Update

0 114
TekslFoto: Umi Key

BRIIndocomtech 2017, pameran teknologi informasi dan komunikasi yang telah menjadi benchmark bagi perkembangan teknologi di Indonesia, resmi dibuka oleh DR. IR. Ismail MT Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika yang mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan didampingi oleh Ketua Umum Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI) Ir. G. Hidayat Tjokrodjojo, Ketua APKOMINDO Rudi D. Muliadi, Direktur Konsumer Bank BRI Handayani beserta Direktur Jaringan dan Layanan BRI, Mohammad Irfan, Direktur Kepatuhan BRI, Susy Liestyowaty, Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo, serta Direktur BRI yang lain, dan Presiden Direktur Traya Events, Bambang Setiawan pada hari Rabu (1/11). Pameran yang digawangi oleh Yayasan APKOMINDO Indonesia bekerja sama dengan PT Traya Eksibisi Internasional (Traya Events) dan disponsori oleh BRI ini akan berlangsung selama lima hari dari tanggal 1 November – 5 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Mengangkat tema “Digital Smart Living” yang mencerminkan pola gaya hidup masa kini dari masyarakat khususnya perkotaan yang tidak bisa dilepaskan dari peranti gadget dan teknologi digital dalam aspek-aspek penting kehidupannya, BRIIndocomtech 2017 berusaha untuk memberikan update dari perkembangan teknologi, gawai, solusi, dan internet of things dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan bisnis. Dalam pelaksanaannya tahun ini, Indocomtech kembali didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk tahun keenam berturut-turut. Hal ini menandakan bahwa Indocomtech telah menjadi bagian dari sebuah komitmen Bank BRI sebagai bank terbesar di Indonesia, terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. “BRI sangat bangga bisa menjadi partner utama dari BRIIndocomtech 2017 dan harapannya bisa mendukung Marketing 4.0 yang mempertemukan digital provider, player dan juga dari online menjadi offline. Dan di pameran kali ini juga ada perusahaan-perusahaan fintech (financial technology) yang mengkolaborasikan bentuk-bentuk baru atau cara bertransaksi baru, yang mirip dengan perbankan,” ungkap Handayani. Di sisi lain, pemerintah juga terus menggeber pembangunan termasuk dalam bidang Industri Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Indonesia agar semakin memiliki peran besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional. Berdasarkan laporan The Global Competitiveness Index 2017-2018 yang dirilis oleh World Economic Forum, Indonesia berada di peringkat 36 dari 137 negara. Peringkat tersebut naik dari posisi tahun lalu 41 dari 138 negara. Dalam bidang IT, peringkat Indonesia juga mengalami peningkatkan dibanding pada 2016-2017, naik dari 91 menjadi 80. Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang diwakili oleh Dr. Ir. Ismail MT, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, menyatakan industri telah banyak terpengaruh dari perkembangan Teknologi Informasi. Pemerintah melihat destructive technology sudah ada di depan mata dan mempengaruhi hampir semua sektor kehidupan. Destructive technology tersebut bisa menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku bisnis di Indonesia. Ada tiga perubahan yang menjadi kunci yaitu kompetensi, enterpreneurship, dan partisipasi masyarakat. “BRIIndocomtech 2017 memiliki kontribusi penting untuk mengajak para pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk meilihat perubahan dunia, perkembangan aplikasi, software, hardware, sehingga generasi muda Indonesia nantinya bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Kita saat ini berada di era baru untuk mempertahankan kedaulatan digital Indonesia,” tutur Ismail lebih lanjut. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, BRIINDOCOMTECH 2017 akan diisi dengan adanya Indonesia International ICT (I3) Expo di Assembly Hall, yang merupakan fasilitas bagi para pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia untuk bisa berbisnis dengan para pemain industri dari luar negeri. Program business matching ini juga akan diselenggarakan selama pameran berlangsung untuk membangun jaringan bisnis antara pengusaha lokal dan para pengusaha internasional tersebut. I3Expo diharapkan bisa menjadi wadah untuk memfasilitasi para pelaku industri untuk menjalin hubungan dan kolaborasi bisnis yang potensial antara pengusaha di bidang teknologi IT dan digital. BRIIndocomtech 2017 didukung oleh total 250 peserta, dan dihadiri juga peserta dari luar negeri. Peserta yang berasal dari China, Taiwan dan Hongkong juga akan hadir di I3Expo Assembly Hall BRIIndocomtech 2017. Harapannya, para pemain teknologi luar negeri tersebut tertarik untuk membangun jaringan bisnis antara pengusaha lokal serta menciptakan kolaborasi bisnis yang berpotensi memperkuat usaha mereka dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

 

 

0 170
TekslFoto: Bambang P.

Yayasan Belantara Budaya Indonesia (YBBI) yang dikenal fokus sebagai wadah pendidikan, kreatifitas seni dan budaya, merealisasikan kembali gebrakannya untuk membuka kesempatan belajar tari gratis. Yayasan yang didirikan oleh Diah K Wijayanti, menggandeng Synthesis Development dalam program yang bertujuan membangun generasi muda cerdas, kreatif, cinta budaya dan sejarah Indonesia. Program yang dikemas dengan Sekolah Tari Gratis ini akan dibuka di Prajawangsa City Marketing Gallery Jl. Pedati Selatan No. 8 Jakarta Timur 13770. Program Sekolah Tari Gratis sudah dijalankan selama 4 tahun di Museum Kebangkitan Nasional dan Museum Nasional, Jakarta, selain itu ada juga di Bandung dan Sumba Barat. Saat ini tercatat sekitar 1.300 anak aktif mengikuti sekolah tari gratis ini. Untuk mewujudkan, makin banyak generasi muda yang mencintai budaya tradisional Indonesia, YBBI kolaborasi dengan dengan Synthesis Development menggelar Sekolah Tari Gratis di Prajawangsa City Jakarta Timur. Prajawangsa City merupakan salah satu projek apartemen karya Synthesis Development yang komit mendukung sektor seni dan budaya Indonesia. Hal tersebut diimplementasi juga dengan adanya kampanye IndonesiaisMe yang rutin setiap tahunnya dijalankan oleh Synthesis Development. Kerjasama Synthesis Development, Prajawangsa City dan YBBI merupakan bentuk dukungan korporasi dalam usaha pelestarian seni dan budaya tradisional Indonesia. Saat ini warga sekitar Jakarta Timur bisa beramai-ramai latihan menari tradisional secara gratis di Prajawangsa City. Kegiatan ini kami harapkan selain mengenalkan tentang seni dan budaya Indonesia, juga dapat membentuk kepercayaan diri, karena ketika mereka sudah bangga, mereka percaya diri, mereka akan sangat mencintai budayanya sendiri.” ujar Teresia Prahesti,” Corporate Public and Media Relations Manager. “Senang sekali program Sekolah Tari Tradisional Gratis YBBI bisa di support oleh Synthesis Development dan Prajawangsa City, langkah awal bergandengan tangan untuk pelestarian budaya Indonesia. Kami bekerjasama karena melihat kesamaan visi antara YBBI dengan Synthesis Development, yaitu sama-sama ingin membangun dan menjaga kekhasan nilai Indonesia,” ungkap Diah K Wijayanti, pendiri YBBI. Asnedi,Property Advisor Synthesis Development juga menyampaikan, Prajawangsa City sebagai sebuah proyek properti memiliki komitmen mendukung beragam aktivitas dari komunitas dan organisasi. Sebuah kehormatan bagi kami, YBBI memilih Prajawangsa City sebagai salah satu spot Sekolah Tari Tradisional Gratis. Kami harapkan, kedepannya Prajawangsa City sebagai kawasan hunian bisa bergerak dan berkolaborasi bersama banyak pihak, komunitas, organisasi dan perusahaan lain untuk segala semarak kehidupan yang baik. Berbagai jenis tarian tradisional akan diajarkan oleh para pelatih tari dari YBBI di Prajawangsa City antara lain tari tradisional Bali, Sunda, Aceh, Betawi dan sebagainya. Kegiatan Sekolah Tari Gratis ini bertujuan untuk mengembangkan nasionalisme, kebanggaan dan kecintaan kepada budaya dan sejarah nusantara, yang bisa dimulai sejak dini. Kegiatan ini juga dapat mengembangkan kreatifitas anak. “Harapan kedepannya supaya dari Sekolah Tari Gratis seperti ini bisa menumbuhkan generasi muda yang berkarya dan berbudaya,” pungkas Diah.

0 159
TekslFoto: Bambang P.

Jakarta – Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. Selama kurun waktu 2015-2019 target pembangunan Infrastruktur antara lain : pembangunan 1000 Km jalan tol, pembangunan jalan baru sepanjang 2.650 Km, pembangunan 65 waduk/bendungan, serta penyediaan 1 juta rumah. Dari target tersebut, selama 3 tahun masa pemerintahan telah tercapai berbagai pembangunan Infrastruktur seperti : 39 bendungan (30 baru dan 9 selesai) dimana bendungan yang telah terbangun tersebut menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 761.542 Ha (11 %) menjadi 859.626 Ha (12,9 %), pembangunan jalan tol sepanjang 568 Km, peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum sebesar 20.430 liter/detik, capaian penyediaan perumahan sebanyak 2.204.939 unit, dan seterusnya. Tidak berhenti sampai disana, untuk menyelesaikan target pembangunan Infrastruktur, Kementerian PUPR terus bekerja tiada henti. Diperkirakan sampai dengan akhir tahun 2019 akan terbangun 1.851 Km jalan tol, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum untuk menghasilkan 70.471 liter/detik air bersih, dan lain sebagainya. “Infrastruktur dengan skala besar seperti itu, harus didukung dengan industri konstruksi dan kesiapan rantai pasok konstruksi sumber daya konstruksi yang handal. Sumber daya konstruksi disini meliputi usaha pemasok bahan bangunan, usaha pemasok peralatan konstruksi, usaha pemasok teknologi konstruksi, dan usaha pemasok tenaga kerja konstruksi”, demikian disampaikan Plt. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga saat menjadi narasumber pada Konferensi Pers Konstruksi Indonesia 2017, Kamis (26/10) di Jakarta. Tidak hanya itu, dengan memastikan kehandalan sumber daya konstruksi dalam mendukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur berarti juga mendukung daya saing Indonesia. Di kancah Internasional, daya saing Indonesia saat ini berada pada peringkat 36. Dimana salah satu faktor pengungkitnya yaitu daya saing infrastruktur saat ini berada pada urutan ke 52, setelah di tahun lalu berada di peringkat 60. Untuk mendukung hal tersebut, Undang-Undang Jasa Konstruksi No.2 tahun 2017 secara tegas menyebutkan pada pasal 17 ayat (1) : Kegiatan usaha Jasa Konstruksi didukung dengan usaha rantai pasok sumber daya konstruksi. Dengan demikian melalui Undang-undang ini, sektor jasa konstruksi dibawa ke arah baru yaitu penguatan stakeholder Jasa Konstruksi terutama rantai pasok Industri Konstruksi dan Usaha Penyediaan Bangunan. ”Namun Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Untuk mampu menyediakan kebutuhan akan sumber daya konstruksi, Pemerintah bersama stakeholders konstruksi harus bahu membahu meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku pemasok sumber daya konstruksi untuk menyongsong era baru industri konstruksi di Indonesia”, ungkap Danis. Konstruksi Indonesia 2017, sebagai ajang berkumpulnya stakeholders konstruksi baik dari dalam maupun luar negeri dapat dimanfaatkan sebagai wadah yang tepat untuk mencari solusi sekaligus tempat berkoordinasi antara Pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung ketersediaan pasokan sumber daya konstruksi. Selain Plt. Dirjen Bina Konstruksi, narasumber pada acara ini antara lain : Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) Wilfred A. Singkali dan Portofolio Director Managing Director Tarsus Indonesia Didit Siswodwiatmoko. Konstruksi Indonesia 2017 digelar pada 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center. Ajang ini akan diikuti oleh lebih dari 300 perusahaan terbaik di sektor konstruksi infrastruktur, baik lokal maupun Internasional dengan memamerkan beragam produk peralatan serta teknologi konstruksi terbaru yang inovatif hingga jasa konstruksi. Pameran ini juga menghadirkan 34 workshop CPD (Continuous Professional Development) bersertifikat gratis yang berfokus pada berbagai topik pendidikan penting. Manajemen Proyek, Inovasi & Teknologi, dan Smart City adalah tema utama, yang akan membantu profesional industri mengembangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang yang sangat penting bagi kesuksesan bisnis di masa depan. Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 dirancang sebagai jembatan bagi beragam elemen di sektor konstruksi, mulai dari pihak kontraktor swasta, pemerintah, BUMN, akademisi dan masyarakat luas untuk berbisnis dan berdiskusi sekaligus mendorong perkembangan industri konstruksi yang potensial. Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 dihelat bersamaan dengan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017. Hal ini menjadikan ajang tersebut sebagai salah satu pameran dan konferensi konstruksi infrastruktur terbesar di tanah air.

