HomeDiary - Majalah Arsitektur dan Interior
TekslFoto: Bambang P.

Tahun Politik, saat yang tepat melakukan pembelian properti.

Jakarta, 24 Januari 2019 – Kapankah waktu yang paling tepat untuk membeli properti ? Apakah kita semua bisa mengetahui hal tersebut dengan melihat ramalan properti kedepannya? Awal tahun, setelah lebaran, quartal 3, pertanyaan ini terus berulang hingga sampai akhirnya anda sudah berada di awal tahun kembali.

Entah sampai kapan siklus ini menghantui para pencari rumah, padahal jika tidak sesegera mungkin properti yang diinginkan akan terus melambung tinggi harganya. Berdasarkan data dari Rumah123.com pada tren pembelian properti, terutama di properti seken cenderung meningkat secara konstan.

Berbicara mengenai data para konsumen di tahun 2018, harga rumah yang diminati berkisar lima ratus juta sampai dengan satu milyar rupiah. Tiga area pencarian yang meningkat di Jabodetabek ada di beberapa kota Depok, Tangerang, dan Bogor. Menariknya pencarian properti di Surabaya meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumya.

Ignatius Untung selaku Country General Manager Rumah123.com mengatakan “Menghadapi tahun 2019 yang diprediksi akan berat oleh para pelakunya, namun bila dilihat kebelakang selama 2018 trend industri properti semakin membaik, oleh karena itu para pencari properti justru disarankan untuk melakukan pembelian di tahun 2019. Pasar Properti yg masih melambat sejak 2015 membuat harga properti terlihat lebih terjangkau dibandingkan beberapa tahun sebelumnya memperkuat alasan mengapa ini adalah waktunya beli properti.”

“Hal ini dapat dilihat pada 2018 trend pencarian rumah tidak turun di bulan-bulan yang terdahulu dianggap bukan bulannya properti seperti pada saat bulan juni-juli bulannya anak sekolah dan juga bulannya lebaran.” Tambahnya

Hal menarik lainnya berdasarkan data dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF), sektor konstruksi dan sektor real estate diperkirakan tetap tumbuh stabil sejalan dengan progress investasi bangunan serta keberlanjutan penyediaan infrastruktur, dan program-program perumahan rakyat, karena penerimaan sektoral properti meningkat 6,9% dari tahun 2017 ke tahun 2018.

Pemerintah dipastikan akan memberikan dukungan besar di tahun 2019 dengan adanya infrastruktur yang semakin membaik diberbagai area. Kebijakan LTV dari Bank Indonesia yang membuat bunga KPR masih dalam presentase yang terbilang bersahabat dapat memudahkan para konsumen properti melakukan pembelian. Kemudahan dan juga bonus yang semakin beragam dari para developer di tahun 2019 adalah kesempatan untuk para pencari properti untuk melakukan pembelian.

homediary