Authors Posts by Home Diary

Home Diary

791 POSTS 0 COMMENTS
HomeDiary – Majalah Arsitektur dan Interior Langkah kami memang baru, namun komitmen kami memuaskan serta memanjakan Anda dalam menikmati dan memahami duni Interior, Arsitektur, Desain, serta Gaya Hidup tentu akan menjadikan majalah ini sebagai referensi Anda. Kami akan mengunjungi Anda setiap bulan dengan menyuguhkan artikel-artikel serta foto-foto indah menarik seputar hunian, desain produk maupun gaya hidup Jalan Damai V No. 3 Cipete Utara – Jakarta Selatan 12150 Telp: +62 (0)21 92636391 / 92479767

0 448
Teks: Bambang Purwanto l Foto: Koleksi Istimewa

PT. Sriboga Raturaya (SRR – induk perusahaan) bersama anak-anak perusahaannya, PT. Sriboga Flour Mill (SFM), PT. Sarimelati Kencana (SMK), dan PT. Sriboga Marugame Indonesia (SMI), pada 24 Juni 2015, mengadakan buka puasa bertema “Aku Anak Istimewa” bersama 135 anak-anak dengan disabilitas dari 4 Sekolah Luar Biasa di daerah Jakarta dan sekitarnya . Keempat Sekolah Luar Biasa yang diundang pada acara buka puasa bersama “Aku Anak Istimewa” adalah SLB Swakarya, SLB-C Sinar Kasih, SLB-B & C As Syafiiyah, dan Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Hampir semua anak yang diundang adalah anak-anak penyandang tuna grahita, tuna rungu, serta beberapa anak yang mengalami down syndrome, hydrosephalus, dan celebral palsy. Kegiatan ini mengambil tempat di Gedung IPMI Business School Puridani Auditorium Lt. 3, Jl. Rawajati Timur No. 1, Kalibata, Jakarta Selatan. “Di tahun ini, kami ingin membuat perubahan dengan mengadakan buka puasa bersama anak-anak dengan disabilitas. Melalui tema “Aku Anak Istimewa”, kami ingin membangkitkan semangat anak-anak dengan disabilitas bahwa keterbatasan mereka merupakan keistimewaan serta membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak dengan disabilitas, karena mereka memiliki kesempatan yang sama, seperti anak-anak lainnya. Mereka pun dapat meraih masa depan yang cerah dengan dukungan berbagai pihak,” Stephen McCarthy, Direktur Utama PT Sarimelati Kencana dan PT Sriboga Marugame Indonesia, menyampaikan sambutannya.

0 482
Teks & Foto: Bambang Purwanto

Iwan Sunito, Pengembang Crown Group, yang berjaya di Negeri Kangguru kembali meluncurkan project terbarunya yaitu Crown Green Square di Kota Sydney. Crown Group menantang gagasan konvensional akan cahaya dan ruang di dalam pembangunan hunian senilai Rp 5,75 Triliun setinggi 20 lantai. Pembangunannya dijadwalkan tahun ini dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2019. Dirancang oleh Koichi Takada Architects, pembangunan 401 unit apartment mewah ini dirancang dengan desain futuristic; dan memiliki sejumlah terobosan element desain. Selain pembangunan 401 unit apartment mewah di mana harga terendah untuk tipe studio dijual berkisar Rp6,5 milyar, pengembangan mixed-use-nya akan mencakup 30 ruang ritel dan komersial, pusat konferensi di lantai dasar, sebuah kolam renang tanpa tepi, spa, gym, ruang musik, teater, dan concierge. Crown Green Square terletak 100 meter dari stasiun kereta api, Central District Sydney Bisnis, Bandara Sydney, University of New south Wales, University of Sydney dan Central Parklands.

