HomeDiary - Majalah Arsitektur dan Interior
TekslFoto: Umi Key

Rangkul Komunitas Urban Farming, Pacific Garden Style Jadi Pelopor Apartemen Berbasis Komunitas

Jakarta, 11 Oktober 2018.- Beberapa waktu lalu, Pacific Garden Style menggelar workshop dan seminar bertema “Urban Farming”. Seminar dan workshop mengulas tentang peluang dan potensi menjadi petani cerdas di perkotaan (Urban Farming). Bekerjasama dengan Surya University, para penggiat pertanian Hidroponik dan IGrow, sebuah pengembang Aplikasi berbasis Android. Platform ini membantu petani lokal atau pemilik lahan yang belum optimal diberdayakan untuk bersinergi dengan para investor agar menghasilkan produk pertanian organik berkualitas tinggi. Seminar yang digelar di Marketing Gallery Pacific Garden Style, Jalan Jalur Sutera Barat Kav 19B ini berhasil menyedot perhatian mahasiswa dan kelompok anak-anak muda lainnya.

“Dengan memadukan ekosistem tersebut, kita harapkan akan ada titik temu antara produsen dan konsumen dengan memanfaatkan teknologi terkini. Hal ini yang menjadi pembeda konsep hunian vertical kami dengan yang lainnya,”papar MayoR. Azhari, GM Sales & Marketing Pacific Garden Style. Lebih lanjut Mayo mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan potret ekosistem yang nantinya melibatkan para penghuni apartemen dengan beragam kegiatan dan hobi masing-masing. Jika ada yang hobi Urban Farming, tinggal memanfaatkan teknologi Hidroponik. Lebih lanjut Mayo mengatakan bahwa Pacific Garden Style ingin menjadi pelopor lahirnya apartemen berkonsep komunitas dengan multi ekosistem. Oleh karenanya Pacific Garden Style hadir dengan konsep “Stylish Living for Young Generation”. Dimana Apartemen ini memiliki co-working space yang menawarkan hunian untuk para komunitas anak muda. Tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi Pacific Garden Stylejuga memberikan ruang para generasi milenials berkumpul dan berkreasi dengan komunitasnya.

Terkait dengan progres pembangunan apartemen, Mayo berujar bahwa pembangunan pondasi sudah selesai dikerjakan. planning awal, pondasi apartemen diperkirakan selesai bulan November, tapi kami kerjakan lebih cepat dua bulan dari target. Diharapkan akhir tahun ini, lanjutnya akan dilakukan penggalian tanah untuk pembangunan basement. Sedangkan untuk progres penjualan unit apartemen, menurut Mayo, sampai bulan September 2018 sudah mencapai 75% dari total 1050 unit. “Sofar untuk penjualan apartemen di kawasan Alam Sutera, untuk saat ini kami yang tertinggi,“papar Mayo. Mayo menerangkan bahwa animo konsumen lebih memilih Pacific Garden Style dikarenakan lokasi strategis, terletak di Central Business District (CBD) Alam Sutera dan dikelilingi oleh tiga universitas (BINUS, UBM, SGU). Malahan kami sedang melakukan proses kerjasama untuk hunian mahasiswa dengan salah satu Universitas tersebut.

“Beberapa kampus sedang kebingungan karena membludaknya mahasiswa dari berbagai luar kota dan luar negeri. Mereka menginginkan konsep hunian mahasiswa yang lebih kondusif. Konsep kami lebih masuk, mulai dari fasilitas maupun jarak tempuh. Hanya berjalan kaki dari apartemen ke kampus sekitar. Jadi tidak ada alasan takut melakukan investasi di Pacific Garden Style karena pangsa pasarnya sudah jelas,” ujar Mayo.

Terkait keuntungan, Mayo memberikan ilustrasi berinvestasi dengan membeli unit Apartemen Pacific Garden. Katakanlah, lanjut Mayo dengan membeli apartemen mulai dari Rp 500 juta-an dan nilai sewa sekitar Rp. 3.5 –Rp. 4 jutaan per bulan, investor dapat mengharapkan keuntungan (return) sekitar 8-9% per tahun. Investasi ini jauh lebih untung dari deposito Bank dengan bunga sekitar 5% per tahun. Belum lagi nilai pajak atas bunga (20%) dua kali lebih tinggi dibandingkan pajak atas sewa (10%).

homediary