HomeDiary - Majalah Arsitektur dan Interior
Vila 2 lantai Goya Boutique Resort di Ubud

Menikmati Vila Goya Boutique Resort di Ubud, Bali Saat Pandemi

Oleh : Ayu Made Bintang Kardha

Bukanlah perkara mudah di saat pandemi ini mengunjungi Bali, baik itu untuk kegiatan ritual, kepentingan bisnis atau liburan singkat menghilangkan penat rutinitas kerja berbulan-bulan di rumah. Namun, perjalanan yang menyenangkan masih mungkin dilakukan tentunya dengan persiapan yang matang. Berangkat dan pulang harus dalam keadaan sehat, disiplin protokol kesehatan, mengikuti aturan pemerintah pusat dan setempat melakukan test Covid (PCR swab, Rapid Antigen) untuk para pendatang jalur udara dan darat.

Sisi Positif Pandemi

Industri pariwisata dunia mengalami penurunan tajam, begitu juga Bali. Suasana hotel, jalanan, pantai, pertokoan, tempat publik yang biasanya ramai sekarang sepi. Tapi, tetaplah berpikir positif, anggap ini kesempatan tidak biasa menikmati Bali yang sepi, tenang dan damai. Di saat ini memilih tinggal di penginapan membuat kita lebih bisa menjalani waktu yang berkualitas bersama keluarga. Kita dapat melakukan relaksasi, mengapresiasi lingkungan binaan arsitektur ,menikmati hidangan, semuanya cukup di satu tempat saja.

Goya, Boutique Resort Bergaya Tropikal Modern yang Sehat

Goya adalah sebuah boutique resort bintang 4 yang terdiri dari 6 unit vila berlantai satu dengan 1 bedroom, 2 unit vila berlantai dua dengan 2 bedrooms serta 18 kamar hotel. Untuk menciptakan suasana privat semua vila memiliki pool dan pintu gerbang tersendiri sehingga cocok untuk keluarga atau pasangan bulan madu. Sesuai ciri butik hotel, Goya berada di jalan Bisma yang sangat hidup dengan berbagai aktifitas seperti: toko, spa, hotel, cafe, sawah dan lain- lain. Goya sendiri mampu memberikan pengalaman kuliner, keindahan interior dan kebugaran yang unik serta menyediakan butler untuk tamu.

Mengusung gaya Tropikal Modern, masa bangunan Goya tetap kontekstual dengan iklim tropis yang ditandai dengan banyaknya bukaan untuk penghawaan dan pencahayaan alami. Penggunaan material alami jelas terlihat pada plafon ekspos atap bangunan lobi dan vila dengan sudut kemiringan yang  tinggi menggunakan kayu bengkirai. Perpaduan lantai kayu dan marmer, serta furniture jati dan sungkai membaur manis dengan kebun tropis yang membalut resor ini. Bangunan lobinya melebar terbuka, berhubungan langsung dengan ruang parkir tamu didepannya, sehingga memberikan kesan megah namun mengundang.

Dari lobi menuju vila kami melewati selasar terbuka semi privat dengan deretan vila-vila bertembok tinggi yang dipenuhi jejeran Heliconia menjulang rimbun.Goya sudah mengantongi sertifikat CHSE (cleanliness, health, safety & environment) Sucofindo 28 November 2020. Begitu kami datang prokes dilakukan oleh staff dengan pengecekan suhu, sanitasi tangan juga koper. Disetiap kamar terpasang diffuser aromatherapy , disediakan masker dan hand sanitizer. Penataan antara meja di restoran juga sudah diatur berjarak minimum 1 meter. Kondisi prokes di Goya yang baik membuat kami dapat beraktifitas dengan tenang.

Vila Kontemporer Serasa Tumbuh dari Alam

Kami menempati villa 2 lantai , 2 kamar tidur dengan luas total 204 m2. Indoor pool berada dibagian depan yang langsung dikitari masa bangunan berbentuk L. Pada lantai 1 terdapat taman kecil, pool, sundeck dan bangunan yang terdiri dari : living room, bedroom serta bathroom. Living room-nya unik terbuka tanpa sekat, kemudian masuk ke bedroom dan  bathroom melalui sliding door. Dari bedroom dan bathroom juga bisa langsung ke pool, tinggal mendorong panel pintu gesernya saja. Khusus dari bathroom ke pool, jendela dan pintu gesernya berbahan full tempered glass, sehingga terkesan modern dan transparan. Bila semua sekat ruangan dibuka, rasanya bangunan ini seperti tumbuh dari tanah, menyesuaikan dengan alam dengan pembagian ruangan yang efisien. Melalui tangga dibelakang living room kita naik ke lantai 2 yang dibatasi pintu dan akan mendapati kamar tidur cantik dengan plafon ekspos tinggi, balkon dan bathroom.

Elemen Dekoratif Berkualitas

Pemilik Goya adalah pasangan suami istri asli Bali yaitu Bapak Ketut Dharma Siadja & Ibu Dewi Sinthayani. Bapak Ketut saat ini adalah Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali. Mempunyai core bisnis dibidang ekspor kerajinan CV Dharma Siadja,keduanya sering melakukan perjalanan ke luar negeri sehingga banyak melihat perkembangan craftdan memahami selera pasar dunia. Pengalaman bisnis pemilik memberikan kejelian dalam memilih dekorasi interior resor yang unik, estetis, fungsional dengan sentuhan Bali.

Fasilitas & Kemudahan Untuk Keluarga

Pool outdoor sedalam 1,5 meter akan kita temui di ujung resort dengan melewati kebun dan kolam besar. Di kiri dan kanan kolam ada  bar dan restoran. Infinity pool berlatar hutan tropis yang menawan diapit dua gazebo simetris, terlihat cantik saat matahari terbit dan terbenam. Demi kesehatan hidangan pagi, siang dan malam diantar ke villa, dan bisa diatur di pool menggunakan nampan apung. Koneksi wifi yang lancar memudahkan kita mencari produk-produk lokal yang diperlukan dan butler akan membantu mengurusnya. Tidak ada kesulitan dalam  transportasi, baik untuk sekedar melihat suasana Ubud, ke klinik untuk rapid test bahkan ke bandara, semua staff siap membantu. Rasanya memang tidak perlu banyak keluar masuk resor untuk mendapatkan hiburan. Fokus, nikmati saja kebersamaan dan kenyamanan yang diberikan Goya. Tak terasa 3 hari 2 malam terlewati, saatnya pulang dengan membawa kenangan indah dan semangat baru menghadapai rutinitas kerja.

Sampai jumpa lagi Goya, tetap semangat dan sukses menghadapi “The New Normal”.

 

homediary