0 871
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Ingin bersantap romantis di pinggir pantai? The Beach House lah jawabannya. Suasana yang memanjakan mata kontan tertangkap saat memasuki resto ini yang tidak cuma menyajikan menu masakan dan minuman istimewa, tetapi juga “menjual” eksotika kemasan konsep green dan birunya view laut dan langit. Teriknya suhu sekitar dan sinar matahari seperti teredam oleh tatanan taman dan pepohonan tropis yang rimbun di lahan seluas dua hektar. Di area makan outdoor terlihat furnitur, gazebo, dan kursi rotan ditata secara acak beratapkan pepohonan yang memberi keteduhan, menyatu dengan suara debur ombak dan pasir pantai yang putih. Lampu-lampu gantung menghias dahan-dahan pohon. Di sini pengunjung diberi kesempatan duduk berlama-lama sambil bersantap tanpa harus khawatir dikenakan limit waktu. Menu makanan bercita rasa lezat yang disajikan pun sangat lengkap, mulai dari Indonesian food, Chinese food, sea food sampai makanan western untuk ekspatriat yang banyak bekerja profesional di Balikpapan. Live music sengaja tidak perform supaya suara khas angin laut dan deburan ombak saja yang menemani para tamu, sehingga suasana alam pantai semakin kental terasa. Spot yang hanya berjarak lima kilometer dari pusat Kota Balikpapan ini menjadikan momen bersantap di tepi pantai ini opsi berkuliner yang ramai dikunjungi kalangan berkelas yang ingin dimanjakan… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

0 746
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Fernando Gomulya

It’s a fun office. Warna-warninya terinspirasikan dari efek gerak pendar lampu-lampu jalan di kala malam. Keceriaan performanya sama sekali tak merefleksikan bahwa ruang ini sebuah tempat para pekerja beraktivitas. Colorful dengan pilihan-pilihan warna yang sangat dinamis. Merah, biru, hijau, kuning, dan orange hadir terpadu padan. Tak ada kesan formal dan serius, apalagi untuk sebuah kantor perusahaan yang bergerak di bidang transportasi. Makna company identity sebuah perusahaan transportasi diterjemahkan sebagai perusahaan yang kental dengan gerakan. Pendaran dan gerakan cahaya warna-warni dinamis dari lampu-lampu yang tertangkap ketika kita melewati jalan saat malam hari mungkin satu hal yang biasa. Namun bagi Desainer Cosmas D. Gozali, dari Biro Atelier Cosmas Gozali, hal tersebut menjadi ilham bagi kreasi ruang kantor ini. Gerakan warna-warna tadi ditransformasikannya sebagai perwujudan dinamika sebuah perusahaan transportasi yang identik dengan movement. Penciptaan gaya dan gerakan diekspresikan melalui aplikasi warna-warna cerah yang berkolaborasi dengan konsep fengshui dalam penempatan warna-warna secara tepat untuk tiap-tiap bidang pekerjaan, sesuai keinginan owner… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

0 688
Teks: Reki Desma l Foto: Bambang Purwanto

akan tidak pernah kehabisan bibit unggul yang handal. Banyak sekali putra-putri berbakat yang muncul di segala bidang dan menuai nama harum melalui karya-karya terbaik yang mereka tampilkan baik di dalam atau di luar negeri. Di bidang arsitektur, sudah tak terhitung banyaknya nama-nama yang muncul ke permukaan dalam menghasilkan berbagai jenis desain arsitektur yang bisa disejajarkan dengan karya-karya kelas internasional, salah satunya adalah Arsitek Erwanto yang cukup lama bergelut di dunia arsitektur. Erwanto terjun dalam profesi arsitek dimulai dari rasa penasarannya ketika ia melihat kakaknya yang berkecimpung di bidang ini. Ketertarikannya pada aktifitas menggambar juga turut membangkitkan minatnya ketika sang kakak membuat sketsa desain rumah dan posisi kamar. Ia lantas memantapkan dirinya untuk berkuliah di Universitas Tarumanegara (UNTAR) pada tahun 1996 dan menganggap jurusan arsitektur yang diambilnya sebagai tantangan dan sarana bagi dirinya untuk menimba ilmu. Ia lalu berhasil lulus di tahun 2000 dengan nilai yang baik… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

0 503
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Mungkin banyak yang tidak tahu Balikpapan memiliki maskot beruang hitam yang lucu ini. Sebagai maskot kota, beruang madu perlu diperkenalkan pada masyarakat umum. Hasilnya, ide pendirian kawasan wisata pendidikan lingkungan hidup enklosur beruang madu Balikpapan sebagai tempat pusat informasi sang beruang. Beruang madu sebenarnya tidak terlalu berbahaya, mereka justru pemalu. Di atas lahan seluas 9,6 hektar kawasan wisata ini, 1,3 hektar di antaranya merupakan area enklosur beruang madu, tepatnya terletak di Jalan Soekarno Hatta km 23, Karangjuang, Balikpapan. Singkatnya, tempat ini bukanlah kebun binatang, bukan tempat konservasi dan rehabilitasi, bukan tempat penampungan ataupun perkembangbiakan. Di sini merupakan tempat di mana terdapat beberapa beruang madu dipindahkan dari hutan, dibiarkan hidup senormal mungkin di alam agar masyarakat bisa mengenal lebih dekat. Akan sangat sulit ditemukan hewan yang sudah tergolong langka ini langsung ke hutan karena mereka sangat sensitif dengan manusia. Area ini sengaja dibikin sealami mungkin, diciptakan enklosur dengan hutan sekunder, termasuk dibuatkan climbing structure, hingga pengunjung menjadi terinfo mengenai kehidupan sehari-hari beruang madu. Bagaimana mereka menggali, seberapa tinggi, serta bagaimana mereka memanjat dan makan… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)

1

2

0 539
Teks & Foto: Gabriella

Pada pertengahan Juni tahun ini, Midea Electronics Indonesia, perusahaan penghasil peralatan rumah tangga elektrik, mengenalkan 2 produk barunya di Tanah Air, yaitu Digital Electric 16” Stand Fan dan Digital Water Heater. Hal ini dilakukan demi memenuhi pangsa pasar Indonesia sebagai negara dengan perkembangan kelas menengah terbesar di dunia. “Midea menyadari penuh peningkatan kebutuhan home applicances berkualitas bagi masyarakat di Indonesia. Karenanya, kami selalu berupaya menciptakan berbagai produk inovasi berteknologi tinggi, ramah lingkungan, dan hemat listrik untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas Jino Sugianto selaku Presiden Direktur Midea Electronics Indonesia yang hadir dalam acara peluncuran dua produk baru tersebut.
Kipas angin elektrik terbaru dari Midea ini memliki inovasi baru dalam menghasilkan angin yang lebih lembut, tidak berisik dan lebih sehat dibandingkan dengan kipas angin biasa. Tingkat suara dari kipas angin elektrik ini hanyalah 17db, dan teknologinya menggunakan DC inverter sehingga kekuatan angin dapat diatur sampai 26 level yang berbeda dengan menggunakan remot. Dengan demikian angin yang dihasilkan lebih sesuai bagi anak-anak, dewasa, maupun lansia.
Pemanas air digital yang ditawarkan Midea dalam seri barunya adalah tipe VA, VA1, dan EVA yang tersedia dalam ukuran 15, 20, 50, 80, hingga 100 liter dengan konsumsi listrik terendah sebesar 200 watt. Semuanya memiliki teknologi anti bakteri dan berlapis titanium hingga dapat tahan lebih lama. Tipe EVA yang merupakan produk terunggul memiliki alat remot jarak jauh, pre-set memory dan memiliki pengaturan timer sehingga hemat energi.

