RNI dan Waskita Realty hadirkan Waskita Rajawali Tower

RNI dan Waskita Realty hadirkan Waskita Rajawali Tower

0 166
TekslFoto: Pramono

Pertumbuhan Office Building atau gedung perkantoran di koridor wilayah Jakarta Timur bertambah semarak dengan ditandainya Ground Breaking Ceremony Waskita Rajawali Tower Rabu (23/8) kerjasama antara perusahaan BUMN PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dengan PT. Waskita Karya Realty, anak perusahaan PT. Waskita Karya (Persero),Tbk, yang berdiri megah di Jl. MT. Haryono Kav. 12 – 13 Jakarta Timur. Gedung perkantoran modern 15 lantai seluas 7000 m2 ini menyediakan lahan parkir 1 berlokasi di basement dan 7 lantai gedung parkir, selain itu akan dilengkapi dengan fasilitas – fasilitas berupa : kantor pelayanan perbankan, nursery room, garden, café, resto & coffe shop yang terletak di lantai dasar Sedangkan di basement akan digunakan area parkir untuk mobil dan sepeda motor, serta ruang sholat dan kamar mandi. “ Sebagai wujud nyata Sinergi BUMN, hadirnya Waskita Rajawali Tower akan menambah pertumbuhan perkantoran di wilayah Jakarta Timur semakin berkembang,” Ujar Bambang Rianto, Direktur Operasional PT Waskita Karya (Persero) Tbk ” Tidak seperti gedung perkantoran lain Waskita Rajawali Tower juga mempunyai konsep yang unik dan cantik dengan tema fasad Blue Topaz yang menampilkan bangunan berbalut kaca laksana kilauan perhiasan berwarna biru, dan memiliki garden floor facility di lantai 12 yang langsung beratapkan langit menjadi daya tarik tersendiri untuk dinikmati penghuninya ”. lanjut Bambang Rianto. Sementara Direktur Utama PT. Waskita Karya Realty Tukijo menambahkan, pembangunan proyek ini rencananya bakal rampung pada kwartal 1 tahun 2019, dan gedung ini akan menjadi kantor PT. Waskita Karya (Persero)Tbk dan PT. RNI. “ Adapun nilai invetasi proyek Waskita Rajawali Tower sekitar 600 miliar,” terang Tukijo. ” Bagi Waskita Karya ini yang pertama kerjasama dengan RNI melakukan sinergi perkembangan produk property dan berharap akan dilanjutkan di lahan2 RNI lainnya, salah satu yang dibidik adalah pengembangan proyek di pancoran seluas 5,4 hektar (MBAU) deket dengan stasiun LRT dan juga proyek antara Surabaya dan Cirebon, karena lokasi adalah hal utama untuk sebuah proyek yang bagus.” Kata Bambang Rianto.