Bahan Bangunan yang Ramah Lingkungan

Bahan Bangunan yang Ramah Lingkungan

0 755
Sumber & Foto: Lamudi.com l Disarikan oleh: Annisa Billa

Penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan tampaknya tengah menjadi tren di kalangan masyarakat, karena selain lebih sehat ternyata produk ramah lingkungan juga banyak dijual dengan harga yang lebih murah. Beberapa contoh bahan bangunan yang ramah lingkungan adalah Miselium – satu jenis jamur yang ternyata bisa dimanfaat untuk dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat batu bata yang ringan dan tahan lama; Ferrock – bahan yang terbuat dari debu baja daur ulang yang bisa berfungsi sebagai beton. Bahan ini lebih ramah lingkungan karena mengikat karbon dioksida saat proses pengeringan dan membuat tingkat karbon menjadi netral; Timbercrete, bahan yang menggabungkan semen dengan serbuk gergaji tersebut dapat digunakan sebagai blok serta bata. Kelebihan bahan ini adalah selain ramah lingkungan adalah lebih ringan; Bahkan kini ditemukan bahan-bahan ramah lingkungan yang merupakan hasil daur ulang plastik. Para peneliti mengadaptasi plastik untuk mengurangi kegiatan pertambangan serta komponen lain yang membahayakan, sehingga dengan begitu biaya pertambangan, jumlah sampah plastik serta emisi gas rumah kaca bisa dikurangi.

Namun, bukan berarti penemuan bahan-bahan baru tersebut saja yang bisa dibilang sebagai material ramah lingkungan, bahan seperti bambu kini juga menjadi tren kembali. Bambu telah lama dikenal di Asia Tenggara selama berjuta-juta tahun tetapi kini bambu bertransformasi menjadi bahan bangunan yang kekinian dan digunakan di seluruh dunia. Yang terpenting, bambu sangat ramah lingkungan. Di Tiongkok, dulu bambu dijadikan sebagai bahan dasar membuat panah dan seratnya dibuat menjadi kabel untuk jembatan suspensi yang belakangan ini diketahui, kabel jembatan suspensi Suku Inka juga terbuat dari bahan yang sama. “Kami telah mengamati bahwa kini properti yang menggunakan bahan dasar bambu semakin bertambah banyak di web kami,” ucap Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia.

Saat ini, desainer bangunan pemenang penghargaan seringkali adalah desainer yang menggunakan bambu dalam karyanya. Misalnya saja Oscar Lopez yang sering disebut sebagai Raja Bambu telah diakui menjadi pelopor dalam pemakaian bambu. Bambu sangat murah dan bisa digunakan untuk berbagai macam objek, oleh karena itu bambu kini semakin digemari dan banyak dipilih oleh para arsitek dan pengembang. Bambu juga memiliki berat yang sama dengan baja ringan, namun memiliki fleksibilitas lebih tinggi sehingga tahan terhadap badai dan gempa bumi.

 

HomeDiary – Majalah Arsitektur dan Interior Langkah kami memang baru, namun komitmen kami memuaskan serta memanjakan Anda dalam menikmati dan memahami duni Interior, Arsitektur, Desain, serta Gaya Hidup tentu akan menjadikan majalah ini sebagai referensi Anda. Kami akan mengunjungi Anda setiap bulan dengan menyuguhkan artikel-artikel serta foto-foto indah menarik seputar hunian, desain produk maupun gaya hidup Jalan Damai V No. 3 Cipete Utara – Jakarta Selatan 12150 Telp: +62 (0)21 92636391 / 92479767

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply