HomeDiary - Majalah Arsitektur dan Interior
Teks: Ima Purbasari l Foto: Bambang Purwanto

Rosyid Aziz, Booming-kan Hunian Islami Sebagai Gaya Hidup Modern

 

Informasi positif mengenai skema properti syariah yang sesungguhnya harus terus digaungkan untuk membentuk trust yang kuat.

Indonesia memiliki potensi besar dalam hal market target bisnis berbasiskan syariah mengingat persentase terbesar penduduknya adalah muslim. Tahun 2020 bahkan ditandai sebagai puncak spirit hijrah seperti yang telah diekspresikan melalui beberapa gerakan booming produk halal, agenda Hijrah Fest, Moslem Fest, dan sebagainya. Peluang ini tentu juga berdampak positif pada perkembangan bisnis properti berkonsep syariah yang melaju pesat berkat dukungan semakin sadarnya customer, khususnya kaum muslim, akan nilai-nilai rohaniah di balik sekadar kepemilikan sebuah rumah.

Pada kesempatan ajang  Islamic Book Fair (IBF) di Jakarta Convention Center belum lama ini, Home Diary berhasil dipertemukan dengan tokoh owner  sekaligus pendiri Developer Property Syariah (DPS), Rosyid Aziz, di stan DPS yang turut meramaikan ajang tersebut. Beliau sampaikan penjelasan-penjelasan lugas yang menggambarkan betapa properti syariah memiliki prospek bisnis masa depan yang mumpuni di negeri ini. DPS merupakan sebuah asosiasi berbadan hukum yang mewadahi para pengembang yang menjalankan proyek-proyek berskema syariah. DPS terbentuk pada tahun 2013 yang dimulai dengan proyek pembangunan ruko skema bisnis tanpa bank dan terbukti sukses, hingga berlanjut pada proyek-proyek pembangunan hunian Islami. Saat ini DPS telah beranggotakan 2.000 member  yang telah berhasil mengibarkan sekitar 500 proyek dan tersebar di 120 kota/kabupaten di Indonesia.

Counter Positif

Namun sangat disayangkan, di tengah pesatnya kemajuan bisnis berkonsep syariah tersiar berita terkait peristiwa penipuan oleh oknum pelaku usaha properti yang disinyalir meminjam skema syariah. Stigma negatif terlanjur santer tersebar dan cenderung menggiring opini yang menggeneralisasi bahwa semua pebisnis berskema syariah patut dipertanyakan. Fenomena ini tentu tidaklah benar karena kenyataannya oknum tersebut bukanlah anggota asosiasi, melainkan segelintir oknum yang lantas digeneralisasi sebagai pebisnis properti syariah. Data sebaliknya justru menunjukkan bahwa sebanyak 500 proyek telah dijalankan anggota DPS dan berjalan baik sebagaimana mestinya.

Itulah sebabnya, pada kesempatan pertemuan di ajang IBF, selain menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini, Rosyid Aziz sekaligus menyampaikan beberapa upaya DPS melontar balik counter positif kepada berbagai lapisan kalangan yang sempat termakan isu negatif tersebut demi mengimbangi pemberitaan. Karena bagaimana pun, properti syariah telah meraih kepercayaan dan menjadi salah satu opsi customer Indonesia untuk memiliki rumah. Counter positif tersebut di antaranya disampaikan kepada asosiasi swasta terkait, asosiasi bentukan pemerintah, dan publik. Pada awal tahun 2020 ini DPS membentuk Divisi Marketing Communication di bawah komando Sekjen, untuk bertugas menyiarkan gerakan propaganda positif mengenai keberhasilan bisnis properti syariah bekerja sama dengan media massa.

Upaya off air  juga dilakukan melalui acara berkonsep gathering  super akbar setiap bulan selama satu tahun di dua belas kota di Nusantara. Untuk gerakan di social media, DPS mengerahkan para milenial yang melek digital marketing untuk membantu mem-blow up informasi positif properti berskema syariah lewat penyebaran video-video narasi positif.

Dan untuk para anggota DPS yang telah terbukti sukses menjalankan bisnisnya dengan baik, DPS menghimbau mereka untuk lebih berani tampil di depan publik, “tebar pesona” mengekspos keberhasilan proyek-proyek mereka agar tampak kebenaran bisnis properti syariah yang sesungguhnya dan trust  kembali terbentuk seperti sedia kala. “Dalam bahasa saya, ayo narsislah untuk menepis isu negatif,” ujar Rosyid Aziz sambil berkelakar.

Kiat Memilih Produk Terbaik

Lalu, apakah yang disarankannya pada calon customer untuk mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan? “Konsumen harus cermat, teliti sebelum membeli,” tegas Rosyid Aziz. “Pertama, cek developer, apakah ia memiliki track record  atau kredibilitas yang bagus? Apakah ia bergabung dengan komunitas atau asosiasi tertentu? “Saat ini asosiasi yang tepercaya untuk skema syariah adalah DPS,” imbuhnya. Kedua, cek legalitas dan perizinannya. Ketiga, lebih banyak tabayun (cek secara teliti kejelasan informasi) sehingga tidak terjebak oleh fenomena diiming-imingkan sesuatu, dan sebagainya).

Upaya Aktif DPS

DPS juga mewadahi prosedur verifikasi developer di mana customer bisa saja melakukan verifikasi ke DPS terkait status pengembang dari produk hunian yang hendak mereka beli. Dan DPS pun mengerjakan tugas controlling, itulah sebabnya proyek-proyek berjalan aman karena badan ini melakukan peran pengawasan dengan baik. Sementara itu, pada level asosiasi terdapat proses sertifikasi. Adapun proses ini akan dilaksanakan oleh para profesional kredibel dan diberikan kepada setiap proyek yang dikerjakan oleh anggota-anggota DPS.

Selanjutnya, bagi pengembang baru yang ingin mengusung skema syariah, DPS menyediakan agenda workshop bisnis agar penerapan skema syariah menjadi tidak gegabah, sehingga pelaku berbekal ilmu secara benar ketika memulai bisnis. Mencari lahan yang benar, melakukan akad dengan benar, membuat cash flow dengan benar, intinya selalu berusaha untuk benar. Dan DPS pun sebagai badan pengawas akan terus berbenah diri, yaitu dengan mengadakan forum pertemuan setiap tahun bersama para anggota di seluruh Indonesia yang telah mereka lakukan selama tujuh tahun ini sejak berdiri. Menerapkan ilmu skema syariah memang tidak mudah dan mempunyai tantangan yang berat, akan tetapi hal ini sekaligus menjadi sebuah good opportunity untuk merespons kebutuhan masyarakat akan hunian Islami dengan mempersembahkan produk terbaik dan tepercaya.

homediary