Ong Cen Kuang Designs

Ong Cen Kuang Designs

0 786
Teks: Annisa Billa l Foto: Koleksi OCK Designs

Budiman Ong, Pendiri Ong Cen Kuang Designs, selalu tertarik pada pencahayaan – sebuah elemen yang selalu dibutuhkan dan tidak tergantikan di setiap rumah. Selanjutnya, karena ketertarikannya untuk mengeksplorasi karakter unik setiap bahan, dan karena ketertarikannya terhadap desain modern, Budiman Ong menciptakan Ong Cen Kuang pada tahun 2008. Di studionya di Bali, Budiman merancang dan membuat kerajinan tangan perlengkapan pencahayaan. Setiap karyanya dibuat secara manual satu per satu, sehingga memungkinkan setiap karakter unik dari bahan-bahan yang digunakan “berbicara sendiri” menjadi sebuah kreasi yang inovatif. Sementara sentuhan tradisional dalam unsur modern pada setiap karyanya menghidupkan cerita dan jiwa sebuah karya. Jiwa ketimuran Budiman menginspirasi dalam desain-desain Budiman, sementara pendidikan dari Barat – Lulusan dari Gray School of Art, Robert Gordon University di Skotlandia – membentuk estetika dan pengetahuannya dalam mendesain. “Bagi saya, desain adalah sebuah proses. Saya tidak selalu tahu ke mana ide membawa saya hingga saya mengeksplor bahan di tangan saya. Selannjutnya saya bermain dengan imajinasi saya sampai menjadi sebuah karya baru,” ungkap Budiman Ong.

Alur

Seri kap lampu ini dibuat dengan bahan ritsleting yang memanifestasikan ‘patah-simetri’. Alur merupakan representasi terbaik dari misi Ong Cen Kuan Designs: barang kerajinan pencahayaan puitis namun elegan dengan pilihan material yang tak terduga.

Lipat

Dilipat dari lembaran kain, kap lampu berbentuk & bertekstur geometris ini merupakan gambaran kecintaan Budiman di masa kecil dalam teknik melipat kertas.

Thistle

Terinspirasi dari bunga nasional Skotlandia dan seni origami, Thistle merupakan penghormatan Budiman atas kenangannya di Skotlandia. Sekilas kap lampu ini bak menusuk cahaya melalui pola geometrisnya, menciptakan permainan dinamis dan menarik dari cahaya dan bayangan.

Bulat

Teknik aplikasi kertas tradisional dipertemukan dengan bahan linen Skandinavia. Potongan-potongan yang rumit dari bentuk geometris tiga dimensi menjelma bak tekstur alami sarang lebah.

Rubic

Karya ini mampu mengangkat ruangan yang kurang terlihat. Jalinan garis beraturan yang menghasilkan permainan bayangan merupakan penghargaan Budiman terhadap estetika.

NO COMMENTS

Leave a Reply