0 221
TekslFoto: Pramono

Jakarta, Indonesia – Philips Lighting (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia dalam pencahayaan, hari ini mengumumkan temuan yang menunjukkan bahwa orang dewasa di seluruh dunia kurang memperhatikan mata mereka. Temuan ini dikemukakan saat dunia sekarang ini sedang dihadapkan pada tingginya penderita miopia (rabun jauh), dan beban mata semakin meningkat karena kita menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan sambil melihat layar komputer dan gawai lainnya. Saat ini, kita lebih mementingkan kebugaran fisik dan penurunan berat badan dibandingkan kesehatan mata, padahal kita sangat bergantung kepada mata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 8.000 orang dewasa di sebelas negara: Tiongkok, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Indonesia, Polandia, Spanyol, Swedia, Thailand, Turki dan Amerika Serikat – untuk mengetahui bagaimana pencahayaan LED berkualitas dapat membantu mata menjadi lebih nyaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun rata-rata orang menghabiskan waktu lebih dari enam jam sehari di depan layar, hanya 42% dari mereka menggunakan pencahayaan, yang lebih lembut bagi mata. Hasil penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa dalam membeli lampu, hanya sepertiga dari responden (32%) yang menyatakan mereka mempertimbangkan dampak kenyamanan bagi penglihatan. Hasil Survei Indonesia: Hasil riset global juga tercermin pada hasil survei di Indonesia. Masyarakat Indonesia menilai bahwa kesejahteraan diri itu penting, namun berdasarkan penelitian, hanya 46% responden yang memprioritaskan perawatan untuk penglihatan mereka sebagai bagian dari kesejahteraan diri, dengan tiga prioritas utama berfokus pada: tingkat kebugaran (80%), stres (77%) dan berat badan (66%). Lebih lanjut, saat ditanya mengenai perawatan mata, masyarakat Indonesia termasuk paling jarang melakukan kunjungan rutin ke dokter mata (hanya 19% dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 43%), walaupun mereka memiliki kecenderungan untuk menghabiskan 7,25 jam di depan layar (satu jam lebih lama dari hasil rata-rata global). Mayoritas responden juga menyatakan bahwa mereka mengalami mata lelah (89%), selain pandangan kabur (34%) dan sulit melihat obyek dalam jarak tertentu (32%) setelah menghabiskan waktu di depan layar. Namun, ketika ditanya mengenai prioritas mereka dalam memilih bohlam, 75% menyebutkan hemat energi, jauh lebih tinggi dari soal harga (47%) dan kualitas pencahayaan (41%). Walaupun lebih dari tiga perempat (81%) responden setuju bahwa kualitas pencahayaan mempengaruhi penglihatan mereka, hanya 23% – atau satu dari lima orang – yang akan membeli bohlam yang lebih nyaman untuk mata tanpa melihat harga. Philips Lighting telah mengembangkan kondisi pengujian yang mendetil untuk mengevaluasi kedipan cahaya yang merupakan kriteria nyaman. Dalam kriteria ini, Philips LED diperiksa untuk memastikan produk memenuhi standar tinggi yang ditetapkan sekaligus hemat energi dan memiliki masa pakai rata-rata lebih dari sepuluh tahun. Semua bohlam Philips LED yang dilengkapi dengan logo EyeComfort pada kemasannya memberikan pencahayaan yang nyaman bagi mata. Ini berarti konsumen akan menikmati pencahayaan LED berkualitas tinggi yang tidak berkedip, tidak silau, serta memiliki distribusi cahaya yang merata sehingga mata menjadi lebih nyaman dan rileks. “Kriteria Eye Comfort membuat bohlam LED kami lebih menonjol. Kenyamanan mata harus dijadikan prioritas dalam mewujudkan kesejahteraan diri, dan kami menyediakan cara termudah untuk mencapainya yaitu dengan menyediakan bohlam LED berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia,” tutup Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia.

0 312
TekslFoto: Pramono

JAKARTA, 26 Oktober 2017 – Untuk memenuhi kebutuhan nasabah dalam mengoptimalkan investasinya, PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) hari ini memperkenalkan Dynamic Model Portfolio, sebuah konsep investasi yang tidak hanya fokus pada perpaduan kelas aset berdasarkan profil risiko Nasabah, namun juga berdasarkan risiko pasar. Head of Wealth Management& Retail Digital Business Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan saat ini perbankan harus jeli melihat tujuan investasi dan profil risiko Nasabah dan menjadikan dua faktor tersebut sebagai referensi dalam berinovasi untuk memenuhi kebutuhan Nasabah. “Dengan pergerakan ekonomi dan pasar yang cepat, investor harus cekatan membaca risiko dan menggerakkan aset sesuai arah pasar. Tidak bisa lagi menggunakan metode penentuan investasi yang statis. Berdasarkan analisa kami atas data-data historis pasar modal di Indonesia, mengalokasikan investasi di aset dengan metode statis berpotensi membuat hasil imbal balik yang tidak optimal dalam jangka panjang,” jelasnya. Keberadaan Dynamic Model Portfolio akan semakin menguntungkan Nasabah di tengah kondisi pasar yang pada 2018 diprediksi akan membaik. CEO PT Schroders Investment Management Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan bahwa berdasarkan data historis, menjelang pemilu 2004, 2009 maupun 2014, terdapat kenaikan konsumsi rumah tangga maupun konsumsi pemerintah. Memang perlu dicermati bahwa kejadian masa lampau tidak selalu terulang di masa depan. “Harga komoditas diprediksi akan membaik pada 2018; Pilkada juga akan memberi pengaruh pada konsumsi karena perputaran yang yang lebih baik. Dari sektor perbankan, pertumbuhan kredit diperkirakan akan mulai mengalami peningkatan. Hal ini tentunya akan mendorong laba perusahaan, termasuk perusahaan publik, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan laba per saham,” jelas Michael. Hadir pada peluncuran Dynamic Model Portfolio, Ekonom Senior Indonesia yang juga Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Chatib Basri menjelaskan bahwa 2018 akan menjadi tahun yang menantang seiring dengan perkembangan teknologi disruptif. “Inovasi bergerak sangat cepat, siklus produksi menjadi begitu pendek. Barang atau jasa yang dibuat hari ini, akan menjadi usang dalam waktu yang cepat. Nantinya, yang akan bertahan dan sukses mungkin bukanlah yang bisa memberikan jawaban atas pertanyaan, melainkan adalah mereka yang bisa memformulasikan masalah dengan jeli dan tidak terpikirkan sebelumnya. Artinya, ide, kreativitas, dan keterampilan menjadi faktor penting,” jelas Chatib. Kehadiran ketiga narasumber di atas seiring dengan Market Outlook 2017 di Jakarta yang dihadirkan oleh Bank Commonwealth dengan tema “Be A Game Changer in Digital Era”untuk membahas kondisi perekonomian pada 2018 mendatang dan kondisi pasar terkait investasi wealth management. Market Outlook ini merupakan acara tahunan yang memberikan nilai tambah kepada Nasabah Premier Banking Bank Commonwealth dan menghadirkan pakar-pakar perekonomian di Indonesia. Tak hanya diselenggarakan di Jakarta, Market Outlook tahun ini juga diselenggarakan di Surabaya, Bali, Bandung, Medan, dan Semarang.

0 241
TekslFoto: Pramono

Jakarta –Jakarta Fashion Week (JFW), pekan mode utama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara, resmi dibuka di Senayan City, Jakarta tanggal 21 Oktober 2017. Selama sepekan, hingga 27 Oktober 2017, Ratusan Designer Indonesia dan mancanegara, termasuk para Designer dari Australia, Swedia, India, Jepang, Korea Selatan dan Inggris, menampilkan koleksi terbaik mereka di ajang bergengsi yang menjadi arahan fashion Indonesia di tahun 2018, serta menjadi sorotan publik internasional. Tahun ini, JFW merangkul Himpunan Designer Indonesia ( HDII ), untuk mendisain sejumlah area di JFW seperti entrance Fashion Tent JFW dan JFW lounge, serta membangun 2 instalasi fashion di dalam Senayan City, yang sudah 5 kali menjadi tempat penyelenggaraan JFW. Menurut Lenny Tedja, Direktur JFW, Kemitraan dengan HDII di JFW ini merupakan langkah awal dari banyak kolaborasi yang akan terjalin di masa depan, agar konten JFW senakin beragam dan kaya, serta lebih banyak merangkul stakeholder yang terlibat di dalam dunia kreatif, tak hanya mereka yang bergerak di dunia fashion. Harapannya, seperti diungkapkan oleh Lea Avialiani ziz, Ketua HDII nasional, mengungkapkan, “ Kolaborasi antara HDII dan JFW ini bisa memberi inspirasi dan membuka kesempatan – kesempatan baru bagi para disainer interior Indonesia dengan dunia fashion.” Lutfi Hasan, Marketing Communication dan Hubungan Luar Negeri HDII, sendiri mengatakan bahwa berbagai disiplin ilmu dalam dunia desain memang tidak bisa berdiri sendiri, selalu bersinggungan satu sama lain, seperti seni, arsitektur termasuk diantaranya fashion. “Fashion merupakan driving force dalam dunia disain, karena fashion menciptakan tren, dan desain interior merespon terhadap hal itu” tambah Luthfi.

