Destination

0 855
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Dikdikphotography

Di dunia desain interior Asia, Negeri Korea sedang menjadi salah satu kiblat desain yang banyak dilirik pecintanya belakangan ini. Secara visual, tampilan yang disuguhkan memiliki ciri khas tersendiri, mengarah pada kesan fresh, bergaya muda, dan simpel dalam tatanan modern. Dekorasi taman natural dan artifial ditonjolkan menjadi salah satu kekuatan pesona Tama Boutique Hotel yang menjadi salah satu alternatif para penikmat wisata Kota Parahyangan. Tampil simpel tetapi bergaya muda dan tidak membosankan dipandang mata berkat kesan segar yang khas desain gaya Korea.

Di salah satu sudut Kota Bandung, Tama Boutique Hotel berdiri di atas Restoran Korea Bornga dengan dekorasi menawan dalam kemasan Korean style. Balutan rancangan Restoran Korea Bornga menjadi latar mengapa hotel tersebut dirancang dalam konsep senada agar tampil dalam satu kesatuan konsep yang mengalir dan nge-blend.

Diarsiteki oleh  Cindy Hartono dari Biro Arsitektur Subianto & Siane yang sekaligus berperan sebagai desainer interior, Tama Boutique Hotel berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dan dibangun berluas 2.500 meter persegi dengan memadukan dua konsep yang saling mengisi dan melebur secara estetika… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #014/2016)

0 695
Teks: Reki Desma Tri Putra l Foto: Bambang Purwanto

Satu lagi hasil karya Biro Desain Casa Dekora Multi Kreasi untuk diapresiasi: sebuah vila di Vimala Hills Villa and Resort di Gadog, Bogor. Sebuah vila yang memadukan berbagai elemen desain untuk menghadirkan pengalaman bersantai senyaman mungkin, dan berhasil menampilkan satu tatanan nyaman, etnik, natural serta luxurious.

Konsep desain natural ethnic yang diterapkan ke dalam vila seluas 260 meter persegi ini berusaha menampilkan sebuah vila bergaya resor yang cocok untuk bersantai dan memberi perasaan senang dan selalu ‘ingin kembali lagi’. Sebuah konsep desain yang menyelipkan pencitraan etnik yang kental pada konsep desain natural ini ternyata bisa menjadi inspirasi tempat tinggal unik dan eklektik… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #014/2016)

0 561
Teks: Reki Desma Tri Putra l Foto: Bambang Purwanto

Villa bukan hanya berfungsi sebagai tempat berlindung dan berteduh, namun juga menjadi pelepas penat yang menentramkan hati, apalagi jika hunian tersebut memiliki desain yang cantik serta suasana nyaman.

Hal inilah yang hendak dimunculkan oleh Biro Desain Casa Dekora Multi Kreasi melalui karya yang satu ini. Mereka berhasil menghadirkan desain yang menginspirasikan satu tempat tinggal yang bagaikan sebuah rumah villa, jauh dari kesan ramai sehingga membuat siapapun yang ada disana merasakan ketenangan. Menghadirkan perpaduan konsep hunian Jepang dan kesejukan alami, tempat tinggal ini terasa sangat nyaman untuk ditinggali… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #014/2016)

0 665
Arumdalu Resort, an Embrace Nature
Teks : Widya Prawira l Foto: Koleksi Arumdalu Resort

Pariwisata Belitung dikenal lewat keindahan pantai yang memikat dengan pasir putih dan bebatuan granitnya, seperti Pantai Parai Tenggiri, dan Pantai Tanjung Pesona yang populer di kalangan penikmat perjalanan. Pesona Belitung pun makin naik daun usai Pantai Tanjung Tinggi dijadikan lokasi syuting film Laskar Pelangi. Jika melancong ke Belitung, cobalah ke Arumdalu Resort yang terletak di Membalong Belitung Island, berjarak 50 km dari Bandara Tanjung Pandan. Sebuah master piece resort seluas 45 ha hadir sebagai satu – satunya high class resort di Belitung yang menerapkan pendekatan ramah lingkungan.
Kawasan Arumdalu mulai dikembangkan di tahun 2011 oleh Tjioe Agus Supramono, pendiri pabrik karet ternama, PT. Prammindo Rubber Industry. Pengembangan kawasan ini menerapkan langkah-langkah inovasi yang ditunjukkan lewat prefabrikasi dan pengolahan energi dengan pendekatan ramah lingkungan.
Suasana teduh dan dekat dengan alam yang dibangun di Arumdalu Resort ini dilakukan melalui pendekatan arsitektur yang dipercayakan kepada Realrich Sjarief dan RAW Architecture selaku arsiteknya. Villa-villa yang dilengkapi dengan cabana, restoran, wedding caple dan lansekap menawan yang sinergis dengan hutan dan pantai menjadi latarbelakang resort dan menjadi nilai jual kawasan ini… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #012/2015)

