HomeDiary - Majalah Arsitektur dan Interior
Teks: Ima PurbasarilFoto: Stefano Corso

Home Telling

Sebuah rumah yang diibaratkan sebagai hasil dari proses khusus “menjahit” seperti karya clothing untuk hadirkan hunian berkarakter personal. MonteVerde Vechio merupakan sebuah distrik di Kota Roma, Italia, yang diduduki oleh banyak hunian dan komplek perumahan dengan kekhasan bangunan yang memiliki posisi open view ke Kota Roma hingga menjangkau 360 derajat. Kekuatan pesona itulah yang melatari penghuni pindah berdomisili ke kota ini.   Kediaman memiliki dinding utama yang membelah bagian lorong persegi panjang kecil pada bangunan (seluas 140 meter persegi dengan teras 90 meter persegi). Tangga menuju attic dirancang berbentuk spiral dan terletak di lorong panjang yang sempit di mana ruang-ruang lain dirancang terbuka. Setelah Anda menapaki anak tangga dan sampai di area attic, yang akan dijumpai adalah attic bergaya klasik dan vintage.  Sebelum direnovasi, kondisi attic tidak terawat dengan baik. Hanya terdapat satu jendela yang memungkinkan cahaya sedikit saja menyeruak ke dalam. Upaya pembongkaran beberapa area telah menghasilkan ruang yang lebih memiliki value, dengan sirkulasi cahaya yang lebih baik secara menyeluruh lewat jendela di ruang lain.   Sang perancang, Maurizio Giovannoni yang berkolaborasi dengan Alessandra Mancini, memisahkan area dapur dan living area dengan memanfaatkan kaca, sehingga cahaya dapat tetap tembus. Area lorong pun menjadi sangat fungsional dengan hadirnya wardrobes, kabinet, vertical library, dan sliding door di sepanjang dindingnya. Sementara itu, keberadaan tiga kamar tidur dan dua kamar mandi tetap dipertahankan dengan penambahan lemari pada sisi area yang lebih pendek.

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi yang menyenangkan, terutama bagi sang ownersebagai center person. Desainer mendengarkan keinginan pemilik rumah dan melihat perbedaan pandangan dengan tujuan positif agar ide-ide kreatif muncul. Dari situlah hadir pilihan warna putih absolut di area entrancedan living roomdengan tambahan warna-warna lain, seperti pink, ocher, turquoiseyang mendominasi segmen-segmen ruang.

Pilihan warna-warna tersebut seolah menjadi nuansa transisi sebelum Anda melangkah ke kamar tidur.  Area koridor dikarakteristikkan dengan sage green, kemudian menjadi biru dan hitam di bathroom/spa areadengan proses MIPA coatingyang merefleksikan tradisi Marmette untuk tiba pada nuansa pinkpupus di master bathroomyang diekspresikan melalui cita rasa vintagedengan furnishinggaya 1980 an.

Bookcase, furnitur di bathroom, dining table, dan furnitur lain dirancang customized sesuai request khusus pemilik rumah hingga hunian bak menjadi hasil karya clothing hasil jahit yang membedakan hunian ini dengan kediaman lain. Houses like custom clothing. (Teks: Ima Purbasari. Sumber: www.mauriziogiovannoni.it)

homediary