0 178
TekslFoto: Pramono

Jakarta – PT Bank UOB ( UOB Indonesia ) menganugerahkan penghargaan kepada bapak KUKUH Nuswantoro sebagai pemenang kompetisi seni lukis UOB Indonesia Painting of the year 2017 melalui karyanya yang bejudul “Kegelapan”. Lukisan beraliran neo-ekspresionnisme yang mengilustrasikan perasaan modern dalam krisis, terpilih diantara 4 finalis lainnya dalam kategori Seniman Pofesional (Established Artist). Karya seniman berumur 51 tahun tersebut berhasil mengundang kekaguman dewan juri yang terdiri dari seniman berpengalaman dan kurator. Mereka adalah Bapak Agung Hujatnikanjennong, Kurator Independen dan Dosen ITB, Bapak Hndro Wiyanto, Kurator Seni, Bapak Anindityo Adipurnomo, Seniman Cemeti, dan Co-Founder Indonesia Art Archives (IVAA). Sebagai pemenang UOB Indonesia Paintting of the Year Bapak Kukuh berhak atas hadiah tunai sebesar Rp 250.000.000 dan ikut dalam kompetisi dengan para pemenang dari Malaysia, Singapura dan Thailand dalam ajang kompetisi UOB Southeast Asian Painting yang akan diumumkan di Singapura tanggal 8 November 2017, juga memperoleh kesempatan untuk memenangkan program residensi selama satu bulan di Fukuoka Asia Art Museum, Jepang. Untuk Kategori Pendatang Baru dimenangkan Bapak Alvian Anta Putra, 22 tahun, berhasil memenangkan penghargaan UOB Most Artist of the Year. Dengan menggunakan cat minyak yang berjudul “Discussion”. Kevin Lam, Presiden Direktur UOB Indonesia berkomitmen untuk membuat perbedaan dalam kehidupan para pemangku kepentingan dan masyarakat dimana kami beroperasi, khususnya di bidang seni, anak-anak dan budaya. Lukisan-lukisan pemenang kompetisi 2017 UOB Painting of the Year akan dipamerkan di UOB Art Gallery, UOB Plaza, jl M.H.Thamrin, Jakarta dari 26 Oktober hingga 26 November 2017.

0 143
TekslFoto: Pramono

Jakarta – Philips Indonesia bagian dari Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA), hari ini memperkenalkan dua produk garment care terbaru yakni setrika uap Perfect Care Optimal TEMP GC3920 dan Garment Steamer Easy Touch Plus GC524 di ajang Jakarta Fashion Week 2018. Kedua produk tersebut dihadirkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang selalu ingin menjaga penampilan tetap rapi dan bersih namun tidak ingin menghabiskan waktu lama untuk menyetrika. Menyetrika merupakan kebutuhan dan rutinitas sebagian besar orang, namun kegiatan tersebut identik dengan pekerjaan yang memakan waktu, merepotkan dan apabila kurang hati-hati bisa merusak seperti meninggalkan bekas panas dan terbakar pada pakaian. Riset yang dilakukan oleh YouGov di Inggris tentang ketertarikan orang pada pekerjaan rumah tangga menunjukkan bahwa 50% atau setengah dari responden menjawab jika pekerjaan yang paling tidak disukai adalah menyetrika dan hanya sebanyak 16% dari responden yang menyukai menyetrika. Merawat pakaian terutama menyetrika dirasa merepotkan, karena kita perlu ketelitian dan ekstra hati-hati. Cara menyetrika setiap jenis bahan atau kain berbeda-beda, bahkan ada jenis kain yang tidak boleh disetrika. Misalnya, menyetrika bahan sutra dengan linen berbeda. Umumnya kain sutra memiliki sifat benang yang halus maka sebaiknya disetrika dengan suhu hangat dan menggunakan kain alas sehingga setrika tidak menyentuh kain langsung atau bisa juga dengan cara dibalik.” ujar Ardha Ardea Prisilla S.Ds M.Ds, Dosen Jurusan Fashion Design, LaSalle College International Jakarta. Yongky Sentosa, Head of Personal Health Philips Indonesia, mengatakan, ”Pentingnya menjaga kualitas pakaian tentunya sangat dibutuhkan oleh banyak orang terutama para desainer dan mereka yang berkecimpung di dunia fashion. Hal ini yang mendasari keterlibatan kami di ajang Jakarta Fashion Week 2018. Melalui ajang ini, kami ingin memperkenalkan produk Garment Care Philips yaitu Perfect Care Optimal TEMP GC3920 dan Garment Steamer Easy Touch Plus GC524 yang dapat membantu penggunanya menjaga kualitas pakaiannya dengan lebih aman, mudah, cepat dan dapat membunuh bakteri.” Produk lainnya yang dihadirkan oleh Philips di ajang Jakarta Fashion Week 2018 adalah Garment Steamer Easy Touch Plus GC524 yaitu varian terbaru dengan warna gold yang elegan, dirancang untuk menghilangkan kusut dan kerutan tersulit dengan mudah. Dilengkapi juga dengan berbagai aksesoris style board dan hanger untuk menggantung pakaian, sikat tambahan, serta pembuat lipatan, sehingga memudahkan pengguna untuk dapat menguapi pakaian yang berbahan tipis dan lembut dan pada bagian yang sulit. Setrika uap Philips Perfect Care OptimalTEMP GC3920 dan Garment Steamer Easy Touch Plus GC524 saat ini sudah bisa didapatkan di Best Denki, Electronic City, dan di beberapa department store seperti Sogo dan Metro. Untuk di channel e-commerce produk-produk tersebut juga sudah tersedia di Lazada, JD.id, Tokopedia, Blibli, Shopee, Mataharimall dan Philips e-store.