0 474
Opin Samujana Villa 30, a Luxurious Art
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Koleksi Istimewa

Proyek Samujana perdana yang diluncurkan pada Maret 2012 dan tercatat sebagai proyek vila estat paling eksklusif dengan napas berbeda yang mewadahi kebutuhan rileksasi bagi kerabat dan sahabat di Pulau Koh Samui. Ia merupakan bagian dari ekspansi bisnis dan melengkapi 25 koleksi vila mewah sebelumnya di kawasan perbukitan. Terletak di lokasi yang paling diincar banyak orang – pantai timur Kra Isthmus, Thailand, Samujana menyodorkan privasi paripurna yang bisa dicapai beberapa menit saja jika berkendara dari Samui International Airport, Thailand.
Alam pantainya semakin eksotik karena didukung posisi prestisius di puncak bukit yang cukup dicapai dengan berjalan kaki dari Pantai Choeng Mon yang menakjubkan dan Chaweng yang popular. Rancangan vila dibiarkan transparan, bebas menembus, dan mengeksplor alam sekitar sehingga mampu mempertontonkan teluk karang sebagai suguhan pemandangan tanpa batas, termasuk pula akses private beach. Di area outdoor, penyatuan desain bangunan dengan alam sekitar terwakili indah oleh rancangan infinity pool nan menawan yang menambah value vila estat ini dan sukses meraih penghargaan. Benar-benar mengagumkan.
Keseluruhan 24 vila di Samujana didesain oleh Gary Fell dari GFAB Architects. Setiap bangunan dikonstruksi secara harmonis dengan bebatuan natural dan vegetasi original dengan kemegahan desain bergaya kontemporer. Vila didukung oleh lahan lapang dengan kamar-kamar jenis suite yang tersedia, living area dan dining area yang sangat luas, dapur bersentuhan art, area private parking memadai, serta private infinity pool. Setiap properti dibuat seideal mungkin bagi para sahabat dan keluarga untuk rileks di dalam kemewahan vila yang sungguh sempurna menawarkan fasilitas memanjakan, meninggalkan sejenak rutinitas keseharian… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #012/2015)

0 493
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Mungkin banyak yang tidak tahu Balikpapan memiliki maskot beruang hitam yang lucu ini. Sebagai maskot kota, beruang madu perlu diperkenalkan pada masyarakat umum. Hasilnya, ide pendirian kawasan wisata pendidikan lingkungan hidup enklosur beruang madu Balikpapan sebagai tempat pusat informasi sang beruang. Beruang madu sebenarnya tidak terlalu berbahaya, mereka justru pemalu. Di atas lahan seluas 9,6 hektar kawasan wisata ini, 1,3 hektar di antaranya merupakan area enklosur beruang madu, tepatnya terletak di Jalan Soekarno Hatta km 23, Karangjuang, Balikpapan. Singkatnya, tempat ini bukanlah kebun binatang, bukan tempat konservasi dan rehabilitasi, bukan tempat penampungan ataupun perkembangbiakan. Di sini merupakan tempat di mana terdapat beberapa beruang madu dipindahkan dari hutan, dibiarkan hidup senormal mungkin di alam agar masyarakat bisa mengenal lebih dekat. Akan sangat sulit ditemukan hewan yang sudah tergolong langka ini langsung ke hutan karena mereka sangat sensitif dengan manusia. Area ini sengaja dibikin sealami mungkin, diciptakan enklosur dengan hutan sekunder, termasuk dibuatkan climbing structure, hingga pengunjung menjadi terinfo mengenai kehidupan sehari-hari beruang madu. Bagaimana mereka menggali, seberapa tinggi, serta bagaimana mereka memanjat dan makan… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

1

2

0 461
Rotterdam Fort, the Other Side of East Indonesian History
Teks: Chandra Sumawinata Foto: Bambang Purwanto

Menilik sejarah Rotterdam Fort atau Benteng Ujung Pandang ini seperti menelusuri kisah sejarah dari berbagai dimensi. Filosofi arsitekturnya mengagumkan dan refleksi kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo. Pun peralihan fungsinya menggambarkan kekayaan rempah Kawasan Timur Indonesia.

