Eztu Glass, a Stained Glass Art

Eztu Glass, a Stained Glass Art

0 908
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Kaca patri diciptakan pada abad X hingga XI di Eropa. Di Indonesia sendiri, seni kaca patri mulai diaplikasikan pada bangunan besar mulai pertengahan tahun 1800. Namun sejak perang dunia ke-2, produksi kaca patri secara perlahan mulai terkikis, mulai hilang, dan terlupakan karena Pemerintah Kolonial Belanda berhenti membangun koloninya. Eztu Glass Art, milik pengusaha ternama Brian Yaputra, lahir sebagai pelopor seni kaca patri Indonesia sejak 1981. Beliaulah yang telah membangkitkan kembali karya seni kaca patri berkualitas tinggi yang sempat hilang dan dilupakan di negeri ini. Eztu Glass Art memfokuskan diri di bidang kaca, selain kaca patri. Eztu Glass Art bahkan telah mampu memproduksi dalam ukuran besar. Sampai akhir 2013 karya Eztu Glass Art telah menghiasi sekitar 200 rumah ibadah yang tersebar di Nusantara, Saudi Arabia, Dubai, Afrika Selatan, Singapura, Jepang dan sekitar 30 buah di Hongkong. Juga puluhan proyek monumental, meliputi Istana Bukit Khayangan di Brunei Darussalam, Disney Land Hong Kong, dan Smith’s Museum of Stained Glass Window di Navy Pier, Chicago IL, USA… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

HomeDiary – Majalah Arsitektur dan Interior Langkah kami memang baru, namun komitmen kami memuaskan serta memanjakan Anda dalam menikmati dan memahami duni Interior, Arsitektur, Desain, serta Gaya Hidup tentu akan menjadikan majalah ini sebagai referensi Anda. Kami akan mengunjungi Anda setiap bulan dengan menyuguhkan artikel-artikel serta foto-foto indah menarik seputar hunian, desain produk maupun gaya hidup Jalan Damai V No. 3 Cipete Utara – Jakarta Selatan 12150 Telp: +62 (0)21 92636391 / 92479767

NO COMMENTS

Leave a Reply