0 237
TekslFoto: Pramono

Jakarta – Oktober 2017 – Pakaian adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan mencuci menjadi pekerjaan wajib agar kita tampil bersih dan sopan walau sederhana sekalipun. Mencuci seringkali dianggap sebagai pekerjaan yang melelahkan dan menghabiskan energi serta waktu. Apalagi, tugas mencuci juga diikuti tugas lainnya, yaitu mengeringkan dan menjemur. Sebagian besar masyarakat urban sudah semakin mempercayakan mesin cuci untuk membantu meringankan tugas mencuci. Berdasarkan sebuah survey yang dilakukan jajakpendapat.net, 74% masyarakat yang tinggal di Jakarta dan pulau Jawa sudah menggunakan mesin cuci untuk membersihkan baju. Teknologi kini semakin membantu kita memiliki pakaian bersih dengan lebih mudah. Samsung menghadirkan mesin cuci Samsung AddWash Combo Dryer yang tidak hanya sekedar mencuci, namun juga dapat mengeringkan pakaian, bahkan teknologi AirWash dapat mencuci pakaian dengan uap air panas. “Tampil dengan pakaian serasi, bersih dan rapi menjadi simbol kesuksesan dan mewakili karakter seseorang. Samsung menghadirkan Samsung AddWash Combo Dryer dengan membawa teknologi AirWash yang dapat memberikan solusi kebutuhan masyarakat yang sibuk dan ingin selalu tampil prima, tanpa dibatasi dengan kendala jalan yang macet dan kesulitan mencari asisten rumah tangga yang andal. Samsung AddWash Combo Dryer mencuci hingga mengeringkan baju tanpa perlu menjemurnya. Tak perlu lagi lelah memindahkan cucian dari mesin cuci ke palang jemuran, atau ke mesin pengering terpisah,” jelas Michael Adisuhanto, Head of Product Marketing Digital Appliances, Samsung Electronics Indonesia. “Ditambah lagi dengan teknologi AirWash yang dapat mencuci dengan uap panas. Bagi para pekerja kantoran, pakaian kerja umumnya jarang terkena noda. Dengan dicuci dengan uap panas, pakaian kerja sehari-hari menjadi bersih, higienis, dapat segera dipakai keesokan paginya dan juga hemat air,” tambahnya. Ketika musim hujan datang, sering kita dibuat kesal karena cucian pakaian menumpuk, lembab dan bau apek. Ikuti 4 cara menghilangkan kesal akibat cucian di musim hujan:

1. Cucian tidak cepat kering. Hujan berarti tidak ada sinar matahari yang membantu mengeringkan pakaian secara alami. Umumnya mesin cuci membantu mencuci pakaian, membilasnya, lalu memeras pakaian. Setelah itu, kita masih perlu menjemurnya di tengah sinar terik matahari untuk mengeringkan pakaian, atau dibantu dengan mesin pengering pakaian yang berbeda. Samsung AddWash Combo Dryer hadir untuk menghemat waktu kita mencuci karena mesin cuci ini memberikan solusi mencuci sampai mengeringkan.

2. Pakaian seragam kantor yang harus dipakai besok masih lembab dan berbau apek. Sering sekali pakaian seragam anak ataupun kantor harus dipakai esok hari, namun karena hujan turun dalam beberapa hari membuat pakaian tidak kering, lembab dan berbau apek.Dengan teknik AirWash memungkinkan proses pencucian dilakukan dengan uap panastanpa detrjen dan air dapat menghilangkan bau tak seap dan juga mikroba dan kuman.

3. Pakaian tidak bersih maksimal. Samsung AddWash Combo Dryer dilengkapi dengan teknologi EcoBubble, untuk membantu hasil mencuci lebih bersih dan tidak menyisakan kotoran, apalagi di musim hujan terkadang baju lebih kotor ketika kehujanan atau terciprat genangan air.