2Dari sudut wujud konstruksi, kita akan berpengetahuan soal filosofi Kerajaan Gowa di masa silam. Rotterdam Fort merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo, terletak di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna. Pada mulanya benteng berbahankan dasar tanah liat, tetapi pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin, konstruksi benteng diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst di daerah Maros.

3Benteng Ujung Pandang berwujud seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut, merefleksikan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun samudera… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #009/2015)

4

0 723
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Berlokasi di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, tepatnya di tepi sungai Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi, situs purbakala ini diperkirakan berasal dari abad ke-11M. Kompleks percandian agama HinduBuddha tersebut diklaim yang terluas di Indonesia dan kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya serta Kerajaan Melayu. Kondisinya yang sangat terawat dan apik tentu membuat lokasi ini daya tarik tersendiri bagi pelancong. Bahkan sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi situs warisan dunia.

SEJARAH PENEMUAN

Situs ini ditemukan pertama kali pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris bernama S.C. Crooke saat melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Tahun 1975 pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran serius yang dipimpin R. Soekmono. Di sini baru sembilan bangunan yang telah dipugar, dan seluruhnya bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut meliputi Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano. Namun sebagian besar dari 61 jumlah candi masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas, seperti menelusuri dimensi masa silam.

Tempat yang diyakini sebagai bertemunya berbagai budaya dibuktikan dengan adanya manik-manik berasal dari Persia, Cina, dan India yang cukup membuat kita terperangah. Sementara agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan ditemukannya lempeng-lempeng bertuliskan wajra pada beberapa candi yang membentuk mandala.

DECAK KAGUM

Wisatawan dipastikan berdecak kagum ketika menelusuri situs yang memiliki luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Yang terbayang tentu kejayaan kerajaan itu di masanya.

Sebagai sumber informasi dan pengetahuan, situs dibuka untuk masyarakat umum. Itulah  sebabnya lingkungan sekitar diberi fasilitas jalan agar para pengunjung dapat mengeksplor kompleks percandian. Anak-anak bisa mengendarai sepeda untuk efisiensi waktu dan tidak lelah berjalan saat mengelilingi kompleks. Seraya mengagumi kebesaran Nusantara, kunjungan ke situs pun menjadi sesuatu yang fun bagi anak-anak, dan travelling ke lokasi ini pun sayang untuk dilewatkan.

0 781

Salah satu karunia terbesar yang diberikan untuk bumi Indonesia adalah kesuburan tanah dan keindahan alam yang dapat dinikmati setiap saat. Berjalan menjauhi hiruk-pikuk kota-kota besar untuk mencari setitik kesegaran alami, kita bisa menemukannya di berbagai lokasi di kawasan nusantara, salah satunya adalah daerah Takengon. Terpencil di ujung tanah air, ternyata daerah ini menyimpan harta terpendam berupa alam nan indah serta menghasilkan salah satu kopi ternikmat di dunia… (Lihat Takengon, a Paradise in Aceh selengkapnya di Majalah Home Diary #007/2014)

0 854

Tujuan alternatif pelesiran yang paripurna dan mengesankan di kawasan wisata Nongsa, Batam. Seperti kebanyakan tujuan wisata di Nusantara, daerah Batam memiliki keunggulan pesona pula secara alam. Keindahan pantainya terbingkai oleh pemandangan lepas yang menyuguhkan vista ke arah dua kota negara tetangga sekaligus, Johor Bahru dan Singapura. Sebuah sensasi yang terkhusus dapat dinikmati di Turi Beach Resort…  (Lihat selengkapnya Sensational Leisure at Turi Beach Resort di Majalah Home Diary #006/2014)