HomeDiary - Majalah Arsitektur dan Interior
TeksiFoto: Istimewa

Tiga Dishwasher dari Modena Solusi Bentengi Keluarga dari Virus Menular

Pandemi COVID – 19 yang terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia telah  mengubah pandangan masyarakat dalam melihat aspek kebersihan sebagai salah satu upaya untuk membentengi diri dari virus yang sangat mudah menular ini. Kondisi ini telah memunculkan budaya-budaya kesehatan baru yang tidak hanya menjadi kebiasaan namun  telah bertransformasi menjadi protokol keamanan demi menahan laju penyebaran COVID – 19. 

Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah bagaimana menjaga peralatan makan, sebagai peranti vital yang digunakan sehari-hari, tetap dalam kondisi higienis. Karena faktanya, peranti makan sangat rentan terhadap paparan bakteri dan virus bila tidak dibersihkan dengan cara yang tepat. Sisa makanan yang masih menempel atau bahkan busa pencuci piring, dapat menjadi potensi terpaparnya virus dan bakteri pada piring,gelas, maupun sendok yang kita gunakan.

“Hal inilah yang mendorong  PT. MODENA Indonesia, untuk berinovasi menciptakan produk pendukung  budaya kesehatan baru yang lazim disebut New Normal. Inovasi ini diwujudkan MODENA dengan sederet produk pencuci peralatan makan otomatis yang dibekali dengan berbagai fitur kebersihan bermutu terbaik. Tidak hanya sekedar menawarkan kemudahan serta keamanan, tiga produk anyar ini  juga  memastikan peranti makan lebih higienis serta bebas bakteri dan virusungkap Hendrik Senjaya, Produk Marketing Manager PT. MODENA Indonesia.

Dijelaskan Hendrik lebih jauh, kemampuan mumpuni tiga produk ini untuk memastikan higienisnya hasil cucian adalah berkat penggunaan air dengan suhu 70 derajat celsius yang efektif untuk membunuh virus dan bakteri. Tak sampai disitu saja, dengan penggunaan air yang terukur serta konsumsi listrik yang rendah untuk setiap proses pencucian membuat  jajaran dishwasher canggih ini juga di klaim ramah lingkungan serta hemat energi.

Adapun tiga produk ini dimulai dari seri yang dikhususkan untuk mengakomodir aktivitas perawatan bayi, Multi Washer MODENA WS 1020 G. Berkapasitas 2 place setting, multi washer  mungil ini dilengkapi program Baby Care yaitu program pencucian khusus peralatan makan dan botol bayi. Disempurnakan dengan fitur Steam Function, yaitu penggunaan uap panas untuk memastikan peralatan makan bayi lebih steril.

Selain itu Multi Washer MODENA WS 1020 G juga memiliki program Fruit Wash yang mampu mencuci buah untuk menghilangkan kotoran maupun pestisida yang masih menempel. Istimewanya,  Multi Washer MODENA WS 1020 G memiliki tangki air sehingga dapat digunakan tanpa instalasi. Pengguna cukup menuangkan air ke dalam tangki dan produk siap digunakan.

Tipe selanjutnya adalah MODENA WP 2060 S, dengan kapasitas 6 place setting. Dishwasher semi built-in ini memiliki keunggulan Self Cleaning, yaitu program pencucian otomatis untuk  membersihkan ruang dalam, agar tetap higienis. Selain itu,  MODENA WP 2060 S juga dilengkapi program Extra Dry yang membuat pengguna tak perlu lagi menggunakan lap untuk mengeringkan peranti makan, sehingga lebih aman dari paparan virus dan bakteri. Untuk fitur keamanan, MODENA juga melengkapi  MODENA WP 2060 S dengan Child Lock.

Tipe terakhir adalah MODENA WP 7121 S yang memiliki kapasitas paling besar dengan 14 place setting, sehingga sesuai untuk rumah tangga dengan jumlah anggota keluarga banyak. Memiliki keistimewaan Dual Wash yaitu keranjang cuci yang dipisah menjadi dua dan dapat melakukan proses pencucian secara independen. Dengan demikian dapat menghemat energi ketika muatan cucian hanya sedikit. Dilengkapi dengan tombol Child Lock, MODENA WP 7121 S tetap aman ketika produk diakses anak – anak ataupun tombol tak sengaja tersentuh.

“MODENA sebagai brand yang setia mengusung gaya hidup sehat sebagai acuan dalam berinovasi pada tiap produknya, semakin terpacu untuk menciptakan terobosan – terobosan baru di masa pandemi ini. Diluncurkannya tiga dishwasher baru ini memperteguh komitmen kami untuk terus mengawal upaya masyarakat untuk memproteksi diri dari paparan COVID-19” pungkas Hendrik Senjaya.

homediary