4. Cucian yang tertinggal, berarti waktu mencuci lebih lama. Belum lagi harus mengisi air dan menambahkan deterjen lagi, sehingga jadi lebih boros. Samsung menambahkan pintu kecil, yang dinamakan AddWash, agar cucian tambahan dapat dimasukan ke dalam mesin cuci kapan saja, di tengah – tengah proses mencuci. Dengan begitu, tidak ada lagi waktu terbuang hanya karena ada baju yang tertinggal.

0 100
TekslFoto: Bambang P.

CitraRaya Tangerang adalah proyek pengembangan kota baru terpadu yang terbesar oleh Grup Ciputra. Kota baru ini mulai dibangun sejak tahun 1994 dengan luas pengembangan mencapai 2.760 hektar. Hingga kini, CitraRaya telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dengan segala kelengkapan fasilitas umum dan komersialnya, dalam memenuhi segala unsur kebutuhan penghuninya. Salah satu kegiatan pembangunan yang terbaru, adalah melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) Mal Ciputra – CitraRaya Tangerang pada 19 Oktober 2017. President Director PT Ciputra Residence Bapak Budiarsa Sastrawinata mengatakan peletakan batu pertama ini merupakan langkah awal dimulainya pembangunan pusat perbelanjaan terbesar di Tangerang Barat. Mal ini, akan dibangun diatas lahan seluas 4,5 hektar di kawasan Central Business District CitraRaya. Mal Ciputra CitraRaya Tangerang, tidak hanya akan menjadi ikon tetapi sekaligus sebagai pusat kegiatan bisnis retail modern dan menjadi destinasi baru di Kota CitraRaya dan sekitarnya. Saat ini, akan segera bergabung tenant-tenant besar di Mal ini, diantaranya Farmers Market, CGV Cinemas, Matahari Department Store, Fun World, Fun & Fit, KiDZiLLA, dan masih banyak lagi. “Mal Ciputra CitraRaya Tangerang terdiri dari 6 lantai dan merupakan bagian dalam pengembangan tahap pertama kawasan Central Business District (CBD) CitraRaya seluas 164.075 m2 gross floor area. Kawasan CBD tersebut dibangun dalam 3 tahapan pembangunan. Dimana, dalam 2 tahun pertama akan dibangun mal, tahap kedua adalah perluasan mal dan pembangunan hotel, dan ketiga, kita akan membangun high rise apartment,”kata Bapak Budiarsa, dalam “Groundbreaking Mal Ciputra CitraRaya Tangerang” di Tangerang, Kamis, 19 Oktober 2017. Kota Mandiri CitraRaya, lanjut Budiarsa, kini telah menjelma sebagai salah satu regional business center yang kuat di Tangerang Barat. Untuk memposisikan diri sebagai regional business center di Tangerang, CitraRaya semakin melengkapi diri dengan dibangunnya fasilitas-fasilitas prestisius dan ikonik berwawasan lingkungan. Kini, di CitraRaya telah berdiri lebih dari 25.000 unit perumahan dan komersial, dengan jumlah penduduk lebih dari 65.000 jiwa. “Terlebih CitraRaya juga dikelilingi oleh lebih dari 600 perusahaan nasional dan mancanegara. Tentunya ini merupakan potensi yang menguntungkan bagi para tenant kita dalam mengembangkan bisnisnya di CitraRaya”. Perkembangan populasi CitraRaya yang pesat dibarengi dengan berbagai penambahan fasilitas skala kota yang existing seperti, Pasar Modern, City Market, Auto Center, Sekolah, Universitas, Rumah Ibadah, Sports Club, Family Club, Hotel, Trans Feeder Busway, Ciputra Hospital, EcoPlaza dan Theme Park sebagai wahana hiburan keluarga. Di CitraRaya juga sudah beroperasi puluhan perbankan nasional, baik swasta maupun BUMN. Untuk penunjang kebutuhan dan kemudahan transaksi, terdapat pula ATM Center yang ditempatkan di berbagai titik strategis. Tidak hanya itu, lanjut Bapak Budiarsa, “Kawasan kota ini juga dilengkapi pusat kuliner seperti, CitraRaya Food Festival (Ciffest) dan MardiGras. Sejalan dengan pembangunan berkesinambungan, CitraRaya juga melengkapi diri dengan Office Park. Kebutuhan akan gedung perkantoran ini tidak lepas dari terus berkembangnya kawasan industri Koridor Cikupa – Cikande – Cilegon sebagai destinasi investasi bagi perusahaan swasta nasional dan multinasional”.
“Dengan dimulainya pembangunan Mal Ciputra CitraRaya Tangerang ini, maka makin lengkaplah fasilitas komersial untuk pemenuhan gaya hidup perkotaan warga CitraRaya dan sekitarnya,”kata Bapak Budiarsa mengakhiri keterangannya.