, terpilih untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini. Sementara Hotel Sofitel menjadi lokasi kegiatan karena citra hotel yang aligned dengan brand image Cosentino dengan produk unggulannya Silestone. Acara ini dihadiri oleh Eduardo Cosentino, direktur operasi global dan manajemen. Juga kepala produksi dan teknologi, Valentin Tijeras, turut hadir. Para peserta adalah para distributor Cosentino dari Regional Asia Pasifik, pengembang, juga para arsitek dan desainer interior.
Cosentino S.A. merupakan perusahaan terkemuka Spanyol yang bergerak di bidang perbatuan secara global berteknologi canggih. Sejak didirikan pada tahun 1940, Cosentino telah bertransformasi menjadi perusahaan market leader perbatuan berteknologi canggih. Produk-produk Cosentino menawarkan tampilan mewah batu alam yang mampu memecahkan banyak masalah desain dan memberikan keamanan dalam berinvestasi.

0 563
Teks: Annisa Billa l Foto: Koleksi Istimewa

Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) Amoghasida Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, pada puncak Acara Inagurasi tahun 2015, memunculkan sebuah konsep baru sebagai bentuk apresiasi terhadap para mahasiswa baru. Konsep tahun ini tidak lagi mengedepankan pagelaran musik sebagai konsep utama, melainkan kegiatan Pameran Instalasi, Archquake 2015. Konsep baru ini menjadi cara dan ciri tersendiri HMA Amoghasida Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dalam berekspresi. Archquake 2015 digelar pada tanggal 5 – 6 Juni 2015. Berbagai kalangan masyarakat mulai dari mahasiswa, dosen, khalayak umum, hingga penggiat fotografi turut ambil bagian untuk meramaikan kegiatan ini.
Melalui Archquake 2015, para mahasiswa ingin memberikan ide-idenya dalam pemanfaatan ruang terbuka hijau yang baik, tanpa adanya pengrusakan, atau terbengkalainya ruang terbuka hijau yang tersedia. Para mahasiswa arsitektur ini berharap para pengunjung pameran dapat mengambil contoh dan mengaplikasikannya secara positif. Para mahasiswa arsitektur ini juga berharap bahwa masyarakat menjadi sadar akan pentingnya suatu ruang terbuka hijau di Semarang, khusunya, dan di Indonesia, pada umumnya. Semoga dari kegiatan Archquake 2015 ini, masyarakat terlecut hati dan pikirannya untuk mulai memperhatikan lingkungan sekitar.
Selama kegiatan Archquake 2015 ini berlangsung, selain Pameran Instalasi dari para mahasiswa arsitektur, diselenggarakan juga kegiatan lain, seperti pertunjukan teater, dance, sharing tentang ruang terbuka hijau bersama Baskoro Tedjo, pertunjukan band dari Jakarta (Bedchamber). stand makanan, stand komunitas, dan photo booth.

0 586
Teks & Foto: Annisa Billa

Pameran Gelar Batik Nusantara (GBN), sebuah gelar maha karya budaya Nusantara dengan pesan berbudi untuk dunia, kembali diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 24 – 28 Juni 2015. GBN 2015 kali ini diikuti oleh lebih dari 250 perajin, pengusaha, dan kolektor batik terbaik dari selutuh penjuru Nusantara. Pameran ini diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia dan disponsori oleh BRI, BNI, Djarum Foundation, Indah Kiat Pulp & Paper (Sinar Mas Land Group), PT. Freeport, Medco Foundation, Priamanaya Group, Alun–Alun Indonesia, DPP INSA, Mustika Ratu, Indosat, Kementrian Perdagangan, dan Trans Media. Kali ini gebyar GBN bertemakan “Batik, Pemersatu Bangsa“ dan menampilkan rancangan terbaru dari 14 designer, yaitu Barli Asmara, BI, Carmanita, Canting Madura, Danar Hadi, Dian Pelangi, Didiet Maulana, Ghea Panggabean, Lenny Agustin, Nes, Nita Seno Adji, Parang Kencana, dan Tayada. Putri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri, didaulat menjadi duta dari GBN 2015 dan dipercaya membawa nama harum Batik Nusantara ke ajang Internasional. Beberapa kegiatan juga yang dapat dinikmati oleh pengunjung selama GBN 2015, di antaranya simposium, talkshow, workshop, serta musik hiburan.

0 550
Teks & Foto: Gabriella

Hansgrohe, salah satu produsen produk sanitasi yang telah berdedikasi di bidangnya sejak tahun 1901, pada pertengahan tahun ini memperkenalkan ciptaan terbarunya, yaitu Axor Strack V Washbasin Mixer. Axor Strack V didesain secara khusus oleh Philippe Starck dan merupakan sebuah inovasi yang terbentuk dari kecintaannya terhadap air. Axor Starck V terbuat dari gelas kristal. Sementara huruf V sendiri merupakan singkatan dari Vortex yang berarti pusaran air, sebagai mana yang terlihat dari luar gelas. Di sisi lain, V juga berarti Vitality yang menegaskan pentingnya air bagi kehidupan manusia dan keindahan yang bisa diciptakan melaluinya. “Starck V is a mixer that represents the absolute minimum: totally transparent, almost invisible, and enclosing a miracle that is the vortex,” Philippe Starck memaparkan. Axor Strack V yang berdesain organik ini tersedia dalam berbagai pengaturan, yaitu Single Lever Basin Mixer, Two-Hole Basin Mixer, dan Single Lever Basin Mixer untuk Washbowl. Tersedia juga berbagai pilihan warna dan finishing seperti chrome, white, 15 PVD special, dan lainnya yang dapat dipesan melalui Manufaktur Axor. Kelebihan lain dari Axor Starck V adalah cerat yang fleksibel sehingga dapat dibuka dan diarahkan sesuai dengan kebutuhan. Berbagai produk Axor dari Hansgrohe bisa didapatkan di Indonesia melalui Wisma Sehati.