The Hidden Greatness of Candi Muaro Jambi

The Hidden Greatness of Candi Muaro Jambi

0 687
Teks: Chandra Sumawinata l Foto: Bambang Purwanto

Berlokasi di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, tepatnya di tepi sungai Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi, situs purbakala ini diperkirakan berasal dari abad ke-11M. Kompleks percandian agama HinduBuddha tersebut diklaim yang terluas di Indonesia dan kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya serta Kerajaan Melayu. Kondisinya yang sangat terawat dan apik tentu membuat lokasi ini daya tarik tersendiri bagi pelancong. Bahkan sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi situs warisan dunia.

SEJARAH PENEMUAN

Situs ini ditemukan pertama kali pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris bernama S.C. Crooke saat melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Tahun 1975 pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran serius yang dipimpin R. Soekmono. Di sini baru sembilan bangunan yang telah dipugar, dan seluruhnya bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut meliputi Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano. Namun sebagian besar dari 61 jumlah candi masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas, seperti menelusuri dimensi masa silam.

Tempat yang diyakini sebagai bertemunya berbagai budaya dibuktikan dengan adanya manik-manik berasal dari Persia, Cina, dan India yang cukup membuat kita terperangah. Sementara agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan ditemukannya lempeng-lempeng bertuliskan wajra pada beberapa candi yang membentuk mandala.

DECAK KAGUM

Wisatawan dipastikan berdecak kagum ketika menelusuri situs yang memiliki luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Yang terbayang tentu kejayaan kerajaan itu di masanya.

Sebagai sumber informasi dan pengetahuan, situs dibuka untuk masyarakat umum. Itulah  sebabnya lingkungan sekitar diberi fasilitas jalan agar para pengunjung dapat mengeksplor kompleks percandian. Anak-anak bisa mengendarai sepeda untuk efisiensi waktu dan tidak lelah berjalan saat mengelilingi kompleks. Seraya mengagumi kebesaran Nusantara, kunjungan ke situs pun menjadi sesuatu yang fun bagi anak-anak, dan travelling ke lokasi ini pun sayang untuk dilewatkan.

Kami yakin sebuah karya desain bukanlah sesuatu yang kaku dan monoton, melainkan dapat menjadi sesuatu yang dinamis, ceria, dan penuh warna, sehingga dapat menjangkau hati para pembaca untuk menjadi lebih nyaman dan senang. Kami mengedepankan fitur tren dan berita terkini seputar desain arsitektur, interior, dan produk Indonesia serta manca negara, sehingga Majalah Home Diary menjadi inspirasi dan referensi gaya hidup bagi para pembaca sekalian.Kami akan selalu mengunjungi Anda dengan menyuguhkan artikel-artikel yang sangat komprehensif, termasuk foto – foto yang indah dalam kemasan penuh warna dan menarik. Workshop: Jl. Gotong Royong Raya No. 3 RT/RW 04/06, Kel. Gandaria Utara, Kec.Kebayoran Baru Jakarta Selatan Hotline #s 0852 1850 4131 / 021 9247 9767 Marketing & Promotion #s 0817 8671 57 / 0852 1850 4131

NO COMMENTS

Leave a Reply