0 375
Teks: Bambang Purwanto l Foto: Koleksi Istimewa

Koleksi televisi seri BRAVIA™ 4K LCD dari Sony kini hadir di Indonesia. TV seri ini dibuat dengan Processor X1 4K terbaru yang mampu meningkatkan kejelasan, akurasi warna, dan kontras. Seri terbaru ini dilengkapi dengan fitur ultra-thin floating style, menjadikan televisi ini tertipis di kelasnya, dengan sudut pandang maksimal. Model-model terbaru hadir dengan berbagai mulai ukuran dari 43 sampai 75 inci. Processor X1 4K terbaru ini dibuat untuk meningkatkan kejelasan, warna, dan kontras, sehingga dapat meningkatkan kualitas tampilan streaming dari penyedia konten 4K. Dikombinasikan dengan kecanggihan 4K X-Reality™ Pro yang mengaplikasikan teknologi algoritma, televisi ini akan menganalisa konten dan menaikkannya menjadi tingkat resolusi 4K, memberikan kualitas gambar terbaik terlepas dari sumbernya.
Untuk pertama kalinya, seri televisi yang bisa mendukung sistem operasi terbaru Google, Android TV, sehingga memudahkan pengguna untuk streaming video, bermain game, dan dilengkapi dengan peningkatan pada fitur lainnya seperti Google Cast™ dan Voice Search. Google Cast™ menawarkan konektivitas yang lebih baik dari sebelumnya dengan memungkinkan pengguna untuk menampilkan konten langsung dari perangkat mobile. Selain itu, Voice Search tersedia melalui remote yang dilengkapi dengan mikrofon. Dengan akses ke Google Play™, pengguna bisa menikmati apa yang sering dilakukan di smartphone atau tablet dari layar televisi.

0 961
Teks: Dewi Sasmita l Foto: Koleksi Homedit.com

Salah satu topik yang sangat menarik dewasa ini, khususnya di kota-kota besar adalah tentang ruang. Dengan semakin padatnya penduduk di muka bumi ini, maka peluang pertumbuhan tampaknya hanya secara vertikal. Pemanfaatan ruang yang tersedia semaksimal mungkin sepertinya sangatlah mutlak. Setiap orang ingin memastikan bahwa setiap inci ruang dapat digunakan dengan model yang sesuai, termasuk pemanfaatan ruang di bawah tangga sebagai rak atau ruang penyimpanan. Rak atau ruang penyimpanan ini dapat menjadi sesuatu yang menakjubkan dan bermanfaat. Beragam bentuk, ukuran, dan skema warna dapat diterapkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang di bawah tangga dan mempercantik hunian kita.

 

 

 

0 908
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Kaca patri diciptakan pada abad X hingga XI di Eropa. Di Indonesia sendiri, seni kaca patri mulai diaplikasikan pada bangunan besar mulai pertengahan tahun 1800. Namun sejak perang dunia ke-2, produksi kaca patri secara perlahan mulai terkikis, mulai hilang, dan terlupakan karena Pemerintah Kolonial Belanda berhenti membangun koloninya. Eztu Glass Art, milik pengusaha ternama Brian Yaputra, lahir sebagai pelopor seni kaca patri Indonesia sejak 1981. Beliaulah yang telah membangkitkan kembali karya seni kaca patri berkualitas tinggi yang sempat hilang dan dilupakan di negeri ini. Eztu Glass Art memfokuskan diri di bidang kaca, selain kaca patri. Eztu Glass Art bahkan telah mampu memproduksi dalam ukuran besar. Sampai akhir 2013 karya Eztu Glass Art telah menghiasi sekitar 200 rumah ibadah yang tersebar di Nusantara, Saudi Arabia, Dubai, Afrika Selatan, Singapura, Jepang dan sekitar 30 buah di Hongkong. Juga puluhan proyek monumental, meliputi Istana Bukit Khayangan di Brunei Darussalam, Disney Land Hong Kong, dan Smith’s Museum of Stained Glass Window di Navy Pier, Chicago IL, USA… (Lihat selengkapnya di Majalah Home Diary #010/2015)